Liburan Nadia ke Jogjakarta dan Malang

Nyekar ke makam BK

“Saya cuma antar Nadia ke bandara, Mas. Setelah dia masuk ruang check in, saya pulang. Nanti di Jogja eyang kakung yang jemput di bandara”kata istri ketika sudah sampai di rumah.

Tiket Pontianak – Jogja pergi pulang sudah saya belikan untuk liburan Nadia. Inilah pengalaman pertama dia bepergian naik pesawat sendirian. Saya dan mamanya percaya, dia sudah bisa liburan ke Jogja tanpa harus diantar. Sudah kelas XII.

Sebelumnya dia selalu bersama keluarga kalau pulang ke Jogja. Tapi inilah saatnya dia harus mandiri. Antri check in, masuk ruang boarding, tunggu panggilan naik pesawat, mendarat di Jogja dan antri ambil bagasi semuanya harus dia lakukan sendiri. Nggak harus didampingi orangtuanya lagi.

Adik eyang putrinya yang tinggal di Jogja saja sampai kaget,”Berani ya dia pergi sendirian”. Saya masih ingat ketika pertama kali pergi sendirian antar kota ya  kelas 3 SMA. Tapi jaraknya nggak jauh, cuma dari Jogja ke Semarang naik travel.

Sebenarnya tujuan Nadia ke Jogja nggak cuma untuk liburan, tapi juga mewakili pertemuan keluarga besar dari pihak istri di Malang tanggal 26-27 Desember. Nadia mewakili keluarga dari Pontianak. Dari Jogja yang berangkat eyang putri, eyang kakung, oom, tante yang tinggal di Jogja juga ponakan-ponakan. Kakaknya eyang putri yang tinggal di Bandung juga ikut berangkat sama-sama dan singgah di Jogja dulu.

Ke Malang nggak cuma untuk hadir di acara pertemuan keluarga besar, dia juga ingin lihat kampus Universitas Brawijaya (UB). Ceritanyanya sih waktu SNMPTN nanti dia mau milih UB. Ambil jurusan Akuntansi dan Sastra Cina. Lihat kampusnya dulu untuk meyakinkan hati dan pilihan.

“Kok milih UB? Peluang diterimanya lewat SNMPTN lebih besar”kata Nadia. Tahun lalu ada tiga kakak kelasnya yang diterima lewat jalur undangan di UB. Kampus akan melihat track record SMA dan peserta SNMPTN yang diterima dan daftar ulang pada tahun-tahun sebelumnya.

Lihat foto-fotonya waktu diunggah oom dan tantenya di WA, bikin saya ingin ke Malang. Singgah di makam bung Karno di Blitar, ketemu dengan keluarga-keluarga lain, foto bareng. Apalagi waktu makan di bakso President Malang, walah antriannya sampai panjaaang.

Tiga hari lalu, ketika sore saya telepon dia, rombongan keluarga sedang dalam perjalanan pulang ke Jogja. Waktu itu baru sampai Blitar. Rupanya keluarga besar pulang lewat jalur selatan. Malang – Blitar – Trenggalek – Ponorogo – Gunungkidul – Jogja. Berbeda dengan rute perginya yang lewat Solo – Madiun – Kediri – Malang.

Wah, benar-benar liburan seru dan lengkap. Menikmati wisata sejarah, wisata kuliner, ketemu keluarga besar sambil lihat-lihat kampus yang diidam-idamkan.

9 pemikiran pada “Liburan Nadia ke Jogjakarta dan Malang

  1. nia

    Sayapun pertama kali terbang sendiri kelas4 sd jkt irianjaya …hanya dititipin oleh ortu ke cabin crew , itupun tangan dikasi gelang tulisan um.sm pihak garuda…kalau sekarang mungkin saya tdk mengijinkan anak saya terbang sendiri …hahha

  2. Nah, memberikan kebebasan kepada anak dengan bimbingan semoga akan membuat dia percaya diri.
    Saya dulu kalau diberi kebebasan memilih seperti kondisi Nadia saat ini saya akan jalan-jalan ke Bandung liat kampus ITB dan Unpad🙂

    1. Kalau anak bepergian jauh spt itu, kadang2 saya sama ibunya yg malah khawatir. Nggak pernah absen telpon, SMS, WA dan tanya sudah sampai mana, jalan2 kemana aja 🙂

    1. Aamiin, bro. Biaya untuk makan dan kost2an di Malang kata teman jg lebih murah daripada di Jogja.. Kalau diterima di Unibraw saya yg akan antar ke Malang, bro

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s