Ingin Mandiri, Pilih Jualan Rujak Buah

image

Rasa rujak buahnya enak. Irisan nanas, pepaya, timun, kedondong dicampur kuah gula jawa terasa pas. Apalagi ditaburi bumbu kacang di atasnya.

Sesuai dengan harganya 15 ribu seporsi. Kami pun pesan empat bungkus.

Awalnya mobil yang kami tumpangi singgah di SPBU di Sekadau. Setelah empat jam dari Nanga Pinoh, perlu isi premium lagi sebelum melanjutkan perjalanan ke Pontianak.

Di SPBU itulah kami kenal Nanang. Penjual rujak buah yang memilih mandiri. Buka usaha jualan rujak pakai sepeda motor daripada kerja ikut orang lain.

Sebelumnya dia kerja di tempat kakak laki-lakinya. Pengusaha rumah makan terkenal di Sosok. Bis-bis antar kota biasa singgah di tempat itu.

Namun karena berbeda pendapat, dia pun memutuskan keluar. Berusaha sendiri jualan rujak. Ada kebanggaan terlihat di wajahnya ketika dia bercerita. Ada keceriaan nampak ketika dia melayani pembelinya.

“Rujaknya suka yang pedas atau sedang?”katanya.

‘”Saya jangan yang pedas”jawab teman dari Pontianak.

“Yang lain sambalnya sedang-sedang saja, Mas”kata saya.

Di mobil, kami bertiga pun menyantap rujak racikan mas Nanang.

Enak sekali. Sampai tak tersisa satu pun irisan buahnya.

5 pemikiran pada “Ingin Mandiri, Pilih Jualan Rujak Buah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s