Sebuah Dilema dalam Keluarga

Wah, udah lama juga ya nggak posting. Kalau dihitung-hitung udah tiga minggu nggak nulis di blog. Maaf teman, akhir bulan Maret sampai awal April ini memang banyak kegiatan. Ya nerima tamu di tempat kerja, juga bagi waktu buat keluarga. Dan kebanyakan foto-fotonya saya upload di grup Whatsapp dan facebook. Jadinya malah nggak sempat deh posting di blog.

Diawali tanggal 24 Maret lalu saya terbang ke Semarang naik Kalstar. Hampir dua jam di udara karena pakai pesawat baling-baling. Tujuan sih nengok ibu mertua di Jogja yang lututnya mau dioperasi di RS Panti Rapih. Sebelum berangkat sempat nelpon ibu di Semarang dan bilang sebelum ke Jogja mau sehari dulu di Semarang. Ketemu sama bapak ibu, adik dan keponakan. Kaget juga saya, lha beliau malah mau ikut ke Jogja nengok besannya.

Besok paginya jam 05.30  saya dan ibu berangkat dari Semarang naik bis Joglosemar. Bagus juga bisnya. Tarifnya 80 ribu per orang. Biasanya kalau ke Jogja naik bis Nusantara atau travel. Tapi sekarang naik joglosemar karena pool bisnya dekat rumah.

Tiga jam perjalanan bersama ibu nggak terasa lama karena ngobrol terus di bis. Turun di pool joglosemar di jalan Magelang, istirahat sejenak. Sarapan soto ayam di warung di samping halaman parkir kantor joglosemar. Setelah itu baru ke rumah sakit naik taksi.

Sampai rumah sakit harus nunggu dulu, karena nggak punya kartu pengunjung. Jadi ya harus tunggu sampai jam bezoek dibuka. Untungnya, bapak mertua sama keponakan mendatangi kami setelah ibu telepon besannya dan bilang kami sudah sampai di rumah sakit tapi belum bisa masuk hehehe…. Setelah kami, adik ipar dan istrinya juga datang dari Jakarta. Sore harinya sekitar jam 4, adik ipar dan istrinya yang dari Kroya juga datang.

Sedih juga melihat ibu mertua terbaring dan nggak bisa ditengok istri saya yang putri sulungnya. Memang dilematis, karena anak-anak sedang ulangan. Kalau istri yang pulang ke Jogja, anak-anak yang keberatan karena nggak ada yang nemenin belajar. Dan menjelaskan kalau ada pelajaran atau soal-soal yang nggak dimengerti.

Akhirnya, setelah kompromi dengan istri, diputuskan saya yang pulang ke Jogja. Selain pertimbangan anak-anak yang sedang ulangan, juga jangan sampai nggak ada sama sekali anak atau menantu dariPontianak yang nggak datang menengok.

Adakah pertimbangan lainnya kenapa harus pulang ke Jogja? Tunggu ya di postingan berikutnya.

 

2 pemikiran pada “Sebuah Dilema dalam Keluarga

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s