Memperlama Risetnya Karena Belum Mekar Bunganya

Ada yang menarik saat presentasi lima mahasiswa mahasiswi S1 Fakultas Kehutanan UGM hari Jumat (29/4) yang lalu. Presentasi hasil riset sekaligus magang dua bulan di camp.

Dua mahasiswa menyajikan hasil sementara risetnya. Joki menyajikan data potensi limbah dan faktor eksploitasi, sementara Kwirinus menyajikan evaluasi uji keturunan Shorea leprosula Miq.

Tapi, dua mahasiswi lainnya malah belum siap presentasi. Waktu saya tanya kenapa, dua-duanya menjawab data lapangannya belum lengkap.

Saya menilai presentasi dua mahasiswa itu hebat. Karena sudah bisa menjadikan hasil sementara risetnya. Tak hanya itu, presentasinya menarik. Disain slidenya mudah dipahami. Penyampaiannya jelas. Dan saat tanya jawab, terlihat sangat menguasai obyek yang diteliti.

Saat menjelang akhir presentasi, saya minta mereka masing-masing menyampaikan pesan dan kesannya selama di camp. Bagaimana pendapatnya ketika belajar di kampus dibandingkan dengan ketika di lapangan.

Saya minta yang mahasiswi dulu berkomentar.  Yayuk Marfu’ah yang meneliti perhitungan kapasitas infiltrasi dengan metode single ring infiltrometer dan duoble ring infiltrimeter berkomentar pendek.

Mahasiswi asal Wonosobo itu bilang,”Ternyata hutan alam di Kalimantan itu pohonnya rungkut ya, Pak”. Rungkut itu bahasa Jawa, artinya jumlah pohonnya banyak dan tajuknya saling berdekatan.

Setelah itu temannya, Elsya Rostiyana, yang melakukan eksplorasi potensi famili Coleogyne gantian berkomentar. Dan saya kaget dibuatnya. “Ada jenis yang harus saya tunggu sampai berbunga, Pak. Ada juga yang hidup di pohon di ketinggian 15 meter. Makanya saya belum siap presentasi”katanya. Ooo..begitu ceritanya.

Salut. Begitu tinggi komitmennya. Demi mendapatkan jenis anggrek yang berbunga, dia rela menambah waktu risetnya di hutan. Hingga sekitar sebulan lamanya. Begitu juga Yayuk, dia memperlama pengamatan infiltrasinya supaya mendapatkan data yang representatif.

Ternyata, nggak cuma yang mahasiswa yang hebat. Dua mahasiswi itu lebih hebat. Mau mencari data primer yang lebih lengkap, meski harus lebih lama lagi di lapangan.

2 pemikiran pada “Memperlama Risetnya Karena Belum Mekar Bunganya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s