Mendadak Berikan Sambutan Saat Perpisahaan kelas 6

Jpeg

No pain no gain. Tidak ada kesuksesan atau keberhasilan yang diraih tanpa perjuangan. Demikian tema acara perpisahan siswa kelas 6 SDS Sari Lestari yang saya hadiri tanggal 30 Mei yang lalu. Acaranya pagi hari jam 8 dengan suasana penuh kesederhanaan.

Tahun-tahun sebelumnya, acara dilaksanakan di dalam gedung olahraga dan waktunya malam hari. Jumlah yang hadir lebih dari seratus orang. Siswa kelas 1 sampai 6, guru-guru, juga orangtua siswa . Karyawan yang juga orangtua siswa banyak yang hadir karena acaranya setelah jam kerja.

Namun pada penyelenggaraan kali ini, jumlah yang hadir tidak sebanyak tahun sebelumnya. Undangan yang dikirim pihak sekolah juga tidak ditujukan kepada semua kepala bagian, karena  waktu pelaksanaannya pada saat jam kerja.

Meski acaranya sederhana dan diadakan di serambi sekolah, namun penataannya cukup bagus. Dekorasinya indah dan penampilan murid-muridnya dalam pentas seni cukup menghibur.

Saya diberikan tugas memberikan kata sambutan. Pemberitahuannya cukup mendadak. Satu jam sebelum acara dimulai, salah satu staf bagian umum memberitahu agar saya hadir mewakili bapak pimpinan. Termasuk diminta juga memberikan kata sambutan.

Jpeg

Pada saat pembawa acara menyebut nama saya, saya dengan langkah yakin menuju panggung, Tanpa teks saya memberikan sambutan. Saya spontan memuji dekorasi yang dibuat oleh para guru dan siswa. Inilah kalimat pembukaan yang saya ucapkan. Memuji hasil karya orang lain untuk menarik perhatian hadirin.

Saya sampaikan bahwa tidak semua orang bisa membuat dekorasi seperti ini. Membuat gambar ikannya, menggunting dengan rapi, menyusun di papan triplek sampai menentukan komposisi warnanya.

Hanya guru dan siswa yang punya keterampilan dan ilmu membuat dekorasi yang bisa membuat seperti ini. Saat itu pula saya titik beratkan pentingnya memiliki ilmu. Semua yang kita lakukan harus tahu ilmunya. Membuat dekorasi perlu ilmu, merangkai bungai pakai ilmu, bahkan membuat kue seperti yang dihidangkan juga perlu ilmu.

Dan untuk punya ilmu kita harus belajar. Menyediakan waktu, tenaga dan pikiran untuk mempelajari hal yang baru.

Saya contohkan diri saya, meski sudah berumur empat puluh tahun lebih, masih mau belajar. Belajar menggunakan internet yang ketika saya SD, teknologi itu belum ada. Belajar menggunakan gawai atau ponsel cerdas yang ketika saya masih SMP dan SMA belum tercipta.

Berbeda dengan generasi yang lahir setelah tahun 2000, umumnya sudah melek dengan teknologi internet dan perangkat gawai.

Semuanya saya ceritakan dengan spontan dan menggunakan contoh yang mudah dipahami anak-anak, guru dan orangtua. Saya juga bilang bahwa tugas orangtua adalah mendorong agar anaknya tetap bisa sekolah.

Setelah lulus SD, jangan sampai berhenti sekolah. Terus lanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi. SMP, SMA, S1 bahkan S3. “Jangan sampai kalah sama si S*****, ponsel cerdas yang sudah S7″kata saya sambil bergurau 🙂

Saya juga ceritakan bahwa salut dengan anak-anak yang berangkat dan pulang sekolah dengan jalan kaki. Naik turun tangga dari mess karyawan ke kelas. Terkadang, siangnya turun lagi ke sekolah untuk ikut les.

Meski hujan, mereka berangkat sendiri. Berbeda dengan siswa-siswa yang tinggal di kota yang biasa diantar jemput orangtuanya. Bahkan saya sebut seorang diantaranya yang akrab dipanggil Rara, anak pertama dari dua bersaudara yang orangtuanya bekerja di kantor. Siswa kelas empat yang menjuarai olimpiade matematika tingkat propinsi.

Saya kaitkan lagi dengan slogan yang menjadi tema perpisahan. Terbukti prestasi juara yang diraih Rara itu tidak lepas dari belajar dan usaha keras siswa didukung guru dan orangtuanya. No pain no gain. Tidak ada sukses tanpa kerja keras. Seperti peribahasa berakit-rakit ke hulu berenang renang ke tepian. Belajar dengan keras dulu, meraih prestasi kemudian.

Iklan

7 pemikiran pada “Mendadak Berikan Sambutan Saat Perpisahaan kelas 6

  1. Fasya El-Syahid

    Meski mendadak, sambutannya penuh makna. Ini menandakan pak yudhi sudah terbiasa berbicara dimuka umum… keren…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s