Jual Logam Mulia untuk Bayar Utang dan Biaya Sekolah Anaknya

“Nggak sayang, Pak, LM-nya dijual? Kenapa nggak digadai saja?”tanya staf kepada seorang bapak saat berada di salah satu loket pegadaian.

“Lagi perlu biaya buat bayar hutang dan biaya anak sekolah, Mas”kata sang bapak.

Uang tunai lima juta dua ratus lima puluh ribu rupiah pun berpindah tangan dari petugas pegadaian ke tangan sang bapak. Hasil menjual 10 gram logam mulia berbentuk batangan yang dibelinya setahun lalu.

Uang itu rencananya akan digunakan untuk melunasi sekaligus tiga bulan angsuran kredit sepeda motor. Selama ini pembayaran angsurannya tiap bulan lancar. Tidak sampai menunggak berbulan-bulan. Tapi pada bulan Ramadhan ini sang bapak sudah bertekad untuk melunasi sisa hutang tiga bulan selanjutnya.

Selebihnya uang yang ada digunakan untuk membayar SPP dua anaknya yang masih SD. Juga persiapan dana anak sulungnya yang tahun ini memasuki bangku kuliah dan satu anaknya lagi yang masuk SMU.

Kalau dipikir memang terasa sayang menjual emas batangan, karena kepemilikan barang tersebut akan berpindah dari sang bapak ke kantor pegadaian. Bisa jadi apa yang telah diputuskan sang bapak tersebut termasuk hal yang tidak biasa.

Biasanya kalau seseorang perlu uang tunai dan datang ke pegadaian, yang dilakukan adalah menggadaikan barang berharga yang dimiliki. Setelah ditaksir oleh petugas, pemilik barang akan mendapat uang tunai sebesar 80-90% dari taksiran nilai barang. Kemudian sang pemilik barang harus menebus barangnya dalam waktu tertentu dengan bunga yang sudah ditentukan setiap bulannya.

Bisa jadi sang bapak mengambil keputusan menjual logam mulianya dan bukan  menggadaikan karena tidak ingin dibebani hutang. Tidak ingin membuat masalah baru. Masalah hutang sebelumnya selesai dan biaya anak sekolah tercukupi, tapi dia masih punya tanggungan untuk melunasi hutang menggadaikan logam mulianya.

Dia harus menyiapkan sejumlah uang untuk membayar hutang tersebut dan bunganya sesuai jatuh temponya.

“LM-nya dijual, nanti kalau ada rejeki lebih bisa beli lagi ya, Pak”komentar petugas pegadaian lainnya

“Betul, Mas, saya setuju pendapat itu”kata sang bapak mengakhiri percakapan dan menyerahkan uangnya ke sang istri yang menunggu di kursi antrian.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s