Menabung dulu, Magang di Perusahaan Kemudian

‘Karena kondisi perusahaan sedang sulit, untuk mahasiswa magang tidak ada lagi bantuan transport”kata pimpinan perusahaan.

Sebuah keputusan yang harus diambil ketika aliran kas perusahaan tidak lancar seperti tahun-tahun sebelumnya. Biasanya, setiap mahasiswa yang magang mendapat bantuan uang transport pergi pulang dari kantor cabang ke lokasi di lapangan. Yang ditempuh sekitar 12 jam perjalanan darat.

Selain itu, mahasiswa – mahasiswa yang magang itu sebelumnya juga mendapat perbekalan makanan ketika menginap di hutan. Beras, minyak goreng, sarden, korned, indomie dan susu. Selama sekitar 1,5 bulan di lapangan pun gratis untuk akomodasinya.

Namun saat ini dua macam bantuan perusahaan tersebut sudah tidak ada lagi. Akankah para mahasiswa itu tetap akan memilih magang kerja dengan kondisi bantuan yang jauh berbeda? Jika saya jadi mereka, saya akan tetap berusaha bisa magang di perusahaan.

Tidak hanya dari sisi memenuh kewajiban atau persyaratan kelulusan. Namun ada nilai-nilai dan pengalaman baru yang akan saya dapatkan sewaktu magang. Melihat dan melakukan langsung bagaimana beradaptasi dengan lingkungan kerja. Menyusun rencana magang, berinteraksi dengan orang-orang baru, belajar memecahkan masalah, mempersiapkan materi presentasi, juga mendapatkan informasi terbaru yang belum tentu di dapat di bangku kuliah.

Terus gimana dengan biayanya jika perusahaan tempat magang tidak lagi menanggung biaya transport dan makannya? Di sinilah mahasisswa diuji kreativitasnya. Bisa saja mahasiswa sejak semester pertama menabung. Biasanya praktek kerja atau magang dilaksanakan pada semester akhir, seperti semester 8 atau 9.

Jika mahasiswa bisa menabung 10 ribu rupiah saja sehari, sebulan dia sudah bisa mengumpulkan 300 ribu rupiah. Setahun terkumpul 3,6 juta rupiah. Selama empat tahun dia sudah punya tabungan untuk magang 14,4 juta rupiah. Jumlah yang lebih dari cukup untuk membiayai praktek kerja, mulai dari biaya transportasi pergi pulang dan makannya.

Dengan cara seperti itu, dalam kondisi perusahaan seperti apa pun, mahasiswa tetap bisa magang. Yang diperlukan adalah kemauan mahasiswa untuk memulai berakit-rakit ke hulu berenang-renang ke tepian. Mau menyisihkan uang dan menabung dulu, supaya bisa magang kemudian.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s