Menghindari Berutang dan Segera Membayar Tunai

“Beli tahunya sepuluh biji, Mak”kata saya ke mak Nisa.

Dia istri karyawan yang rajin jualan tahu dan tempe. Hampir setiap hari dia datang ke mess karyawan, dapur dan tempat kerja. Ditemani  kerabatnya  yang masih muda yang membawakan dagangan dan melayani pembeli.

Sebiji tahu dijual seribu rupiah dan tempe dua ribu rupiah per buah. Biasanya saya beli sepuluh biji tahu. Untuk lauk makan malam atau sahur di dapur kantor. Terkadang juga saya bawa ke rumah. Digoreng buat cemilan buka puasa.

Setiap jualan, dagangannya sering laris. Tahu dan tempe buatannya sendiri memang beda dibandingkan produk sejenis yang dijual di pasar. Ukuran tahunya lebih tebal.

Kalau pas saya beli tahunya dan nggak bawa uang, mak Nisa sering bilang,”Bayarnya nanti saja. Bisa besok-besok”. Wah, saya sendiri yang jadi rikuh. Sudah ambil barang kok belum bayar. Rasanya ada beban kalau punya utang. Bergegas saya pulang ke kamar dan mengambil uang untuk segera membayar. Karena saya pikir dia perlu uang untuk diputar lagi buat jualan.

Apalagi ketika mak Nisa pernah mengatakan uang hasil jualannya itu sebagian untuk biaya anaknya sekolah. Rasanya nggak tega kalau saya belanja dengan berhutang kepadanya.

“Mak Nisa”teriak saya ketika dia menuruni tangga hendak pulang. Dia berhenti dan membalikkan badan.

“Ini uangnya untuk beli tahu”kata saya sambil menyerahkan selembar sepuluh ribuan.

Dia menjawab,”Ya. Bisa besok-besok bayarnya nggak apa-apa”.

Ah, mak, saya ingin bayar sekarang. Karena saya menghargai jerih payahmu setelah membuat tahu dan menjualnya dengan berjalan kaki naik turun tangga.

4 pemikiran pada “Menghindari Berutang dan Segera Membayar Tunai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s