Ibu Penjual Soto Ayam yang Baik Hati

Jpeg

Tiga hari lalu, saya sekeluarga mengantar Nadia ke bandara Supadio. Pagi jam 05.00 sudah berangkat dari rumah. Mepet juga dengan waktu keberangkatan pesawat Kalstar ke Semarang jam 06.15. Beruntung lalu lintas agak sepi jadi gak sempat kena macet.

Sampai di bandara jam 05.20. Setelah istri dan anak-anak turun dari mobil kecuali Andra, saya cari tempat parkir mobil. Saya kira Nadia sudah masuk ruang check in, rupanya dia sama istri, Aysha dan Nabil masih berdiri di depan lorong masuk ruang check in. “Mau pamitan dulu sama papanya”kata istri saya.

Ini keberangkatan kesekian kali Nadia ke Jogja lewat Semarang. Awalnya dia mau ikut tes Ujian Mandiri di Undip tanggal 16 Juli, setelah upayanya ikut SBMPTN dan UTUL di UGM belum berhasil. Namun rencananya dia batalkan karena lebih memilih ikut tes tertulis di UNY Jogja.

Ada satu lagi seleksi yang sebelumnya dia ikuti. Seleksi Mandiri Prestasi di UNY. Data-data raport semester 1-5 selama SMU sudah diinput. Namun, informasi yang saya terima kemarin, dia belum diterima lewat jalur itu. Nggak putus asa, dia masih mau mencoba lewat jalur seleksi tertulis yang tesnya tanggal 24 Juli 2016.

Kami berlima menunggu sampai pesawat lepas landas di ruang anjungan yang lokasinya sebelah kanan bandara. Berada di dekat konter maskapai penerbangan. Setelah pesawat Kalstar terbang, kami pun berencan pulang. Tapi mengendarai mobil 25 menit dari rumah ke bandara dalam kondisi cuaca sejuk membuat perut keroncongan. Saya tawarkan ke istri dan anak-anak sarapan dulu.

Keluarga setuju. Pilihan jatuh ke deretan warung makan yang ada di sekitar bandara. Dekat dengan jalan masuk ke pangkalan TNI AU.

Setelah memarkir mobil, saya menuju ke warung Soto Solo. Pesan bubur ayam 4 porsi, soto ayam seporsi, kerupuk 9 buah dan teh manis 5 gelas. Penjualnya dua orang ibu-ibu yang ramah sekali. Tidak hanya menghidangkan pesanan dengan senyum cerah, beliau juga menanggapi obrolan kami. Apalagi ketika kami bertanya kok banyak anak-anak muda berseragam putih hitam berkumpul di depan warung. Rupanya mereka mau mendaftar di TNI AU.

Selesai menikmati hidangan yang cocok di lidah, saya berdiri dan bermaksud membayar. Ibu yang berkacamata bergegas menghitung dengan kalkulator.  Saya juga ikut melihat hitungannya.

“Semuanya 80 ribu saja”katanya.

“Lho, minuman sama kerupuknya sudah dihitung, Bu?”tanya saya 

“Itu sudah semua, mas. Kerupuknya nggak usah dihitung”

“Wah, saya kira semuanya di atas 100 ribu”kata saya dalam hati.

Saya serahkan selembar 100 ribu dan ibu itu mengembalikan dengan selembar 20 ribuan.

Walah…. baik hati sekali ibu itu. Semoga dagangannya laris ya, bu. Juga berkah berlimpah .

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s