Dulu Bekerja di Perusahaan, Sekarang Mendirikan Pesantren Tahfizh Qur’an

Jpeg

 

Nama lengkapnya Joko Supeno Mukti, A.Md. Saya memanggilnya ustadz Joko. Lulusan program D3 Fakultas Kehutanan UGM yang sempat kerja di perusahaan selama tiga tahun. Tahun 2012 -2015 pernah bekerja di bagian yang sama dengan saya di perusahaan itu.

Sewaktu kuliah di Jogja, dia sempatkan juga mondok di ponpes Krapyak. Ketika kerja di camp, dia berusaha untuk menjaga hafalannya dengan mengajar ngaji anak-anak karyawan di masjid. Biasanya selepas sholat Maghrib sampai datang waktu Isya.

Pagi hari setelah sholat subuh, dia juga rajin jadi imam dan mengaji Alquran.

Ketika saya berkunjung ke ponpesnya 4 Juli yang lalu, dia menyambut dengan hangat. Ada amanat dari masjid di camp yang harus saya sampaikan. Menyerahkan sebagian infaq dan sedekah jamaah untuk Ponpes Bustanul Qur’an yang diasuh ustadz Joko.

Tidak mudah bagi ustadz mendirikan pesantren penghafal Qur’an di Kabupaten Melawi. Ini adalah pesantren pencetak hafizh pertama di daerah tersebut.

“Saya baru paham, kenapa saya merantau ke Kalimantan, Pak”katanya menerawang. Inilah jalan  yang ditunjukkan Allah ke saya untuk mendirikan pesantren, meski saya  jatuh bangun menjalaninya.

Setelah lulus kuliah, dia kerja dulu di perusahaan. Ditugaskan menangani monitoring dan evaluasi kegiatan. Setelah tiga tahun, dia resign karena ingin mencari lingkungan yang sesuai untuk menjaga hapalan Qur’annya.

“Saya nggak langsung dirikan pesantren, Pak, setelah resign dari perusahaan. Jadi pengajar di ponpes yang sudah ada di Nanga Pinoh. Juga jualan voucher pulsa hp”ungkapnya.

Berawal dari mengajarkan ilmunya di pesantren dan berbisnis voucher itulah namanya mulai dikenal oleh masyarakat Melawi. Tak jarang undangan untuk mengisi khotbah Jumat sekaligus Imam sholat Jumat datang padanya. Apalagi Saat hari Raya Idul Fitri atau Idul Adha.

Pernah juga saat perayaan Maulid Nabi atau Isra Mi’raj di camp, pengurus masjid juga mengundang ustadz Joko untuk mengisi acara siraman rohani.

Ketika saya dan teman dari camp asyik ngobrol di kantornya, datang dua orang ibu-ibu yang memintanya untuk membacakan tahlil. Tak lama kemudian,  suami istri dan anaknya yang masih kecil menemuinya untuk menyerahkan zakat maal.

Bisnis voucher pulsanya makin laris. Dua ruko yang kini disewakan adalah anugerah Allah yang diberikan atas kegigihannya berdakwah dan berbisnis.

“Saya sekarang fokus mengembangkan pesantren. Tahun ini juga buka SMP Islam Terpadu. Untuk pengelolaan ruko sudah saya serahkan ke orang lain”katanya

Sempat juga ustadz Joko mengajak kami berdua melihat perluasan mess santri  dan wc di samping kanan masjid.

“Alhamdulillah, infaq dan sedekah dari teman-teman di camp akan dipakai untuk beli keramik”katanya.

“Jangan lupa, foto-fotonya diupload di facebook, ya Pak”pesan ustadz ketika kami minta ijin untuk memotret

Rupanya ustadz Joko termasuk rajin mengupload kegiatan-kegiatan di pesantrennya. Sebagai bukti bagi para donatur bahwa infaq dan sedekah dibelanjakan untuk keperluan pembangunan pesantren dan kegiatan belajar mengajarnya.

Saat kami pamit, sekantung plastik berisi kue-kue untuk berbuka puasa tak lupa beliau serahkan. Wah, kok malah kami yang dikasih oleh-oleh, Ustadz.

 

 

 

 

Iklan

4 pemikiran pada “Dulu Bekerja di Perusahaan, Sekarang Mendirikan Pesantren Tahfizh Qur’an

    1. MaKasih bro Rian, sering saya terkesan success story teman2 yg udah resign dan mencoba hal baru. Meski di awal gak mudah dan jatuh bangun dulu mereka akhirnya berhasil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s