Berwisata Sekaligus Belajar di Dermaga Sei Kakap

P_20160709_111507[1].jpg

“Nah, ini yang namanya muara. Tempat bertemunya air sungai dengan air laut. Lihat warna airnya. Beda kan,”kata istri saya menjelaskan ke Nabil.

Kata istri, anak-anak seperti Nabil yang kelas 5 SD akan lebih mudah paham pelajaran di sekolah kalau melihat langsung  obyeknya. Di sekolah dia memang dijelaskan oleh gurunya apa itu sungai, pantai, muara sesuai buku pelajaran. Tapi belum tentu anaknya mengerti.

Kesempatan  wisata ke dermaga Sungai Kakap, Kab Kubu Raya, itulah saat yang tepat untuk menjelaskan segala hal tentang pantai kepada anak-anak. Mulai apa itu dermaga, muara, kapal penangkap ikan sampai tempat pelelangan ikan. Waktu tempuh ke tempat wisatanya sekitar 45 menit dari Pontianak ke arah barat. Kondisi jalan sampai batas kota Pontianak dan kabupaten Kubu Raya mulus. Namun selepas itu, beberapa tempat berlubang.

P_20160709_111632[1].jpg

“Ini gunanya untuk apa, Pa,?”tanya Nabil lagi sambil menunju  patok semen yang dibuat di sepanjang dermaga.

“Itu untuk menambat tali tambang kapal  supaya nggak hanyut kapalnya,”jawab saya.

Sayang sekali waktu kami datang ke dermaga itu, sudah agak siang. Sekitar jam 11.00, jadi nggak bisa melihat ramainya aktivitas pelelangan ikan. Kegiatannya sudah selesai dan hanya ada sekitar  3 orang yang sedang membersihkan ikan di keranjang.

Sebelum ke dermaga, kami menuju ke salah satu restoran yang berada di atas pantai. Dari lokasi parkir, kami berjalan melewati lorong jalan yang terbuat dari tiang dan papan kayu menuju beberapa gazebo.

P_20160709_111744[1].jpg

Waktu kami datang sekitar jam 10,  masih sepi. Belum ada pengunjung lainnya. Beberapa karyawannya bahkan baru datang,membersihkan meja dan yang lainnya membawa sayuran ke dapur. Akhirnya kami hanya pesan minuman. Jus buah dan es teh karena kelamaan kalau harus pesan makanan.

Cuma yang agak janggal, waktu saya pesan es kelapa muda. Pelayannya langsung menjawab nggak ada.

Dalam perjalanan pulang saya bilang ke istri dan anak-anak,”Restoran di tepi pantai yang di seberang tempat parkirnya banyak pohon kelapa milik warga, tapi saat itu nggak ada minuman kelapa mudanya. Aneh,”

 

 

 

8 pemikiran pada “Berwisata Sekaligus Belajar di Dermaga Sei Kakap

  1. Assalamualaikum… Masih ingat saya nggak ya? Bersyukur langsung Nemu postingan mas Yudhi. Pasti dah kelewatan banyak cerita nih saya. Kelamaan vakumnya .
    Wisata nya asyik yah.

  2. Dyah

    Ternyata bertetangga. Saya Banjarmasin. Tapi belum pernah ke wisata pantai yang ada di sini. Anak2 malah yang sudah pernah sama guru gurunya…

    Setuju bahwa aneh rumah makan Tepi pantai nggak ada es degan…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s