Berusaha Memenuhi AMANAH Ibu Mertua

Jpeg

Selagi orangtua masih hidup, tak ada salahnya kita berusaha memenuhi apa yang dimintanya. Salah satunya ketika ibu mertua meminta supaya diadakan selamatan sekaligus syukuran di rumah di Pontianak.

“Adakan syukuran, undang ustadz dan tetangga, juga baca surat yasin”kata istri saya menirukan pesan ibunya.

Selama kurang lebih lima belas, tahun tinggal di kompleks perumahan, baru sekali saya adakan selamatan. Sewaktu hendak pertama kali menempati. Saat itu kami undang anak-anak panti asuhan dan juga tetangga.

Untuk yang kedua kalinya, alhamdulillah amanah dari ibu mertua bisa dilaksanakan. Sewaktu saya ke pontianak untuk tugas, saya dan istri sempatkan mengadakan acara syukuran rumah.

Acaranya malam hari setelah sholat Isya, menyesuaikan dengan kondisi di lingkungan perumahan. Awalnya mau diadakan setelah sholat maghrib, tapi waktu menyampaikan undangan ke tetangga, ada yang menyarankan supaya waktunya sehabis Isya. “Kalau habis maghrib, waktunya mepet dengan sholat Isya”katanya.

Saran tersebut kami setujui dan undangan yang saya buat dari camp dan diemail ke Pontianak diubah lagi oleh istri. Saya pun hubungi pak ustadz menyampaikan perubahan jadwal jamnya.

Ustadz yang diundang biasa mengisi pengajian majelis taklim di perumahan. Beliau sebelumnya juga pernah mengisi bulan Ramadhan di camp. Setiap tahun, pengurus masjid menundang tiga ustadz dari Pontianak untuk memberikan siraman rohani buat karyawan yang tinggal di beberapa lokasi camp.

Alhamdulillah, acara yang diadakan berjalan lancar. Sebagai tuan rumah, saya membuka acara dengan menyampaikan maksud diadakannya syukuran sebagai tanda syukur kepada Allah SWT atas berbagai nikmatnya yang tak terhingga dan mohon diberikan keselamatan dan perlindungan.

Kemudian saya meminta pak Ustadz Muhtadin memimpin untuk pembacaan surat Yasin dan diakhiri dengan doa. Setelah itu, beberapa tetangga mengobrol dengan pak Ustadz sambil menikmati cemilan. Sebelum pulang, kami juga menitipkan oleh-oleh berupa nasi kotak bagi setiap orang.

Saya dan istri bersyukur bisa menunaikan amanah orangtua. Plong rasanya dalam hati. Selagi beliau masih hidup, pesan dan amanahnya kami usahakan ditunaikan. Kami tak ingin menyesal karena mengecewakan orangtua, apalagi ibu. Ketika sebenarnya kami bisa melaksanakan amanahnya, tapi kami tak mau, akan muncul rasa penyesalan dan bersalah kepada orangtua.

2 pemikiran pada “Berusaha Memenuhi AMANAH Ibu Mertua

  1. Kalo tinggal di kampung gresik, masih banyak acara selametan macam ini tapi sejak di jakarta kayak nya dah jarang sekali liat orang sekililing bikin selametan di rumah macak ini

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s