Menikmati Kerupuk Buatan Tetangga

Jpeg

Setiap kali naik ke camp, istri sering tanya saya mau dibawain apa? Dia tanya seperti itu karena tahu saya tergolong orang yang suka ngemil. Biasanya sih dia beli roti satu box. Kalau sudah seperti itu sebagian saya masukkan tas ransel untuk dimakan selama di perjalanan. Sebagian lagi untuk stok makanan di camp.

Waktu roti di camp habis, saya cari  di lemari apalagi cemilan yang masih ada. Ada mie instan, minuman sereal dan ini dia seplastik kerupuk. Di kulkas memang masih ada kerupuk basah. Di samping kompor gas juga ada buah pisang dan sirsak yang saya beli dari ibu-ibu datang jualan ke base camp.

Melihat kerupuk masih utuh, saya ambil dan letakkan di wadah plastik untuk diangin-angin sehari. Pagi ini sebelum ke kantor, sempatkan goreng dulu krupuknya. Setelah ditiriskan, karena penasaran, saya cicipi beberapa buah, selebihnya simpan di toples. Ternyata kerupuk yang digoreng agak lama sampai sebagian berwarna coklat lebih gurih daripada yang warnanya putih.

Kerupuk yang saya goreng itu dibeli istri bukan di toko atau mini market. Tapi dari tetangga. Asalnya dari Riau, suaminya kerja di perusahaan yang satu grup dengan saya. Dia bikin sendiri kerupuk itu dengan bahan campuran ikan tenggiri. Rasanya enak sekali, gurih, kriuk-kriuk, cuma kalau mau beli harus pesan dulu. Mungkin karena dia sendiri yang mengerjakan di sela-sela waktu luang.

Usahanya memang baru skala rumah tangga, tapi kalau ditekuni pasti bisa berkembang dan dan tambah pelanggan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s