Nggak Tahan Dinginnya AC

 

Jpeg

Dibandingkan teman-teman kerja, saya temasuk orang yang nggak tahan lama-lama di ruang berAC. Pernah saya ditegur sama seorang teman yang masuk ke ruang kerja, “Ruangannya udah dipasang AC, tapi jarang dipakai”

Memang AC di ruang kerja saya jarang saya nyalakan dibandingkan yang di ruangan lain. Hanya siang hari pas cuaca terasa panas baru saya hidupkan. Itu pun kalau terasa kedinginan, saya naikkan lagi temperaturnya. Buat saya, 21 derajat Celsius sudah termasuk sejuk. Nggak terlalu dingin.

Yang agak susah waktu mau menghadap bos. Dia termasuk orang yang tahan dengan udara dingin. Di belakang meja kerjanya ada dua AC.

Kalau saya masuk ke ruangannya, saya lihat dulu AC yang mana yang menyala. Apa yang di sebelah kiri atau kanan tempat duduk bos. Kalau yang nyala sebelah kiri, saya duduk di kursi yang kanan dan lain waktu duduk di sebelah kiri kalau AC sebelah kanan yang nyala supaya nggak kena langsung.

Pernah  sekali waktu menghadap bos, ternyata AC itu dua-duanya nyala. Wah, mau duduk di sebelah mana nih? Setelah duduk, nggak lama saya kedinginan. Apalagi waktu itu belum sarapan. Untungnya bos tahu saya kedinginan, langsung ambil remote dan matikan satu AC.. 🙂 Pengertian deh bos.

Yang agak repot juga waktu perjalanan naik kendaraan umum. Umumnya orang akan memilih naik mobil yang baru kalau bepergian. Beda dengan saya, pernah saya coba naik bis DAMRI yang baru. Supirnya biasa menyebut bis biasa atau Legacy. Semuanya serba baru dan nyaman. Dugaan saya, pasti lebih enjoy kalau naik bis ini dibandingkan bis Royal yang biasa saya naiki. Apalagi harganya lebih murah. Hayoo, siapa yang nolak kalau disuruh naik bis yang baru dan harganya lebih murah dibandingkan bis lama dan harganya lebih mahal.

Ternyata dugaan saya keliru. Saya malah nggak nyenyak tidur di bis yang baru karena dinginnya. Meski sudah pakai jaket dan lubang AC di atas kepala saya tutup, tetap saja terasa dingin. Sekitar 9 jam badan terpapar rasa dingin di bis. SAmpai di Pontianak, rasa dingin itu masih kebawa di badan.

Rada kapok juga naik bis yang baru. Akhirnya kalau bepergian, selagi masih ada kursi kosong, saya tetap naik bis Royal. Lebih mahal 40 ribu gak apa-apa. Apalagi beberapa sopirnya sudah saya kenal dan mereka ramah dan sering menyapa saya kalau ketemu,”Mana kawannya yang lain?”.

Siang ini, karena cuaca panas, saya nyalakan AC di ruang kerja. Nggak lama setelah itu turun hujan. Pantas tadi mendung dan hawanya panas. Nggak lama juga hujannya, nggak sampai seperempat jam, cuaca terang lagi. Jadi ACnya yang tadi mau saya matikan, nggak jadi deh.

 

Iklan

2 pemikiran pada “Nggak Tahan Dinginnya AC

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s