Pohon Mangga Depan Rumah yang Banyak Manfaatnya

“Bu, saya boleh minta buah mangganya?”kata seorang bapak ke istri saya

“Boleh pak, petik aja. Ngomong-ngomong buat apa mangganya, Pak?”istri balik bertanya

“Buat istri yang lagi hamil, Bu. Dia ngidam buah mangga”jawabnya

Saya yang mendengar cerita itu di telepon tertawa. Rupanya pohon mangga di depan rumah itu banyak juga manfaatnya. Awalnya menanam bibit mangga waktu kami beli rumah tahun 2000. Karena belum ada pohon, istri tukang yang waktu itu merenovasi rumah membawa biji mangga dan ditanam di halaman rumah.

Setiap tahun, biasanya bulan Nopember – Desember pohon mangga itu berbuah. Kalau buahnya jatuh ke halaman rumah, biasanya istri yang mengambil dan menyimpannya. Tetapi kalau jatuhnya di luar pagar rumah, diberikan kepada orang yang lewat di depan rumah.

Andra dan Nabil juga sering naik-naik ke pohon itu. Memetik buah mangganya. Tapi sekarang sudah jarang karena banyak semut api. Jadi kalau mau memetik buahnya nggak naik-naik pohon lagi tapi pakai galah.

Nggak cuma tetangga yang minta buah mangga. Pak Ustadz yang mengajar ngaji Andra dan Nabil juga pernah kami berikan oleh-oleh buah mangga tersebut. Teman istri yang profesinya penjahit juga pernah minta buah mangga itu untuk dibuat manisan. Ketika istri main ke rumahnya, dia diajari gimana membuat manisan mangga. Setelah dicicipi ternyata enak juga. Istri pun tertarik dan mengajak anak-anak di rumah membuat manisan mangga.

Di perumahan tempat kami tinggal, sudah jarang yang memiliki pohon mangga atau pohon buah yang sekaligus menjadi pohon peneduh. Dulu waktu awal-awal menempati rumah, masih banyak pohon buah yang ditanam tetangga. Setelah rumah lamanya dibongkar, pohon buahnya juga ikut ditebang.

Ada juga tetangga yang di depan rumahnya tumbuh pohon jambu air yang pada saat berbuah hingga berjatuhan di halaman. Setelah rumahnya dijual, bangunan lama rumahnya dibongkar dan dibangun model minimalis. Pohon jambu airnya pun ditebang dan tempat tumbuhnya sekarang dijadikan taman dan garasi.

Pernah suatu kali terpikir untuk menebang pohon mangga yang ada di depan rumah karena daun-daunnya yang gugur berserakan di halaman. Tapi ide itu batal kami kerjakan karena istri keberatan,”Nanti kamar tidur kita jadi panas, Mas, nggak ada lagi yang halangi sinar matahari”.

Namun karena tajuknya terus tumbuh ke atas dan ke samping cukup lebat, kami hanya memangkasnya karena mengganggu kawat listrik.

Tahun ini, pohon mangga depan rumah itu sudah enam belas tahun umurnya. Selama itu pula banyak manfaat yang telah diberikan bagi banyak orang dan lingkungan sekitarnya. Tak hanya jadi tempat bermain anak-anak, ikut merasakan buahnya. Juga peneduh rumah, penaung kendaraan tetangga atau tamu-tamu yang diparkir di depan halaman.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s