Jual Ayam Kampung buat Pulang Kampung

Teman-teman kerja di camp sebagian asalnya dari luar Kalimantan. Jadi kalau mau pulang kampung kebanyakan naik pesawat. Rutenya bisa dari camp ke Pontianak dulu, setelah itu terbang ke Jakarta, Surabaya, Jogja, Solo, Bengkulu atau Padang.

Ada juga yang pulang lewat Palangkaraya. Perjalanannya lebih menantang. Lewat darat, sungai dan udara. Dari camp naik kendaraan ke ibukota kecamatan Bukit Raya. Setelah itu naik perahu klotok ke ibukota Kecamatan Katingan Hulu di Senamang. Lanjut lagi naik klotok yang lebih besar sampai Tumbang Hiran. Nah, dari tempat ini ada mobil taksi  menuju Kasongan dan Palangkaraya. Biasa berangkat jam 5 pagi sampai Palangkaraya jam 7 malam. 14 jam perjalanan, padahal  perjalanan dari Tumbang Senamang sampai Palangkaraya masih dalam satu propinsi, lho

Untuk ongkos pulang kampung mereka biasanya nunggu gajian. Karena akhir-akhir ini gajian sering telat, sebagian berpikir alternatif. Daripada nunggu gajian yang belum pasti, mendingan jual aset yang dimiliki. Termasuk seorang kawan yang punya ayam kampung belasan. Dia jual sepasang ayam kampung. Induk dan jagonya dibeli kepala tukang seharga 500 ribu.

Nah, waktu dia ditanya temannya pulang naik apa, dia bilang naik ayam air”katanya sambil guyon.

Temannya heran,”Ayam air? Apa ada maskapai baru?”

“Nggak, kemarin tuh ayamnya saya jual buat beli tiket pesawat buat pulang kampung “jelasnya

🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s