Jika Tarif Bisnya Sama, Maka Saya Pilih yang Servisnya Lebih Baik

Setiap bulan saya biasa naik bis super eksektutif Pontianak – Nanga Pinoh pergi pulang (PP). Ada satu bis milik BUMN dan empat perusahaan swasta  yang melayani trayek tersebut. Tarifnya pun sekarang sama. 170 ribu rupiah sekali jalan.

Nah, kalau perusahaan-perusahaan itu menawarkan tarif yang sama, pilihan saya jatuh pada perusahaan yang layanan ke penumpangnya bagus.

Saya lebih memilih bis yang agen bagian ticketingnya benar-benar melayani penumpang, sejak pesan tiket sampai saya ambil tiket di kantor agennya. Apalagi  petugasnya sampai hapal nama penumpangnya dan disambut dengan senyum ramah waktu saya mau ambil tiketnya.

Pernah sekali saya dapat kejutan. Waktu pesan tiket saya dapat kursi nomor 3 B yang bersebelahan dengan kursi 3 C. Pas saya datang ke agennya untuk ambil tiket, petugasnya bilang, bapak saya kasih kursi tunggal nomor 3 A. Tempat duduk di bis super eksekutif formasinya 1-2. Satu lajur kursi tunggal yang terpisah dengan dua lajur kursi berikutnya yang berhimpit. Bisa jadi saya dikasih nomor kursi tunggal karena saya sering naik bis itu dan duduk di kursi tunggal.

Wah, benar-benar di luar ekspetasi saya. Berarti dia tahu selera penumpangnya. Dia perhatian dengan karakter pelanggannya. Pelayanan seperti itu bagi saya lebih baik daripada saya dijanjikan kursi tunggal, ternyata kenyataannya diberi kursi ganda.

Nggak cuma itu, pernah juga waktu datang ke terminal di Pinoh, saya terlambat lapor ke bagian ticketing karena sholat Maghrib dan makan malam dulu. Karena bis berangkat jam 7, saya buru-buru masukkan tas ke bagasi dan serahkan tiket ke petugasnya di dalam bis. Melihat saya belum lapor ulang, spontan dia bilang,”Mana tiketnya, Pak. Saya bantuin lapor”

Dia bawa tiket itu terus diserahkan ke petugas lainnya di dalam terminal untuk dituliskan plat nomor bisnya. Setelah itu tiket diserahkan lagi ke saya.

Saya salut dengan sikap melayaninya sungguh-sungguh. Dia bukannya menyuruh saya yang lapor, tapi dia sendiri yang ambil keputusan membantu penumpang.

Kru di dalam bisnya juga ramah dan siap membantu penumpang. Ketika toilet di dalam bis rusak dan nggak bisa digunakan, sopir memutuskan berhenti di SPBU dan menawarkan ke penumpang yang ingin buang air. Saya lihat dua kali bis berhenti di SPBU, selain di rumah makan. Selain untuk melayani penumpang yang ingin buang air juga sekalian mengisi tangki BBM.

Nah, kalau pelayanannya di luar ekspetasi dan cepat tanggap seperti itu, bisa memberi solusi bagi penumpang di saat ada masalah,  ada semacam perasaan dalam hati saya nggak ingin pindah ke lain bis.

4 pemikiran pada “Jika Tarif Bisnya Sama, Maka Saya Pilih yang Servisnya Lebih Baik

  1. Kalau cuma beda 50 ribu, misalnya, saya pilih yang punya tarif lebih besar tapi nyaman. Itu kalau perbedaan fasilitas kenyamanannya jauh. Kalau sama persis, saya pilih yang murah hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s