Rejeki Sudah Ada yang Mengatur

Rejeki itu nggak akan tertukar. Itulah hikmah yang saya dapatkan kemarin ketika pulang dari masjid. Biasanya setelah selesai sholat subuh berjamaah, saya sempatkan dzikir dan baca Quran. Setelah itu pulang ke mess.

Waktu berjalan sampai di dekat tangga, saya bertemu mak Nisa yang jualan tempe. Kami pun ngobrol sambil menaiki tangga. Jika terasa letih, mak Nisa berhenti sebentar dan meletakkan jualannya.

“Jualan ini untuk bantu biaya anak saya yang sekolah di pondok pesantren, Pak”katanya.

Anaknya yang nomor dua sekitar setahun ini tinggal dan belajar di Pondok Pesantren Bustanul Qur’an di Nanga Pinoh. Tiap bulan dia harus siapkan  600 ribu untuk keperluan anaknya. Suaminya kerja di bagian pembinaan masyarakat.

“Bawa keripik ubi kah, Mak?”tanya saya

“Bapak perlu berapa?Ada saya titipkan di dapur”jawabnya

“Dua bungkus”

“Saya tawarkan tempe dulu ya, pak. Nanti saya ambilkan keripiknya”

Kami pun berpisah saat dia berjalan ke mess di belakang dapur untuk menawarkan jualan tempenya.

Waktu saya bersih-bersih kamar, mak Nisa datang membawa dua bungkus keripik ubi.

“Berapa, Mak?

“Satu bungkus dua puluh ribu, pak.

Dan dua lembar uang dua puluh ribuan saya serahkan kepadanya. Proses pembelian yang tanpa sengaja. Tanpa pesan dulu. Semuanya terjadi spontan. Bisa jadi itu sudah rejekinya mak Nisa. Kok ya bisa tepat bertemu saya saat di jalan. Ngobrol-ngobrol dan langsung dia sanggupi apa yang saya pesan.

Karena pernah juga waktu di Pontianak, saya mengalami hal yang sebaliknya. Saya sudah pesan cemilan 10 bungkus rempeyek ke mbak yang biasa jual jamu di warung.  Disepakati besoknya pesanan saya ambil.

Ketika besok paginya saya datang, ternyata nggak ketemu mbaknya. Saya tanya ke yang jaga di warung,”Mbak yang jual jamu kok nggak ada. Apa ada titipan rempeyek?” Dia bilang nggak ada.

Wah, mungkin belum rejekinya ya mba. Yang sudah janjian nggak terjadi transaksi, yang kebetulan bertemu di jalan malah terjadi pembelian.

Nggak jadi deh saya bawa 10 bungkus rempeyek buat oleh-oleh di camp.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s