Sosialisasi UNBK dan Bimbingan Belajar

Sudah dua kali saya hadir tahun ini di pertemuan orangtua siswa kelas XII dengan guru-guru SMU 1 Pontianak. Yang pertama waktu pembagian rapor bulan Juni. Kedua, waktu sosialisasi UNBK dan Bimbingan Belajar pada hari Jumat lalu (24/8).

Pada pertemuan kedua, awalnya acara akan diadakan di gedung amphi theater, tapi karena orangtua atau wali murid yang datang  melebihi kapasitas amphi theater, akhirnya acara dipindah ke masjid sekolah.

Presentasi disampaikan langsung oleh ibu kepala sekolah. Saya ambil posisi duduk lesehan di baris pailng depan supaya bisa melihat dengan jelas slide yang ditampilkan di layar.

Acara diawali dengan memperkenalkan wakil-wakil kepala sekolah dan para wali kelas  XII. Semuanya ada 9 orang wali kelas IPA dan 3 wali kelas IPS. Disebutkan namanya dan dilayar dicantumkan juga nomor hpnya. Sayangnya wali kelasnya Aysha di kelas XII IPS 1 nggak bisa hadir karena mengikuti acara di Kementerian Agama.

Setelah perkenalan, ada tiga topik yang disampaikan kepala sekolah. Pertama kesiapan menghadapi UNBK, kedua tentang bimbingan belajar dan yang ketiga jumlah siswa yang diterima di PTN tahun 2018.

Saya tertarik dengan upaya sekolah yang mendata kebutuhan komputer yang harus disiapkan menghadapi UNBK. Selain menyiapkan sebanyak 73 unit, pihak sekolah juga akan mendata jumlah siswa yang memiliki laptop. Data ini penting karena untuk mengetahui berapa jumlah keseluruhan komputer dibandingkan jumlah siswanya. Termasuk upaya yang akan dilakukan pihak sekolah jika jumlah komputer belum cukup.

Kepala sekolah dalam kesempatan ini juga menjelaskan ada program bimbingan belajar setiap hari Senin sampai dengan Kamis. Waktunya mulai jam 15.45 sampai dengan 16.45.  Tidak ada biaya tambahan yang harus dibayarkan orangtua ke sekolah. Orangtua atau wali murid hanya diminta menambah uang makan untuk anak-anaknya.

Pada kesempatan selanjutnya, kepala sekolah juga menjelaskan jumlah siswa yang tahun 2018 diterima di PTN. Saya cukup terkejut dengan data yang diberikan karena jumlahnya lebih dari yang saya bayangkan.

Ada 60 siswa yang diterima melalui jalur undangan atau SNMPTN. 127 siswa diterima lewat jalur tes tertulis serentak atau SBMPTN dan 36 siswa diterima lewat jalur kedinasan. Itu berdasarkan data siswa yang sudah melaporkan ke pihak sekolah.

Sebuah prestasi yang membanggakan bagi sekolah karena siswa-siswi mereka dipercaya untuk menempuh studi di PTN dan sekolah-sekolah kedinasan. Jika melihat upaya-upaya yang akan dilakukan sekolah untuk persiapan tahun 2019, saya optimis prestasi terssebut bisa dipertahankan. Dengan catatan juga siswa-siswinya mengimbangi dengan belajar sungguh-sungguh.

Acara sosialisasi seperti ini perlu karena keberhasilan siswa tak hanya ditentukan satu pihak saja tapi hasil kerjasama antara tiga pihak: sekolah, siswa dan orangtua siswa.

Selamat buat SMU 1 Pontianak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s