Wisata Murmer di Jungkat Beach dan Mempawah Mangrove Park

Rencana wisata ke Jungkat Beach dan Mempawah Mangrove Park akhirnya terlaksana juga. Anak-anak sama ibunya yang sudah lama pengin liat dua tempat itu. Ke pantai yang lebih jauh seperti pasir Panjang, Mimi Land dan pantai Kijing sudah pernah, eh malah dua wisata pantai yang jaraknya lebih dekat malah belum pernah 🙂

Tujuan wisata pertama ke Jungkat Beach. Kami berangkat tanggal 23 Desember 2018 berlima. Saya, istri, Caca, Andra dan Nabil. Mba Deanya nggak ikut karena sedang di Jogja. Edisi wisata mengisi hari libur akhir tahun. Suasana di jalan agak ramai. Lalu lintas merayap ketika melewati Jembatan Kapuas I dan Jembatan Landak. Setelah itu perjalanan lancar sampai ke Jungkat Beach. Waktu tempuhnya sekitar 50 menit dari Pontianak.

Tiket masuk di Jungkat beach 10 ribu per orang. Tapi sayangnya waktu saya bayar untuk 5 orang kok nggak dikasih karcis atau tiketnya ya sama petugasnya? Ini baru pertama kali saya sekeluarga datang ke obyek wisata ini. Setelah masuk, kami pilih duduk-duduk di saung di tepi danau sambil melihat pengunjung lainnya yang naik bebek air.

Setelah itu, kami teruskan duduk-duduk di tepi pantainya. Ada dinding pembatas setinggi sekitar 1,5 meter yang memisahkan pantai dengan tempat duduk dan meja untuk kongkow-kongkow. Di tempat ini kami pesan es kelapa muda. Harganya 13 ribu per buah. Disajikan dengan batoknya.

Di lokasi ini ada juga kolam pemancingan, rumah makan dan spot-spot untuk pemotretan. Tempat yang paling bagus sih menurut saya ya di tepi pantai itu. Kita bisa melihat laut luas sambil menikmati makanan atau minuman di bawah pepohonan yang rindang.

Setelah dari Jungkat Beach, kami meluncur ke Mempawah Mangrove Park. Waktu saya setting track di google maps, perlu waktu tempuh 3o menit dari Jungkat Beach. Karena sudah masuk waktu dhuhur, kami singgah dulu di masjid untuk sholat.

Ada yang unik waktu kami sampai di Mangrove Park. Karena lokasinya harus jalan kaki dari tepi jalan raya Mempawah – Singkawang, kendaraan harus parkir di tepi jalan raya. Dan tempat parkirnya adalah halaman Taman Makam Pahlawan 🙂 Dari lokasi ini kami jalan kaki sampai ke loket penjualan tiket. Beli tiket yang harganya 5 ribu rupiah. Nah, kalau di tempat ini petugasnya berikan tiketnya. Jadi ada buktinya.

Kalau datang ke sini pas siang hari, perlu bawa topi atau payung. Kalau nggak bawa payung, gak perlu khawatir karena di dekat tempat parkir ada penyewaan payung. Sewanya 2 ribu rupiah untuk payung kecil dan 4 ribu rupiah untuk payung besar.

Sebelum loket penjualan tiket ada peta lokasi Mangrove Park. Saya lihatnya malah setelah jalan-jalan waktu mau pulang. Harusnya sih lihat dulu ya. Ada beberapa obyek kunjungan yang menarik. Menara pandang, tempat2 selfi, dermaga, persemaian, pusat edukasi dan tempat rehat.

Di Mangrove Park ini memang kita dituntut sering jalan kaki kalau mau lihat banyak obyek. Beda dengan di Jungkat Beach yang lebih banyak duduk-duduk. Setelah lewat loket penjualan tiket ada 3 track jalan kaki yang harus kita pilih. Mau lurus, belok kiri atau belok kanan.

Kami waktu itu pilih lurus, ternyata track itu menuju ke dermaga. Ada perahu-perahu yang sedang ditambat di tepi dermaga. Ternyata ada juga yang menyewakan perahu buat pengunjung yang mau berkeliling ke pulau Penibung. Tarifnya 30 ribu per orang.

Setelah puas lihat dermaga, kami balik lagi dan belok ke track sebelah kanan dari arah dermaga. Nah, di track ini lokasinya agak rimbun karena pohon-pohonnya sudah agak tinggi. Beda dengan yang dekat dermaga, pohon-pohonnya masih setinggi kami. Di lokasi ini ada menara pandang, pusat edukasi mangrove, tempat selfi dan tempat rehat.

Selesai menikmati tempat-tempat itu, kami jalan kaki lagi ke track yang lainnya. Memutar dan menyeberangi sungai di depan loket penjualan tiket. Di sini ada tempat bagus untuk pemotretan. Lokasinya di ujung Mangrove Park. Di seberang terlihat dengan jelas pulau Penibung. Pohon-pohon bakaunya juga belum tinggi, jadi kita bisa lihat hamparan hutan mangrove dengan jelas.

Itulah dua tempat wisata alam murmer yang saya sekeluarga kunjungi. Nggak cuma melihat pemandangan alam saja, Mangrove Park selain obyek kunjungan wisata alam juga cocok buat wisata edukasi keluarga. Khususnya yang ingin melihat langsung hutan bakau. Di tempat ini kita bisa belajar apa saja jenis pohon-pohon yang tumbuh, gimana perkembangbiakannya dan apa manfaat hutan mangrove.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s