Lebih Sering Bukber di Masjid

Kalo di Pontianak, saya lebih sering bukber di rumah bersama keluarga. Beda ketika di camp. Hampir tiap hari bukber di masjid. Bertemu dengan jamaah lain. Teman kerja dan anak-anak.  Suasananya akrab.

Setelah bukber terus sholat maghrib berjamaah. Sambil menunggu waktu Isya saya gunakan waktu untuk baca Quran. Setelah itu lanjut lagi dengan sholat Tarawih dan Witir. Juga berjamaah. 11 rakaat. Setelah itu baru pulang. Sekitar jam 20.15.

Berbeda dengan pola sebelumnya. Pernah saya coba bukber di masjid, setelah itu pulang ke rumah dan makan malam. Selesai makan, berangkat lagi ke mesjid untuk sholat Isya, Tarawih dan Witir. Selanjutnya ngaji.

Ternyata ketika menjalani pola yang kedua ini, saat tarawih terasa mengantuk. Hal yang nggak saya alami sewaktu makan malamnya selesai tarawih. Badan pun terasa lebih ringan untuk sholat.

Bisa jadi karena tubuh terisi makanan seperlunya saja waktu itu. Memang waktu bukber di masjid banyak cemilan. Kurma, gorengan, kue basah. Minumannya air mineral, sirup, kopi, terkadang ada cendol atau kolak.

Saya memilih minum air putih, makan kurma dan kue basah waktu bukber. Setelah sholat maghrib dan ngaji, ngemil kue lagi secukupnya. Nggak sampai kenyang.

Ternyata pola seperti itu yang menyehatkan badan dan menyegarkan mata. Ibadah di malam hari pun bisa lebih fokus dan nggak terganggu karena mengantuk.

 

2 pemikiran pada “Lebih Sering Bukber di Masjid

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s