Dulu Mencatat Isi Ceramah, Sekarang Merekamnya

Ada pemandangan menarik di masjid Al Adh ha ketika selesai sholat Isya. Anak-anak cewek yang duduk di shaf belakang bergegas ke serambi masjid membawa HP. Satu per satu menyodorkan HPnya lewat jendela ke shaf pertama. Dibantu bapak-bapak meletakkan HPnya ke dekat ustadz. Terlihat HPnya sudah distel untuk rekam suara ustadz yang mengisi tausiyah.

Perubahan telah terjadi. Bulan Ramadhan sebelumnya, ketika mendengarkan tausiyah anak-anak itu mencatat di buku. Ada tugas dari sekolah selama bulan Ramadhan. Mencatat siapa penceramah malam itu, apa isi ceramahnya. Setelah tarawih, anak-anak itu maju dan dekati ustadz untuk minta tanda tangan.

“Siapa yang menyuruh kalian merekam ceramah ustadz?”tanya saya ketika bertemu mereka menjelang sholat subuh.

“Bu Hanny, pak”

Kreatif apa yang dilakukan anak-anak itu, Juga ide yang bagus dari gurunya. Artinya, selama bulan Ramadhan mereka punya rekaman tausiyah ustadz yang lengkap materinya. Yang suatu saat bisa dibawa-bawa dan didengarkan lagi. Di rumah, di sekolah atau di kendaraan. Yang durasinya 10-15 menit.

Merekam juga memudahkan mereka fokus mendengarkan tausiyah. Beda kalau mencatat. Konsentrasi terbagi dua. Antara memahami isi tausiyah dan mencatat poin penting ceramahnya.

Saya tersentak dan merenung, kok malah bapak-bapaknya nggak ada yang merekam tausiyahnya ya?

2 pemikiran pada “Dulu Mencatat Isi Ceramah, Sekarang Merekamnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s