Pengalaman Pertama di Bandara YIA

Pulang ke Jogja dari Pontianak biasanya saya memilih terbang dari Bandara Supadio ke bandara Adisucipto. Naik pesawat NAM Air atau Express Air. Namun, tanggal 24 Nopember lalu saya mencoba memilih naik Lion Air. Salah satu maskapai yang mendarat di bandara YIA. Berangkat dari Supadio jam 10.00. Harga tiketnya lebih murah daripada tiket pesawat yang mendarat di bandara Adisucipto.

Selain harga tiket yang lebih murah. Rasa ingin tahu alias kepo yang membuat saya memilih penerbangan ini. Ingin tahu seperti apa suasana bandara baru di Kulonprogo ini. Ingin tahu bagaimana rasanya memilih maskapai yang bawaan bagasinya dibatasi. Ingin tahu bagaimana transportasi selanjutnya dari YIA ke Jogja. Semuanya hal baru yang ingin saya ketahui dan jalani.

Sebelumnya sudah bertanya ke teman yang pernah mendarat di bandara ini. Juga saya mencari informasinya di internet. Dari bandara ke kota Jogja naik kendaraan apa? Berapa ongkosnya? Turunnya di mana?

Bekal informasi selengkap-lengkapnya sudah saya kantongi. Langkah selanjutnya adalah menjalani.

Informasi yang saya dapatkan, ada armada DAMRI yang melayani rute dari bandara YIA  ke Jogja. Jika naik bis turunnya di kantor DAMRI di Janti.

Saat check in di bandara Supadio, petugas meminta tas traveling saya supaya ditimbang. Beratnya 6,8 kg. Masih di bawah batas maksimal 7 kg per orang. Petugas memberi tanda dengan kertas kuning bertuliskan cabin baggage. Bagasi yang diperbolehkan dibawa ke kabin.

Sesaat sebelum mendarat di bandara YIA, saya melihat pemandangan yang bagus. Ombak laut pantai selatan. Dari dalam pesawat juga terlihat landasan pacu. Seakan berdekatan dengan pantai selatan.

Saat mendarat di bandara YIA sekitar jam 12 siang, saya bergegas ke luar  pintu kedatangan dan mencari armada DAMRI. Sempat ditawari taksi online, tapi saya tolak dengan halus.

Saya berjalan lagi sampai di parkiran armada DAMRI. Setelah saya sebutkan tujuan perjalanan dan membayar ongkos 50 ribu rupiah, petugasnya mengarahkan saya ke mobil shuttle. Waktu menunggu di dalam mobil, petugasnya memberitahukan supaya saya dan penumpang lainnya pindah ke mobil lain yang berangkat lebih awal.

Mobilnya masih baru. Ada lima penumpang yang naik mobil itu. Tidak menunggu penumpang penuh, mobil berangkat ke Jogja. Di sini saya melihat lingkungan di sekitar bandara sampai dengan pintu keluar masih proses pembangunan.

Perjalanan dari bandara YIA sampai Jogja sekitar 1,5 jam. Saya dan dua orang penumpang turun di jalan Ahmad Dahlan dekat perempatan Malioboro. Penumpang sebelumnya turun di Gamping.

Satu orang turun di depan rumah sakit PKU Muhammadiyah. Dari tempat itu saya lanjut perjalanan ke rumah bapak ibu mertua menggunakan taksi online. Ongkosnya 30 ribu.

Ada yang masih bikin saya penasaran.  Perjalanan sebaliknya. Dari kota Jogjakarta ke bandara YIA. Ini yang saya harus cari informasi dan praktekkan lagi 🙂

4 pemikiran pada “Pengalaman Pertama di Bandara YIA

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s