Wisata Religi di Ponpes Al Bahjah Cirebon

Tahun 2018 ketika ngobrol dengan teman SMP, saya pernah bilang,”Nanti kalau ke Cirebon lagi saya mau kunjungi Ponpes Al Bahjah dan Sentra Batik Trusmi”

Setahun sebelumnya, di bulan Maret 2017, saya berkunjung ke Cirebon. Menghadiri reuni 30 tahun SMP 5 alumni tahun 1986. Pada waktu itu karena hanya semalam di Cirebon, tidak cukup waktu untuk berkunjung kedua tempat tadi. Sampai di Cirebon sore hari, diajak bertemu dengan teman-teman yang sedang futsal. Setelah itu kembali ke hotel. Malamnya diajak ke tempat reuni untuk melihat persiapannya. Setelah itu menikmati kuliner mie koclok di jalan Lawanggada.

Pagi harinya sudah dijemput teman untuk hadiri reuni mulai jam 9 pagi sampai jam 3 sore. Selesai reuni diantar teman ke stasiun Kejaksaan. Pulang ke Semarang naik kereta.

Kesempatan ke ponpes Al Bahjah baru terlaksana waktu saya ke Cirebon tanggal 29 Nopember tahun lalu. Berangkat dari Semarang naik kereta Ciremai jam 17.40. Sampai di Cirebon sekitar jam 21.00. Dijemput teman SMP dan diajak ngobrol di salah satu cafe dekat pertigaan jalan Siliwangi dan jalan Slamet Riyadi. Pulang ke hotel sekitar jam 23.00. Setelah itu istirahat dan bangun jam 04.00. Saya sempatkan sholat subuh di masjid At Taqwa.

Sekitar jam 06.00 saya naik ojol ke ponpes Al Bahjah. Ongkosnya 25 ribu. Jaraknya sekitar 10 km dari masjid At Taqwa. Sampai di ponpes sekitar jam 06.30. Suasana  tempat kajian masih sepi. Saya manfaatkan waktu untuk melihat-lihat lingkungan ponpes Al Bahjah.

Di depan pintu masuk, saya berjalan ke arah mess santri yang berupa gedung bertingkat. Terlihat para santri bermain bola di lapangan yang juga berfungsi sebagai halaman parkir mobil. Setelah itu saya berwudhu dan masuk ke ruangan  acara kajian.

Saya dapat tempat di shaf kedua. Cukup jelas melihat tempat ustadz memberikan taushiyah. Waktu itu saya berharap bisa melihat langsung taushiyah Buya Yahya. Ternyata beliau berhalangan hadir pada hari itu. Jadwal taushiyahnya diganti oleh dua orang ustadz yang menyampaikan dua materi kajian.

Sekitar satu jam saya mengikuti kajian. Saat kajian tahap kedua berakhir, saya keluar dari ruangan karena waktu sudah menunjukkan jam 08.15. Saya harus siap-siap untuk mengikuti acara berikutnya. Hadiri reuni 30 tahun SMA 1 alumni 1989.

Sebelum pulang, saya sempatkan sarapan di warung di ponpes. Yang menarik yang melayani pembeli itu para santri. Banyak keluarga yang singgah ke warung ini untuk makan dan minum. Saya beli nasi kuning sebungkus. Harganya hanya 2 ribu rupiah. Murah banget. Selesai sarapan saja sempatkan lagi melihat-lihat lingkungan ponpes di dekat pintu keluar. Setelah itu pesan ojol untuk kembali ke hotel.

Perjalanan pulang ke hotel, driver menempuh rute yang berbeda dibandingkan waktu berangkat. Saat pergi, saya melewati rute jalan Kartini -jalan Dokter Cipto – jalan Kanggraksan – jalan Kalitanjung – jalan Pangeran Cakrabuana dan belok kanan ke ponpes Al Bahjah.

Pulangnya lewat jalan Pangeran Cakrabuana –  jalan Sultan Ageng Tirtayasa – jalan Pilang – jalan Slamet Riyadi – jalan Siliwangi.

Ketika di jalan kenalan dan ngobrol dengan driver ojol, tak disangka-sangka ternyata dia kakak kelas waktu SMP. Tiga tahun di atas angkatan saya. Obrolan pun berlanjut seputar masa sekolah dulu. Dia masih ingat guru bahasa Inggris, pak Ali Khusnan, yang ternyata juga mengajar saya dan teman-teman waktu kelas 2.

Tak terasa obrolan berakhir ketika kendaraan sampai di halaman hotel Cordova di depan stasiun Kejaksan.

Sebuah perjalanan yang sangat berkesan. Tidak hanya mendapat ilmu di pengajian, namun juga bertemu teman-teman lama yang tulus dalam menjalin persahabatan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s