Menunya Sederhana, Rasanya Bikin TERLENA

Jpeg

Salah satu menu makanan yang saya sukai adalah lalapan atau rebusan sayuran dan goreng ikan. Seperti yang saya nikmati waktu makan malam. Menunya sederhana kok, rebung dan daun ubi yang direbus, ikan nilai goreng dan sambel terasi. Tentu saja dengan nasi putih hangat.

Sayurannya saya beli dari ibu yang menawarkan dagangannya di depan kantor. Macam-macam sayuran yang dijual seperti daun ubi, rua (bagian empulur rotan), rebung, cabai, pakis, jamur dan juga buah pisang, sirsak dan pepaya.

Menu khas sayuran yang dipetik dari kebun, ladang dan hutan. Setelah dimasak menjadi hidangan yang lezat dan menyehatkan.

Kalau sudah menikmati menu seperti itu, nggak tahan untuk nggak nambah nasi putih. Apalagi ada lauk ikan, sambal terasi dan kerupuk. Wah, benar-benar sedap deh…

Iklan

Bangun Awal dan Rahasia Awet Muda

Ada nggak sih hubungan antara bangun awal, mandi pagi dan awet muda? Ternyata ada. Saya lihat ada beberapa orang yang wajahnya lebih muda dari usianya. Ada seorang ustadz yang biasa ngisi pengajian di camp. Dia masih single dan usianya sudah 30 tahun lebih, tapi wajahnya seperti baru 20-an tahun. Terus ada juga salah satu bos yang umurnya 60 tahun lebih, tapi orang yang melihat banyak yang mengira dia baru berumur 50-an.

Ada juga tetangga sebelah kamar yang saya lihat hampir tiap hari bangun pagi dan olahraga di teras kamar atau keliling lapangan badminton. Wajahnya baby face, nggak nampak ketuaan meski umurnya lewat 40 tahun.

Saya menduga, orang-orang yang kelihatan awet muda itu salah satunya karena rajin bangun awal. Memang ada beberapa penyebab orang bisa awet muda, bisa dari makanan, pola pikir yang mengurangi stress dan rajin olahraga. Bisa juga kelihatan awet muda secara buatan setelah operasi plastik.

Namun ada satu faktor yang nggak kalah penting yang bikin seseorang awet muda, kebiasaan bangun awal. Coba narablog perhatikan, di antara keluarga, saudara atau teman-teman lain yang kelihatan awet muda? Apa sih rahasianya? Coba perhatikan kebiasaan bangun tidurnya. Bisa jadi dia lebih sering bangun awal sebelum subuh dan jarang kesiangan.

Bangun awal sekitar jam 3-4 pagi ditambah langsung mandi, terbukti bisa membuat wajah seseorang terlihat awet muda, segar dan seperti bercahaya. Beda lho dengan orang yang sering bangun kesiangan. Meski dipoles dengan tata rias yang canggih, kesegaran wajahnya terlihat berbeda dengan yang terbiasa bangun awal.

Jadi kalau ingin awet muda, rahasianya nggak mahal dan nggak susah. Cukup bangun awal, mandi dan gerakkan badan. Nah, kalau dalam agama Islam, gerak badan itu berupa sholat tahajud dan sholat subuh.

Orang Kurus pun Bisa Punya Kolesterol Tinggi

Selama ini sebagian orang beranggapan kalau kolesterolnya tinggi itu biasanya dialami orang gemuk. Ternyata faktanya nggak seperti itu. Orang kurus seperti saya pun bisa juga lho kena kolesterolnya tinggi.

Awalnya sih beberapa hari ini kepala rasanya kok berat dan agak pusing. Kalau pagi sekitar jam 9 atau 10 juga sering mengantuk. Pasti ada yang nggak beres dengan badan ini. Harus cek darah untuk tahu penyebabnya. Umur kepala empat seperti saya memang perlu segera cek kesehatan kalau ada tanda-tanda seperti itu. Idealnya sih kontrol kesehatan dilakukan rutin beberapa bulan sekali.

Setelah makan malam, saya nggak makan lagi sampai pagi. Cuma minum air putih. Besoknya, sebelum sarapan, berdua dengan teman kantor kami pun menuju klinik perusahaan.

Giliran pertama saya. Tekanan darah diukur dan kata petugas medis normal, 120/75. Terus diambil sampel darahnya. Asam urat normal, angkanya 5,3. Diusahakan angkanya jangan sampai lebih dari 7 ya. Setelah itu cek gula darah, juga masih relatif normal, angkanya 104, standarnya diusahakan dibawah 100. Rasanya sudah senang deh semuanya masih standar.

Nah, giliran diambil darah lagi untuk periksa kolesterol, perasaan hati berubah setelah petugas media bilang,”Kolesterolnya tinggi, Pak, 244”. Wah, ini rekor kolesterol tertinggi, karena sebelumnya saya pernah kena  sampai 242.

“Saya nggak kasih bapak obat, bapak atur pola makan saja. Kurangi yang digoreng. Juga olahraga teratur”saran petugas medis.

Sejak itu, makanan yang digoreng saya kurangi. Kalau makan telur, direbus dulu, putih telurnya saja yang saya makan. Kuning telurnya disedekahkan ke teman. 🙂

Nah, bagi yang punya badan kurus atau langsing, jangan senang dulu ya atau merasa nggak mungkin kena kolesterol tinggi. Juga yang masih muda-muda, jangan lupa juga cek kesehatan. Semakin awal kita tahu penyebab gejalanya, semakin dini juga kita tahu gimana mengatasinya.

Kopdar Terunik dan Tersingkat

Kopi darat tanpa ngopi. Seperti itu status yang tertulis di BBM salah satu blogger setelah ketemu saya dalam waktu yang singkat.

Ide untuk ketemu alias kopi darat dengan kang Zainal mungkin cukup unik. Biasanya kalau kopdar, kita ketemu di café, rumah makan atau tempat-tempat nongkrong lainnya. Tapi waktu saya kopdar sama dia, ketemunya di depan warung makan. Bukan di dalam warung makan sambil menikmati segelas kopi panas kental manis atau secangkir teh hangat. Waktunya juga cukup singkat, sekitar tiga menit saja.

Kopdar di depan warung makan? Benar. Ini true story. Kok, ketemunya di depan warung makan. Kenapa nggak sekalian di warung makannya? Mungkin seperti itu pertanyaan teman-teman blogger. Ingin tahu ceritanya?

Sebenarnya sudah lama saya ingin kopdar sama kang Zainal. Demikian juga sebaliknya. dia sering tanya kapan ya kita bisa kopi darat. Karena udah lama kenal dan belum pernah kopdar, akhirnya muncul ide unik untuk kopdar.

Waktu itu di BBM, kang Zainal bilang kalau mau mengajukan proposal sumbangan untuk membangun asrama santri di dekat tempat tinggalnya. Saya bilang ok dan nanti kalau ketemu, proposalnya saya bawa dan edarkan ke teman-teman di camp.

Cuma yang nggak mudah itu menentukan kapan ketemunya. Sampai akhirnya tercetus gagasan untuk menjemput proposal. Menjemput proposal? Ya, bukan proposalnya yang diserahkan kepada saya. Tapi saya yang menghampiri kang Zainal untuk mengambil proposalnya.

Lewat BBM, komunikasi pun berjalan intensif. Minggu pagi 7 Juni saya kirim pesan buat dia.

“Saya hari ini mau ke Pontianak. Naik bis Damri yg berangkat jam sembilan pagi. Kira-kira jam 10 sampai Pandan.

Proposalnya disiapkan ya”kata saya

“Ya, Mas. Saya ambil dulu proposalnya di pondok”jawabnya

“Nanti kita ketemu di depan masjid ya. Nanti saya bilang sama sopir bisnya supaya berhenti sebentar”pesan saya lagi.

“Kalau bisa, bisnya berhenti di depan warung makan bu Karti, Mas. Saya tunggu di situ”jawabnya.

“Ok, kalau sudah lewat depan Brimob akan saya beritahu”balas saya.

Waktu itu itu saya belum paham kenapa kang Zainal kok maunya nunggu di depan warung makan Bu Karti dan bukan di depan Masjid.

Sampai di simpang Pandan, bis pun berjalan pelan. Saya yang duduk di kursi 4A bersiap-siap turun dari bis.

“Berhenti sebentar di depan warung bu Karti, mas”pinta saya ke sopir bis.

Bis pun menepi, saya berjalan melewati beberapa penunpang yang duduk di antara supir dan pintu bis. Setelah sopir kedua membukakan pintu, saya bergegas turun

“Alhamdulillah, akhirnya kita bisa juga ketemu”kata saya. Rupanya kang Zainal sudah berdiri di depan pintu. Begitu saya keluar dari bis langsung disambut dengan senyumannya hangat.

“Wah, nggak nyangka bisa ketemu ya. Ini proposalnya, Mas” katanya sambil menyodorkan satu map berisi proposal sumbangan.

Setelah membaca sekilas, saya bilang,”Proposalnya saya bawa ke camp, ya”. Saya pun pamit. Masuk lagi ke dalam bis dan melanjutkan perjalanan ke Pontianak. Benar-benar proses kopdar yang cukup singkat dan unik.

Bis pun perlahan bergerak lagi dan ketika melewati ujung warung makan bu Karti, saya baru paham mengapa Kang Zainal ingin kopdar di tempat itu. Rupanya dia juga nggak ingin jauh-jauh dari tempat jualannya yang berada di samping rumah makan bu Karti.

Di dalam bis, saya tulis pesan lagi,”Wah, kalo tahu jualan es buah, tadi saya pesan jus melon atau tomat. Saya suka minum jus, Kang”

Dia pun menjawab,”Kalau tadi pesan, saya siapkan seporsi, Mas, untuk di perjalanan”

7 Langkah Mudah Berinvestasi Kesehatan

Road To 64

Selama ini kita sering mengartikan investasi dengan menanamkan uang dalam bentuk deposito, saham, tanah, logam mulia dan properti. Dalam hal ini investasi lebih kita pahami sebagai upaya untuk meningkatkan aset berupa harta yang kita miliki. Caranya dapat dilakukan dengan menyisihkan setiap bulan sebagian penghasilan yang kita dapatkan dari bekerja.

Tujuannya adalah dalam jangka waktu tertentu, kita menginginkan imbal hasil yang dapat digunakan untuk memenuhi rencana keuangan kita, misalkan untuk biaya kuliah anak-anak atau biaya hidup ketika pensiun.

Namun pernahkah kita menyadari bahwa menjaga kesehatan adalah juga bagian dari investasi? Berbeda dengan berinvestasi dalam bentuk materi, hasil investasi kesehatan yang kita lakukan adalah dapat mengurangi resiko terserang penyakit yang muncul ketika memasuki usia tak produktif serta biaya-biaya pengobatannya.

Apa yang kita lakukan saat ini terkait dengan pola makan dan pola hidup akan mempengaruhi kesehatan kita pada saat usia lanjut. Kita tentu ingin agar kelak ketika memasuki usia 60-an badan kita tetap sehat. Juga tidak dibebani dengan berbagai penyakit yang memerlukan biaya mahal untuk mengobatinya yang muncul akibat kurangnya berinvestasi menjaga kesehatan pada saat usia produktif.

Apa saja hal-hal perlu kita lakukan yang dapat menjadi investasi kesehatan bagi diri kita? Berdasarkan pengalaman beberapa orang yang pernah saya temui, ada kebiasaan-kebiasaan yang mereka lakukan secara kontinu dan konsisten sehingga mereka memiliki umur hingga 60 tahun ke atas dan jarang terserang penyakit. Beberapa kebiasaan yang baik tersebut adalah:

1. Tidak Merokok
Cukup banyak kerugian yang ditimbulkan akibat merokok bagi kesehatan badan. Berbagai himbauan dan peringatan tentang akibat buruk merokok yang disampaikan melalui media elektronik, media cetak maupun dalam kemasan bungkus rokok nampaknya belum membuat jera bagi para perokok.

Merokok bagi sebagian orang memang terasa nikmat namun dampak yang ditimbulkan rokok bersifat merusak kesehatan terutama penyakit jantung koroner dan kanker paru-paru. Tentu kita tak ingin pada saat usia-usia lanjut justru terkena penyakit tersebut yang membutuhkan biaya besar untuk penyembuhannya. Oleh karenanya, pilihan saya untuk tidak merokok adalah salah satu investasi hidup sehat.

2. Lebih Banyak Makan Sayuran dan Buah-Buahan
Salah seorang bos saya di kantor saat ini lebih sering mengonsumsi sayuran dan buah-buahan. Sayuran terutama yang berwarna hijau seperti bayam, sawi dan kacang panjang sering disantap saat sarapan, makan siang maupun makan malam. Memang usianya sudah memasuki kepala enam, namun tekadnya untuk menjaga kesehatan patut diacungi jempol. Tak hanya itu, jus buah jeruk juga menjadi konsumsi ketika pagi hari sebelum sarapan.

Kebiasaan mengonsumsi lebih banyak sayuran dan buah-buahan tersebut saat ini saya tiru. Pola makan saya ubah. Saya lebih memilih ikan, tahu, tempe atau sayuran dan mengurangi konsumsi daging merah dan olahannya. Terkadang saya pesan ke istri supaya memasak sayur yang berkuah atau membuat gado-gado. Di kantor, saya juga berpesan kepada kepala dapur supaya menu makannya perlu diselingi dengan yang bahannya lebih banyak dari sayur seperti membuat nasi pecel atau lalapan yang berisi daun ubi, kacang panjang, sawi plus sambal.

Saya nggak menduga rupanya menu lalapan sayur segar itu juga disukai teman-teman kerja. Meski saat ini usia saya baru 43 tahun, namun dengan memilih lebih banyak makan sayur dan buah-buahan, ini adalah bentuk investasi agar kelak ketika diberikan umur panjang oleh Tuhan hingga 60 tahun, saya masih memiliki badan yang sehat.

IMG01920-20140802-2005

3. Lebih Sering Menyantap Makanan yang Direbus
Pola makan warga masyarakat di desa yang lebih sering menyantap makanan yang direbus sebenarnya baik bagi kesehatan karena mengurangi konsumsi minyak goreng. Jagung, kacang, ubi dan singkong rebus adalah beberapa makanan tradisional yang saat ini sudah jarang dikonsumsi warga di kota. Sebagai gantinya mereka lebih banyak menyantap makanan yang digoreng atau dibakar.

Mengenai makanan yang direbus ini saya punya cerita menarik. Pemilik perusahaan di mana saat ini saya bekerja, makan makanan yang direbus sudah menjadi menu rutin sehari-hari. Setiap kali makan beliau pasti minta ada hidangan yang direbus. Tak heran di usia yang sudah mencapai 80 tahun, jika melihat postur tubuh dan raut wajahnya beberapa orang mengira dia masih berusia 60 tahun. Saat ini saya pun mencoba untuk membuat variasi cara mengolah makanan. Mengurangi konsumsi makanan yang digoreng dan dibakar kemudian membiasakan menyantap makanan yang direbus seperti telur, ubi cilembu dan jagung manis.

4. Aktif Melakukan Kegiatan Fisik
Selain mengatur pola makan, hal lain yang perlu kita biasakan adalah sering melakukan aktivitas fisik. Ada banyak aktivitas fisik yang bisa kita pilih dan jalankan secara rutin di mana pun kita berada. Bagi yang lebih banyak bekerja di kantor dan duduk berjam-jam menghadap layar monitor, mengurangi penggunaan lift dan memilih berjalan kaki menggunakan anak tangga adalah kebiasaan yang perlu dilakukan. Beristirahat sejenak dan berjalan-jalan ke bagian atau ruangan lain adalah juga kegiatan yang bisa dipilih.

Para traveller atau profesional yang sering bepergian menggunakan pesawat dan tak punya banyak waktu untuk berolahraga, memilih berjalan kaki menuju pintu keluar ruang kedatangan dan tidak menggunakan eskalator adalah keputusan bijak untuk membiasakan melakukan olahraga ringan. Bahkan pada saat menginap di hotel, mereka dapat menggunakan fasilitas fitness centre atau kolam renang untuk tetap menjaga kebugaran tubuh.

Bagi umat Islam, ada ibadah ritual yang sebenarnya mengajak kita untuk lebih banyak beraktivitas fisik. Contohnya adalah sholat. Filosofi sholat dari sisi kesehatan adalah hampir mirip dengan olahraga senam. Sholat memungkinkan anggota badan mulai dari kepala hingga kaki tetap aktif bergerak dalam waktu-waktu tertentu secara teratur.

Tak hanya itu, bagi yang sering melaksanakan sholat berjamaah, aktivitas berjalan kaki dari rumah ke masjid juga selain bernilai ibadah juga memiliki fungsi kesehatan. Hal tersebut yang beberapa bulan ini saya jalani terutama pada saat sholat subuh. Setelah berwudhu di rumah, saya bergegas menuju masjid dengan berjalan kaki untuk sholat shubuh berjamaah. Waktu tempuh dari rumah ke masjid pergi pulang sekitar 20 menit dengan berjalan kaki itu saya anggap sekalian berolahraga pagi.

Berjalan kaki di saat shubuh juga memberikan kesempatan paru-paru kita untuk menghirup udara yang masih segar dan bersih tanpa polusi asap kendaraan. Apabila hal ini bisa dilakukan secara rutin Insya Allah akan bermanfaat juga dalam menjaga kesehatan badan kita.

5. Belajar dan Mencoba Hal Baru
Saya terinspirasi dengan ibu mertua saya yang meski sudah berusia di atas 60 tahun, namun rajin menggunakan smartphone untuk berkomunikasi dengan anak-anak dan menantunya. Saya salut dengan keinginan beliau untuk belajar, otak-atik gadget dan bertanya pada yang lebih muda dalam menggunakan teknologi agar tetap terhubung dengan anak-anaknya yang tinggal di lain kota.

Saat ini, setiap kali beliau berkunjung ke rumah anak-anaknya atau menghadiri acara di tempat kerabat pasti memberitahu lewat BBM. Juga ada gambar atau foto yang diupload. Nggak hanya itu, ngobrol, update status dan berkomentar dalam grup keluarga juga sering dilakukan. Karena seringnya berinteraksi di grup, beliau tahu siapa saja anak-anak dan menantunya yang rajin update dan berkomentar.

Pernah sekali ibu mertua bertanya ke istri saya,”Kenapa mas Yudhi kok jarang sekali berkomentar di grup keluarga”. Nah, lho ketahuan deh kalau saya jarang kasih komentar. Keinginan untuk belajar dan mencoba hal baru agar mudah berkomunikasi dengan anak-anak serta menantunya tersebut, bisa jadi yang membuat ibu mertua saat ini tetap fit dan sehat di usia yang mencapai lebih dari 60 tahun.

6. Mengendalikan Stres
Stres memang tak bisa dihindari oleh siapa pun. Pada kadar tertentu stres diperlukan agar diri kita termotivasi untuk meraih apa yang kita cita-citakan. Namun terkadang permasalahan dalam keluarga maupun pekerjaan yang tidak tertangani secara tuntas dapat menyebabkan stres. Oleh karena itu dianjurkan jika kita menghadapi masalah maka upayakan untuk segera diselesaikan, karena menunda pemecahan masalah sama saja dengan mengundang datangnya masalah baru.

Jika diri kita tidak mampu menyelesaikan, usahakan minta bantuan seseorang yang kita percayai. Kita bisa minta bantuan keluarga, sahabat atau berkonsultasi langsung kepada ahlinya. Beberapa orang melakukan kegiatan yang mereka sukai untuk mengusir stres. Coba ingat-ingat kembali apa saja kegiatan, hobi atau kesukaan yang selama ini jarang kita lakukan karena kesibukan sekolah atau pekerjaan. Luangkan waktu sejenak untuk pilih salah satu kita sukai seperti berolahraga, berkebun, memelihara hewan ternak, bermain musik, travelling, memasak atau membaca buku.

Untuk mengurangi stres, saya biasa memberi makan ikan yang dipelihara di belakang kamar. Melihat ikan-ikan menyantap pakan yang dilempar ke air serasa ada keasyikan tersendiri dan sejenak bisa melupakan berbagai masalah penyebab stres. Ngeblog juga aktivitas lainnya yang biasa saya lakukan untuk mengendalikan stres.

7. Berdoa
Semua yang kita lakukan di atas akan terasa lebih lengkap bila kita iringi dengan doa kepada yang Maha Kuasa. Upaya-upaya untuk menjaga kesehatan yang kita lakukan secara fisik akan terasa ikhlas, bila kita menyerahkan semua hasilnya kepada yang Maha Mengenggam jiwa dan raga kita.

Kita berdoa dan berpengharapan agar ikhtiar yang telah kita lakukan berkenan di hadapan Tuhan. Dan atas kehendakNya kita diberikan umur yang panjang serta mengisinya dengan kegiatan yang bermanfaat bagi sesama. Sebagai seorang muslim, saya berusaha untuk tidak lepas melaksanakan sholat lima waktu. Saat-saat setelah sholat itulah ucapan syukur dan doa seringkali saya panjatkan kepada Yang Maha Kuasa. Bersyukur atas nikmat yang telah diberikanNya dan memohon agar diberikan perlindungan dari gangguan serta kejahatan makhluk-makhluknya.

Artikel  ini diikutsertakan pada Giveaway Seminggu:  Road To 64

Kena Kolesterol Tinggi (2)

Gejala pusing dan kepala terasa berat gara-gara kolesterol tinggi adalah alarm. Tubuh mengingatkan saya supaya peduli dengan alarm itu. Ibarat kita di jalan raya dan naik kendaraan, terus lampu lalu lintas menyala kuning. Pertanda kalau kita harus mengurangi kecepatan dan siap-siap berhenti.

Namun terkadang, lampu kuning malah jadi sinyal bagi sebagian pengemudi untuk siap-siap tancap gas. Ngebut dan berusaha lolos sebelum lampu berubah menjadi merah. Tindakan yang membahayakan diri sendiri dan orang lain. Apa mereka nggak terpikir dengan keselamatan dirinya ya?

Alarm dalam di tubuh kita nggak beda jauh dengan lampu lalu lintas. Tugasnya mengingatkan si empunya badan. Setelah tahu kadar kolesterol cukup tinggi, saya mulai mengurangi jenis dan jumlah makanan. Nggak mau ambil resiko dengan pola makan seperti yang sekarang. Apalagi umur sudah lebih 40 tahun. Sudah saatnya menjaga pola makan biar tetap sehat dan panjang umur.

Perubahan memang harus dilakukan agar kadar kolesterol turun. Kalau dulu tiap hari makan telur yang diceplok atau didadar, sekarang dikurangi cukup dua kali seminggu. Gantinya lebih memilih tahu atau tempe. Daging-daging ayam potong dan daging merah juga dibatasi. Kalau bentuknya potongan daging ayam goreng atau ayam berkuah santan, cukup saya pandangi saja makanannya  😦

Tapi kalau ayam yang disuwir-suwir dibikin soto tetap saya makan. Porsi sayur dan buah hampir tiap hari saya konsumsi. Kalau nggak dimasak jadi sayur ya.. dibikin jus. Beli tomat dan wortel, setelah itu minta tolong ibu juru masak kantor untuk bikin jus.

Kalau lagi makan di kantor, menjaga disiplin untuk tidak makan berlebihan yang agak susah. Tiga kali sehari bertemu teman di ruang makan. Karena makannya ramai-ramai, sekitar 6-8 orang jadi harus bisa menahan godaan. Lihat teman makan telur dadar dengan nikmat…ya berusaha jangan sampai tergiur. Kalau pun kepingin ambil sedikit saja, untuk icip-icip. Tinggal pilih, mau makan yang enak-enak atau ingin kolesterol nggak melonjak

Semua kejadian tetap ada hikmahnya. Gara-gara kolesterol tinggi itulah, saya kini sering mencari artikel kesehatan. Cari informasi makanan apa saja yang masih boleh dikonsumsi dan harus dihindari. Dari hasi googling saya pun tahu, jenis-jenis makanan apa saja yang kadar kolesterolnya tinggi. Ini tabelnya.

Sekarang ini, dua minggu setelah menjalani perubahan pola makan, pengaruhnya sudah mulai kelihatan. Kepala nggak lagi terasa berat dan pusing. Pilih-pilih makanan dan makan dengan jumlah yang tidak berlebihan memang terbukti menyehatkan.

Kena Kolesterol Tinggi

Meski saya punya badan kurus, tinggal di tengah hutan dan sering olahraga, nggak jaminan nggak kena kolestrol tinggi.

Saya pikir orang yang punya kolesterol tinggi hanyalah orang yang gemuk. Ternyata tidak seperti itu. Gemuk atau kurus, tetap punya kemungkinan koleterolnya tinggi

Niat periksa darah berawal dari pusing dan kepala yang terasa berat. Sebelumnya jarang saya kena sakit kepala. Biasanya hanya masuk angin atau flu.

Karena sakit kepala ini agak aneh besoknya langsung periksa darah ke lab. Dan bukan beli obat penghilang rasa sakit.

Rencananya setelah antar anak ke sekolah, jam 7 langsung periksake lab. Rupanya tempat itu jam 6 pagi sudah buka. Saya bilang ke petugasnya kalau mau cek gula darah, kolesterol totalk, LDL, HDL, trigliserida dan asam urat.

Setelah membayar kemudian disuruh tuggu panggilan. Nggak lama proses oengambilan darah pun dimulai. Petugas menyuntikkan jarum di lengan kiri dan ditaruh dalam tabung. Terus dia bilang kalau hasilnya jam 1 sudah bias diambil.

Waktu enam jam menunggu hasil periksa darah terasa lama. Penasaran sekali kalau-kalau rasa pusing itu gara-gara kolestrolnya tinggi. Ini seperti yang dialami istri.

Dua tahun lalu dia juga mengalami gejala yang sama. Kepala pusing dan terasa berat. Setelah cek darah ternyata kadar kolesterol totalnya 244. Ini termasuk tinggi, karena nilai rujukannya adalah jika dibawah 200.

Terus gimana dengan hasil periksa darah saya? Buru-buru pengin lihat hasilnya, amplop warna putih dan kuning yang saya terima dari petugas lab langsung saya buka.

Ternyata benar. Kolesterol total saya juga tinggi, 241. LDLnya atau istilah umumnya lemak jahat juga diatas standar. Sementara kadar gula darah,HDL, trigliserida dan asam urat masih normal.

Setelah tahu kalau kadar kolesterol tinggi, ada rasa khawatir kena stroke atau serangan jantung. Saat itu yang terlintas dalam pikiran adalah gimana caranya angka kolesterol nggak makin bertambah. Harus bisa turun dan nggak bikin sakit kepala lagi.

Caranya? Silakan disimak di postingan berikutnya.