Terminal Keberangkatan Bis AKAP di Pontianak Berubah

Sudah sekitar dua bulan ini, tempat keberangkatan bis-bis Antar Kota Antar Propinsi (AKAP) di Pontianak  mengalami perubahan.

Sebelumnya kita bisa menunggu keberangkatan bis AKAP jurusan Pontianak – Sintang atau Pontianak – Nanga Pinoh  di agen bisnya. Seperti bis Damri di Jl. Pahlawan, Bis Marus dan TSM di Jl. Tanjungpura.

Namun sekarang tempat keberangkatan bis-bis AKAP itu harus langsung dari terminal karena saat sore atau malam hari bis-bis itu dilarang masuk kota.  Saya yang sebelumnya biasa naik Damri dan perlu waktu cukup 10 menit dari rumah ke kantor perwakilannya, sekarang harus menempuh perjalanan lebih jauh karena keberangkatannya dipusatkan di pool Damri di jl. Sultan Hamid dekat Jembatan sungai Landak.

Untungnya bagi penumpang  kelas yang tinggal di kota, Damri menyediakan bis pengumpan (feeder) yang menjemput penumpang dari rumah dan diantar ke poolnya. Bagi penumpang yang baru datang dari luar kota dan masuk Pontianak, Damri juga menyediakan bis pengumpan. Saya pernah berangkat dari Nanga Pinoh jam 9 pagi. Sampai di Pontianak jam 19.30. Kalau penumpang datang di kantor Damri juga akan diantar bis pengumpan kapasitas 15 orang ke poolnya.

Lumayan bisa menghemat ongkos transport dalam kota.

Lain halnya dengan bis Marus dan TSM. Tempat berkumpul penumpang di terminal Soedarso. Terminal ini pagi sampai sorenya biasa dipakai untuk oplet. Bisa juga penumpang datang ke agen bis Marus di jalan Tanjungpura paling lambat jam 18.00. Setelah itu akan diantar pakai bus pengumpan ke terminal Soedarso. Gratis.

Kalau saya biasanya dari rumah langsung ke terminal Soedarso pakai taksi online. Ongkosnya 20 ribu. Bisa saja sih saya dari rumah ke agen bis pakai taksi online atau diantar istri, terus berangkat sama-sama penumpang lain ke terminal. Cuma waktunya terbentur dengan waktu sholat maghrib. Saya usahakan sholat maghrib di rumah sama keluarga sebelum berangkat ke Pinoh.

Nah, sebaliknya kalau berangkat dari luar kota misalkan dari Sintang atau Nanga Pinoh. Saat bis sampai Pontianak sekitar jam 03.30, bis tidak stop akhir di terminal Soedarso. Kita bisa langsung turun di tempat agen bisnya di dalam kota atau turun di tempat-tempat yang kita inginkan sesuai tujuan, karena bis diperbolehkan masuk kota saat pagi.  Dari sini perjalanan ke tempat tujuan bisa menggunakan taksi atau ojek.

Ada rencana jalan-jalan ke Pontianak atau Kalbar nih?

 

Iklan

Kisah Cinta 2 Kodi, Kisah yang Menyatukan Dua Hati 

Saya nggak menyangka cerita yang berawal dari novel karya Asma Nadia ini akhirnya diangkat ke layar lebar.

Sebuah kisah nyata yang terinspirasi dari pergulatan hidup Ika Kartika, pemilik usaha fashion bermerk Keke Busana.

Adalah Rendy Saputra sang CEO Keke Busana yang juga sekaligus produser film keluarga ini.

Satu impiannya tentang film ini, akan ada 10 juta penonton yang akan menyaksikan di seluruh penjuru Nusantara.

Dan saya sekeluarga termasuk yang  mendukung dengan hadir di bioskop XXI pada saat tanggal mainnya.

Kuliner khas Singkawang, Mie Ayam Haji Aman, Hadir di Pontianak

Ada satu kuliner khas kota Singkawang yang terkenal. Mie ayam haji Aman. Saya dan keluarga belum pernah ke Singkawang. Apalagi menikmati kuliner khasnya.

Waktu jalan-jalan, hanya sampai pantai Pasir Panjang dan Sinka Island. Masih sekitar 17 km lagi kalau ke Singkawang. Jadi kalau ada teman yang pernah ke Singkawang dan kuliner mie ayam haji Aman, kami hanya mendengar saja.

Awal bulan September ini, saya terkejut sewaktu melintas di jalan Karya Baru. Di deretan ruko yang posisinya sebelah kiri jalan dari arah rumah, saya lihat ada satu pintu ruko yang dibuka untuk jualan mie ayam haji Aman. Dulu tempat itu digunakan untuk bimbingan belajar. Apa benar  ini cabang mie ayam haji Aman yang di Singkawang?

Karena penasaran, akhirnya sore hari saya ajak istri makan di situ. Anak-anak yang sudah mulai remaja nggak ada yang mau ikut. Semuanya tinggal di rumah. Sibuk dengan dunianya masing-masing.

Kami pesan dua porsi. Saya mie ayam yang kuahnya langsung dituang di mangkoknya. Istri pesan mie kering yang kuahnya dipisah dengan menu mie ayamnya. Untuk minumnya, saya dan istri pesan jus buah. Seporsi mie ayam harganya 16 ribu dan segelas jus buah 8 ribu.

Yang membedakan mie ayam haji Aman dengan mie ayam lainnya adalah campuran dalam mienya. Kalau mie ayam yang biasa, campurannya adalah irisan sawi hijau. Tapi mie ayam haji Aman sawi hijaunya malah nggak ada. Yang ada campuran taoge, bakso, irisan pangsit dan irisan tipis telur dadar.

Ketika pesanan selesai dihidangkan, saya bertanya ke masnya,”Apa ini cabang mie ayam haji Aman Singkawang?”

“Ya, pak”

“Selain disini, di Pontianak ini dimana lagi cabangnya?”tanya saya lagi

“Belum ada, Pak. Baru di Karya Baru ini”jawabnya

Kami benar-benar menikmati mie ayam haji Aman. Rasanya memang lezat, beda sekali dengan mie ayam biasa. Kalau ke Pontianak jadi ingin singgah ke sana lagi.

 

 

Sayang kalau Mobilnya Dijual

P_20170309_065912

“Sayang  kalau mobilnya dijual, Pak. Apalagi ini kan mobil keluarga”kata pak Bambang, mekanik yang perbaiki mobil saya.

Obrolan di pagi hari itu menyadarkan saya. Ada hikmah di setiap  masalah. Itu yang saya alami waktu mau jual mobil suzuki Futura yang saya beli  tahun 2003. Sudah 13 tahun lebih saya dan keluarga pakai mobil itu. Saya beli mobil bekas itu 34 juta. Rencananya sih kalau terjual, uangnya dipakai buat tukar tambah beli sepeda motor. Motor Supra yang tahun 2006 saya jual, terus beli motor baru cash. Uangnya untuk beli motor baru ya sebagian dari jual mobil futura itu. Saya dan istri sepakat beli cash saja, nggak pakai kredit atau cicilan-cicilan.

Sempat tawarkan mobil itu ke teman, minta tolong jualkan. Saya hubungi teman via BBM. Saya foto dari depan, samping kiri kanan, belakang dan atapnya. Juga interiornya.

Waktu dia tawarkan ke calon pembeli, teman itu yang bawa mobilnya. Saya sih mintanya 19 juta terima bersih. Ternyata setelah dilihat sama pembelinya, nggak jadi beli. Alasannya cat bodinya sudah mulai mengelupas. Lantai depannya juga ada yang keropos.

Memang saya akui waktu mau jual mobil itu kondisi bodinya nggak mulus. Meski mesinnya halus, pajaknya sudah terbayar alias masih hidup, tetap saja pembeli melihat sisi kurangnya.

Akhirnya mobil itu saya bawa ke bengkel ketok magic. Sesuai saran pak Kurnia, mekanik yang biasa perbaiki mobil, ada kawannya yang buka bengkel ketok dan cat mobil. Saya datangi bengkelnya. Sepakat untuk ongkos ketok mobil, cat dasar dan cat akhir 9,5 juta. pernah saya tanya-tanya ke bengkel lainnya. Biayanya  13-14 juta.

Saya serahkan mobil dan kuncinya ke pak Bambang, mekanik yang memoles mobil suzuki supaya mulus kembali bodinya. Di bengkel yang sederhana itu, hanya ada mobil saya saja yang diperbaiki. Ada bagusnya juga, karena dia bisa fokus dengan kerjaannya.

Setelah lima minggu, selesai  juga perbaikan mobilnya. Melihat kondisi bodinya yang mulus, jadi sayang deh mau dijual.

Mengisi Kamis Malam dengan Yasinan

P_20160804_180902[1].jpg

Setiap Kamis malam, pengurus masjid di camp biasa mengadakan acara yasinan. Membaca surat Yasin bersama-sama jamaah. Pada saat memasuki hari Jumat dimana dalam perhitungan tahun Hijriyah pergantian hari dimulai ketika memasuki waktu Maghrib memang disunahkan membaca empat surat. Surat Al Mulk,  Al Waqiah, Yasin dan Al Kahfi.

Namun untuk acara di masjid, surat yang dibaca adalah Yasin. Waktunya setelah sholat maghrib berjamaah. Mungkin pembaca bertanya-tanya, kenapa jamaahnya banyak anak-anak? Kemana bapak-bapak atau orangtuanya?

Anak-anak yang bersekolah di base camp biasanya tinggal bersama ibunya atau kerabatnya. Sementara bapaknya bertugas di camp berbeda. Mereka tinggal di mess  base camp yang dekat dengan sekolah. Sebagian besar anak-anak itu murid SD dan lainnya murid TK.

Hanya pada saat hari libur ayahnya turun ke base camp. Biasanya pada saat peringatan hari besar Maulid Nabi, Isra’ Mi’raj atau hari raya Idul Adha mereka datang dan bermalam di base camp. Setelah itu, saat hari kerja pagi-pagi waktu subuh mereka sudah kembali lagi ke lokasi kerjanya.

Saat liburan panjang misalkan akhir tahun atau pertengahan tahun, gantian anak-anak dan ibunya yang pulang ke tempat asalnya. Di camp tempat tinggal bapaknya yang waktu tempuhnya sekitar 1-1,5 jam.

Ada sebab lain kenapa anak-anak itu begitu semangat ikut acara yasinan meski sebagian mereka belum lancar membaca Al Qur’an. Saking semangatnya, mereka bahkan sering datang duluan di masjid dibandingkan bapak-bapaknya. Apa penyebab mereka begitu semangat?

Hidangan berupa snack yang dibagikan setelah yasinan. Pengurus masjid biasanya memesan kue-kue basah seperti bakwan, nagasari, tahu isi dan donat dari ibu-ibu yang dihidangkan setelah yasinan selesai.

Namun tidak hanya waktu Kamis malam saja mereka ke masjid. Hari-hari lainnya mereka juga datang dan rajin sholat maghrib berjamaah. Membaca sholawat pakai pengeras suara bergantian. Juga minta diajari ngaji selesai sholat.

Bersyukur anak-anak itu dengan senang hati datang ke masjid tanpa disuruh-suruh. Meski kadang juga membuat repot pengurus masjid karena suka teriak-teriak dan berlarian sebelum sholat dimulai. Namun tak mengapa, kesukaan anak-anak ke masjid itu semoga membekas di hati anak-anak dan berlanjut hingga dewasa kelak.

 

 

Setelah Berkali-kali Gagal Seleksi, Akhirnya Nadia Berhasil Juga

“Selamat ya, Nak, akhirnya diterima di UNY”kata saya lewat telepon kemarin sambil menahan air mata haru.

Itulah ucapan yang saya berikan buat Nadia setelah saya baca pesan WA-nya. Dia diterima di Fakultas Ilmu Pendidikan Program Studi Psikologi Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)

Setelah berikhtiar maksimal ikut seleksi lewat jalur  SNMPTN, SBMPTN, UTUL dan belum lolos, akhirnya Allah memberikan hadiah yang terbaik  untuknya.

Perjuangannya untuk lolos tes memang nggak mudah. Beberapa kali dia gagal seleksi, namun dia nggak menyerah. Gagal di satu jalur dia coba lagi, nggak diterima di satu seleksi coba ikut tes lagi. Saya dan istri menyemangati supaya dia nggak berlama lama sedih atau kecewa. Apalagi ketika melihat teman-temannya sudah diterima duluan di perguruan tinggi yang dicita-citakan.

“Di antara teman-teman, cuma  Nadia yang belum diterima di perguruan tinggi, Ma”ungkapnya sedih

“Gak apa-apa, Nak, coba lagi ikut tes”kata mamanya.

Selain ikhtiar ikut tes lagi, saya dan istri pun minta eyang-eyangnya,  oom dan tantenya ikut mendoakan. Juga saya minta doa ke teman-teman kerja. Waktu chatting dengan teman di FB, saya minta dia yang lagi di Jogja mendoakan Nadia. Waktu di Pinoh ketemu pak ustadz, saya juga minta anak saya didoakan.

Saya yakin keberhasilan seseorang itu selain ikhtiar maksimal, karena doa-doa orang lain juga. Nggak semata-mata doa dari kami berdua atau hanya doa Nadia. Dan hal itu terbukti.

Terima kasih buat semuanya yang sudah mendoakan Nadia.

 

 

 

Perlunya Berpikir Alternatif

Tadi malam, waktu kumpul-kumpul dengan teman kerja, saya  menerima kuis dari salah admin salah satu grup WA.

Kuisnya sederhana. Berupa tiga baris dan dua kolom yang membentuk deret aritmatika. Seperti ini soalnya:

2   3

5   6

8   9

?    ?

Anggota grup diminta menjawab apa isi tanda tanya yang berada di baris paling bawah.

Satu persatu anggota menjawab dengan spontan. Sebagian besar menjawab 11  12. Dan menurut pak Haryanto, admin yang juga memberikan soal tersebut menjawab masih belum tepat.

Saya juga heran dengan penjelasan pak Har. Kenapa dijawab 11  12 salah. Bukankan deret angka di atas memiliki pola atau rumus?  Polanya tambah satu angka untuk baris dan tambah 3 angka untuk kolom. Hasilnya adalah angka pada baris dan kolom berikutnya.

untuk baris 2+1 = 3, untuk angka 2+3 = 5

Lho, dimana salahnya?

Untuk menjawabnya, anda perlu berpikir out of the box.  Tidak hanya mengandalkan lgika matematika

Anda tahu jawabannya?