Tak hanya Ramah, tapi juga Memberi Solusi

“Ada yang bisa dibantu, Pak?”tanya Customer Service Oficer (CSO) berjilbab yang ramah itu.

“Saya mau daftar SMS Banking, Bu”jawab saya kepada petugas salah satu bank milik pemerintah itu. Kalau saya ke bank, jarang-jarang saya panggil CSO atau teller-nya dengan sebutan Ibu. Biasanya saya panggil dengan sebutan mbak. Tapi mulai saat itu, saat menunggu antrian saya berubah pikiran. Toh nggak ada ruginya buat saya kalau saya panggil Pak atau Bu.

“Bisa pinjam buku tabungan dan KTP-nya, Pak?”

“Minta tolong sekalian bukunya dicetak ya, Bu”jawab saya sambil menyodorkan buku tabungan dan KTP. Saya pikir sekalian saja minta tolong, karena biasanya setelah satu kerjaan diselesaikan, dia akan tanya lagi apa yang dibantu.

Jadi biar nggak bolak-balik dari meja kerjanya ke bagian teller. Hitung-hitung membantu meringankan pekerjaannya 🙂

Setelah itu dia menyodorkan selembar kertas yang harus saya tandatangani.

Selesai mengerjakan prosedur SMS Banking, saya tanya lagi,

”Kalau mau install SMS Bankingnya di Black Berry gimana, Bu?”

“Bisa dicari di fitur Black Berry World, Pak”.

“Saya sudah pernah cari, Bu, tapi nggak ada”jelas saya

Lalu dia bantu cari dan ternyata memang nggak ada.

“Coba saya browsing ya, Pak”dia mengetikkan alamat website banknya di google. Setelah ketemu dia klik dan mencari aplikasi SMS banking.

Setelah mencoba berulang kali dia bilang”Wah, kok nggak bisa didownload, ya”.

Nggak putus asa, dia nanya ke CSO lain yang duduk disampingnya. Setelah diotak-atik, tetap saja nggak bisa didownload.

“Mungkin aplikasi SMS Bankingnya nggak kompatibel dengan Black Berry Bapak”kata temannya. Apakah memang seperti itu ya, BB Gemini 9300 saya nggak kompatibel untuk diinstall SMS Banking.

Setelah proses download gagal, CSO yang pertama tadi memberikan penjelasan.

“Begini, Pak. Bisa pakai cara lain. Kalau bapak mau cek saldo, tekan saja kode bintang, nomor sekian bintang dan seterusnya. Setelah masuk ke menu, bapak bisa pilih apakah mau cek saldo, transfer atau keperluan lain”. ungkapnya

Saya praktekkan apa yang disarankan petugas tadi. Percobaan pertama gagal, karena setelah saya telepon nomor yang disebutkan, nggak ada notifikasi.

“Gimana, Pak?”

“Belum ada notifikasi, Bu”jawab saya agak kecewa.

“Seharusnya setelah bapak telepon, langsung ada notifikasi. Coba bapak ulangi lagi”ungkapnya dengan sabar.

Saya ketikkan lagi bintang nomor sekian bintang dan pagar. Benar apa yang dikatakannya. Nggak lama setelah itu muncul notifikasi yang menyebutkan saldo tabungan saya. Syukurlah, akhirnya bisa juga.

“Bapak sebaiknya catat kode tadi, supaya nggak lupa”katanya lagi.

“Ya, Bu”jawab saya sambil menuliskan kode tadi di notes BB.

“Ada lagi yang bisa dibantu, Pak”tanyanya sambil senyum.

“Wah, sudah cukup banyak ibu bantu saya. Makasih sekali”jawab saya sumringah :-).

Dari kejadian itu, saya baru tahu ternyata karyawan yang bertugas sebagai CSO itu nggak cuma bermodalkan wajah yang ramah, penampilan rapi dan bersikap telaten waktu menghadapi nasabah. Ada satu lagi yang penting dan menjadi nilai plus. Dia juga mengerti teknologi informasi, khususnya pemanfaatan gawai untuk mobile banking dan solusi alternatifnya jika muncul masalah.

CSO Pemberi Solusi

Peristiwa yang saya alami ini masih terkait dengan perjalanan ke Sintang beberapa hari lalu.

Selesai mengantar tamu ke bandara, agenda berikutnya adalah makan siang dan menabung di bank.

Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 1 siang. Saatnya untuk makan siang di rumah makan langganan. Namun saya berubah pikiran. Ke bank dulu untuk menabung dan setelah itu makan siang. Kebetulan lokasi bank Syariah itu di seberang rumah makan.
Pikir saya kalau siang biasanya bank agak sepi. Urusan menabung bisa cepat dan nggak lama antri. Kalau ke rumah makan, harus pesan makanan dan minuman dulu. Menunggu hidangan paling cepat 15 menit.

Turun dari mobil saya bergegas masuk ke bank. Sebelum masuk, saya disambut senyum pak Satpam yang sedang memasukkan barang ke bagasi motornya.

Setelah di bank, saya buru-buru menuju meja yang menyimpan aplikasi yang berada di sisi kiri pintu masuk. Sekilas di sisi kanan saya lihat ada mbak Customer Service Officer (CSO) sendirian menatap layar komputer. Di meja panjang teller yang berhadapan dengan pintu masuk ada tulisan closed.

Saya belum ngeh kalau saat itu adalah jam istirahat. Saya ambil dan isi slip setoran. Karena buru-buru, isian jumlah (amount) yang harusnya saya tulis dengan angka malahan ditulis huruf. Pindah ke baris di bawahnya, di isian terbilang (in words) baru tersadar kalau saya salah nulis. Masa diisi dengan huruf lagi.

Slip setoran baru pun saya ambil lagi. Ketika menulis isian di slip baru itulah pak Satpam menghampiri dan bertanya, “Ada yang bisa dibantu, Pak?”. Saya jawab kalau mau nabung.

Dia menjelaskan kalau sekarang jam istirahat,”Sebaiknya bapak setengah jam lagi datang ke sini”,katanya.
Saya yang lagi konsentrasi menulis bilang,”Nggak apa-apa pak, aplikasi ini saya isi dulu. Selesai istirahat saya ke sini lagi.

Saya rencanakan selesai mengisi aplikasi, akan ke rumah makan. Dan setelah itu ke bank lagi.

Selesai mengisi aplikasi, ketika hendak menuju pintu keluar, saya melihat ke arah mbak CSO. Kok kebetulan dia juga melihat ke arah saya.

Saya sempat berhenti sebentar dan menyapa,”Lagi istirahat, ya mbak”. Dia melihat sambil tersenyum dan bilang,”Apa ada yang bisa dibantu, Pak?”.

Melihat tawaran seperti itu, langsung saya jawab,”Kalau mau nabung, apa bisa titip slip setoran dan uangnya?”

Jawabannya benar-benar melegakan hati.

“Slipnya bisa dititipkan, Pak. Nanti setelah jam istirahat akan kami proses”. Setelah menghitung uangnya, dia minta supaya saya menuliskan nomor telepon yang bisa dihubungi di slip itu.

Ketika menunggu pesanan makanan datang, ponsel saya berbunyi. Ternyata dari mbak CSO bank Syariah tadi yang memberitahukan kalau setorannya sudah diproses dan bisa dicek.

Selesai bicara, saya cek di gagdet dan memang betul. Setoran sudah masuk ke rekening. Makasih banyak, mbak. Anda benar-benar memberikan solusi melebihi ekspetasi saya.

Melayani dengan Setulus Hati

Agar transfer uang lebih mudah dan tidak perlu antri di ATM, saya pun mendaftar layanan SMS banking di salah satu bank pemerintah yang jaringannya tersebar sampai ke pelosok negeri. Apalagi untuk ke ATM terdekat,  saya perlu waktu 2,5  jam dari tempat kerja.

Selesai urusan di kantor sekitar pukul 15.00, saya buru-buru ke bank dan ambil nomor antrian untuk ke Customer Service Officer (CSO).  Saya sengaja pergi agak sore dan dapat antrian nomor 91.  Pengalaman selama ini, kalau ke bank hari Senin sekitar jam 8 atau 9 pagi, antriannya pasti sudah banyak

Sambil menunggu giliran, saya amati di depan ada tiga meja CSO dengan dua wanita yang sibuk melayani nasabah dan satu meja di tengahnya kosong. Dugaan saya mungkin petugasnya lagi istirahat. Di layar monitor, saya lihat saat itu giliran nasabah nomor antrian 83 dan 84 yang sedang dilayani, berarti masih ada 6 orang lagi sebelum giliran saya.

Sampai pukul 15.30, dua petugas CSO tadi masih melayani nasabah sesuai antrian. Sementara,  hanya saya sendiri yang masih duduk di kursi antrian  menunggu giliran. Sekitar pukul 15.35, barulah petugas CSO yang bernama Rika datang menuju meja di tengah yang kosong tadi.  Lega rasanya, setelah menunggu ½ jam lebih, akhirnya nomor antrian saya dipanggil juga. Setelah mengucapkan salam, menanyakan keperluan dan mendengar penjelasan saya, dia pun langsung menanggapi dengan cepat keluhan dan maksud saya.

Satu persatu mulai dari cek kartu ATM, cek saldo rekening sampai ke pendaftaran SMS banking, semuanya dikerjakan dengan penuh konsentrasi.  Ketika muncul masalah saat gadget saya tidak bisa mengunggah aplikasi SMS banking, tiga kali ganti PIN karena salah, dia pun  menawarkan diri membantu.  Demikian juga ketika aplikasi sudah terpasang tapi ketika saya coba ternyata belum berhasil.  Dia pun berinisiatip membantu dan berhasil.

Dari cara kerjanya, terlihat dia sangat profesional dan tidak menampakkan tanda keletihan. Kalau hal itu semua dia kerjakan di waktu pagi hari ketika badan dan pikiran masih segar,  bisa dimaklumi.  Namun,  ini terjadi di waktu sore hari,  saat bank hampir tutup, saat konsentrasi dan kondisi fisik orang bekerja biasanya mulai menurun.  Dengan sabar dan tersenyum, dia tetap melayani keperluan saya dan mengatasi masalah yang ada hingga tuntas.

Melalui tulisan di blog ini, tak ada salahnya saya ungkapkan rasa terima kasih, karena anda telah melaksanakan tugas dengan baik,  sesuai slogan tempat anda bekerja :  “Melayani dengan Setulus Hati”.