Generasi Merunduk

IMG01899-20140629-2023

Di hari-hari selain bulan Ramadhan, sering kita lihat orang-orang merunduk di berbagai tempat karena asyik dengan gawainya (gadget). Tidak hanya di rumah atau tempat umum, terkadang di masjid pun kita sibuk menggunakan smartphone atau tablet.

Dalam sehari mungkin kita lebih banyak menghabiskan waktu merunduk mengecek notifikasi di gawai. Tak hanya itu, kita juga sering berselancar, update status, ngetwit atau chatting di dunia maya. Tak ada yang salah dengan semua itu.

Namun, apakah waktu yang Allah berikan di Ramadhan ini  kita sempatkan juga merunduk untuk membaca Qur’an seperti dilakukan jamaah masjid Al Adh ha di Kecamatan Menukung Kabupaten Melawi Kalbar ?

“Foto ini diikutsertakan dalam Lomba Foto Blog The Ordinary Trainer”

LOGO

Iklan

Ngeblog dari Gadget

Alhamdulillah, akhirnya bisa juga ngeblog menggunakan gadget. Nggak harus lagi pakai laptop, colokkan modem dan salin artikel dari MS Office ke WordPress.

Sudah hampir dua tahun ini saya ngeblog pakai laptop. Agak susah memang kalau berada dalam perjalanan dan ada notifikasi yang isinya menanggapi postingan saya. Tidak bisa saat itu juga saya balas. Ada rasa sedikit menyesal membiarkan teman blogger menunggu balasan dari saya.

Hingga akhirnya ada teman kantor yang memberitahu kalau kita bisa juga ngeblog dari gadget, sama seperti kalau fesbukan. Jadi setiap update status dan menerima notifikasi serta membalas komen bisa langsung dari gadget. Tanpa harus pakai laptop.

Setelah dijelaskan cara-cara bagaimana mengunduh aplikasinya, saya pun malam ini mulai otak-atik BlackBerry.

Dari menu whatsapp saya cari aplikasi WordPress dan saya unduh. Berhasil, muncul ikon WordPress di layar BB. Terus saya klik dan masuk ke menu yang di dalamnya ada tulisan new post, post, dashboard, setting dll.

Saya klik tanda panah di kanan atas untuk mengaktifkannya. Dan setelah aktif, kotak di sebelah kiri yang mencantumkan nama blog juga menyala.

Inilah pengalaman pertama posting menggunakan BB. Padahal malam ini laptop sudah saya bawa ke rumah dan siap-siap untuk ngeblog.

Ternyata laptop nggak jadi dipakai, dan saya mengetikkan postingan ini sambil berbaring di tempat tidur. Hal yang tidak bisa saya lakukan ketika ngeblog masih menggunakan laptop.

    Aplikasi Islami di Samsung Galaxy S3

    Harga Galaxy S3 tidak turun walau Samsung mengeluarkan banyak produk baru. Hal ini terjadi karena kenaikan nilai tukar dollar terhadap rupiah. Seperti yang dikutip dari situs perbandingan harga, harga Galaxy S3 mulai dari 5 jutaan. 

    Ternyata perangkat ini bukan saja canggih,  dengan kamera yang prima, tetapi bisa juga menjadi alat pendukung pengetahuan keIslaman. Kita dapat menambah pengetahuan agama Islam dan dimudahkan dalam menjalankan ibadah dengan mengunduh aplikasi yang tepat.

    Prayer Times

    Screenshot Aplikasi Prayer Times

    Ponsel dapat menjadi alat yang sangat berguna dalam melakukan ibadah. Prayer Times (Qibla Compass) adalah aplikasi memberitahukan kita jika waktu shalat. Selain itu aplikasi ini juga memberikan penunjuk kiblat. Untuk mengunduhnya, pada perangkat anda, silakan akses PlayStore.

    Anda tinggal mengatur kota atau lokasi anda, maka waktu shalat akan tersedia. Walaupun aplikasi ini dalam Bahasa Inggris tetapi masih mudah dipahami. Atau anda bisa menggunakan fasilitas S-Translator pada S3. Fitur canggih seperti inilah yang membuat harga Galaxy S3 lumayan tinggi.

    AlquranBahasaIndonesia

    Screenshot Aplikasi Al-Quran Bahasa Indonesia

    Kemudian ada Al-Quran Bahasa Indonesia. Anda kini bisa mengakses Al-Quran tanpa harus membawanya dalam bentuk buku. Cukup unduh Al-Quran Bahasa Indonesia dari PlayStore. Anda tinggal klik ikon Surah dan memilih suratan yang anda inginkan.

    Membaca Al-Quran juga lebih menyenangkan dengan latar belakang yang yang tidak membuat jemu. Dengan layar S3 yang lebar membaca Al-Quran akan lebih mudah. Tetapi ternyata layar lebar yang indah ini adalah salah satu penyebab harga Galaxy S3 menjadi premium.

    Tentang Islam

    Screenshot Aplikasi Tentang Islam

    Setelah menjalankan shalat dan membaca Al-Quran dipermudah, anda dapat pula mendapatkan pengetahuan mengenai Islam secara umum. Dalam aplikasi Tentang Islam, ada kumpulan surat dalam Al-Quran, Hadits, artikel mengenai Islam dan doa-doa. Sederhana, dalam Bahasa Indonesia dan bisa diakses secara offline. Jika harga Galaxy S3 masih terlalu tinggi untuk anda, semua aplikasi ini tersedia pula untuk perangkat Android harga murah.

    Dengan kemajuan teknologi semakin mudah saja bagi kita untuk mendalami dan menjalankan ajaran Islam. Hanya dengan membawa satu perangkat, Samsung Galaxy S3, anda tidak akan lupa waktu shalat, bisa mencari arah kiblat, membaca Al-Quran dan artinya, serta membaca kumpulan hadits. Jadi apakah harga Galaxy S3 sebanding dengan kemudahan yang anda dapatkan dalam menjalankan aplikasi Islami?

    Artikel di atas tulisan dari Sosita, Penulis Tamu.

    pic-001

    Gadget Penyebab Insomnia ?

    Di mana anda meletakkan gadget ketika sedang tidur? Ikut dibawa ke ranjang atau diletakkan di luar kamar tidur?

    Karena asyiknya menggunakan gadget, terkadang kita sampai membawanya ke kamar tidur. Sambil berbaring,  kita nikmati aktivitas membaca berita, update status, browsing, cek email atau mendengarkan lagu.

    Baru bangun tidur, nggak heran lagi kalau barang yang pertama kali dicari adalah gadget. Cek email masuk atau lihat update status di media sosial. Keberadaan gadget saat ini tampaknya tak bisa jauh-jauh dari diri kita. Di tempat kerja, sekolah, tempat belanja, tempat wisata, hingga di rumah, perangkat tersebut sepertinya tak bisa lepas dari kehidupan kita.

    Namun juga perlu diketahui, membawa gadget hingga ke ranjang atau kamar tidur bisa menyebabkan gangguan tidur atau insomnia. Kenapa bisa begitu? Jawaban itu akhirnya saya temukan saat saya googling dan menemukan artikel dalam situs Web MD. Sebuah situs yang berisi seputar informasi kesehatan.

    Menurut WebMD, dalam kondisi menyala, gadget dan perangkat elektronik lainnya seperti televisi, komputer, PDA atau ponsel menghasilkan gelombang sinar biru yang dapat mengganggu proses tidur kita. Karena pada saat gadget tidak dimatikan, gelombang itu merangsang otak kita untuk terus bekerja.

    Saya sendiri pernah mengalami hal seperti itu. Susah tidur nyenyak ketika gadget terbawa ke tempat tidur. Ceritanya sambil berbaring, fitur musik dalam gadget saya putar.

    Maksud hati supaya badan dan pikiran terasa rileks setelah bekerja. Hal tersebut memang terasa pada awalnya, perasaan dan pikiran lebih tenang.

    Dua-tiga lagu masih sempat saya nikmati hingga akhirnya tertidur tanpa sempat mematikan musik tersebut. Namun, di tengah malam tiba-tiba terbangun dan baru menyadari kalau lagu-lagu tersebut masih terus berbunyi. Langsung saya matikan musiknya dan tidur kembali. Gadget pun masih berada pada posisi semula, di samping kepala saya dengan posisi masih hidup.

    Paginya, badan terasa berat untuk bangun dan perasaan rileks itu hilang. Yang ada malah rasa letih seperti baru berolahraga. Heran khan? Baru saja tidur dan istirahat kok masih terasa letih.

    Alih-alih beristirahat, sel-sel otak kita justru terus-menerus dipaksa untuk beraktivitas selama gadget tersebut masih pada posisi on. Ini yang menyebabkan proses tidur tidak bisa nyenyak, meski waktu jam tidurnya cukup. Pada saat bangun, bukan kondisi badan dan pikiran segar yang diperoleh, tapi justru perasaan letih dan masih merasa kurang tidur.

    Tips yang disarankan untuk menghindari hal tersebut, adalah mematikan gadget atau perangkat elektronik lainnnya satu jam sebelum tidur.

    Pernah mengalami hal seperti itu?

    Perhatian Yang Berkesan

    Kemarin pagi (1/5), sekitar jam 5.30, selesai menyimak pengajian Ustad Yusuf Mansyur di ANTEVE, tiba-tiba lampu indikator gadget di atas meja berkedip-kedip. Langsung saya buka dan rupanya sudah ada empat notifikasi.

    Apa saja isinya ?

    Pertama, dari dua orang mahasiswa-mahasiswi yang sudah selesai praktek kerja yang minta di add jadi teman. Sebelumnya juga ada dua mahasiswi praktek kerja dari perguruan tinggi berbeda yang minta dijadikan teman.  Kok, minta di add-nya nggak pas waktu praktek ya……

    Kedua, dari teman yang kalau fesbukan bisa sampai jam 2 pagi dan nama saya ditandai di komentarnya saat itu.  Yang terakhir, kiriman artikel motivasi dari salah satu bloger.

    Saya tertarik dengan teman yang menandai  saya di komentarnya dan langsung saya klik notifikasi tersebut. Rupanya dia baru saja ngobrol dengan temannya yang pernah kerja satu bagian dengan saya, sebut saja si A yang sekarang sudah berhenti dan pindah kerja. Isi obrolannya sederhana, tanya kabar,  kondisi tempat kerja saat ini, sampai akhirnya nama saya pun ikut disebut-sebut.

    Sebelum sign out dari facebook, saya juga lihat ada notifikasi teman yang lagi ultah, namanya si B. Saya sempatkan memberi ucapan, mendoakan semoga panjang umur dan banyak rezeki pada teman yang pernah ikut training calon karyawan di tempat kerja saya saat ini.

    Tidak sampai semenit,  datang balasannya. Selain menyukai komentar saya, dia pun bilang terima kasih serta mendoakan semoga saya juga diberi keselamatan. Nggak sampai di situ, salah satu temannya sebut saja si C, juga menyapa saya dengan ucapan “ Apa kabar, Pak ?”. Rupanya si C ini teman akrabnya si B dan pernah juga kerja di tempat saya saat ini, satu bagian lagi.  Kok bisa serba kebetulan ya….

    Karena siap-siap berangkat kerja, saya nggak sempat lagi membalas sapaan dari si C tersebut.  Maaf banget ya Bro…

    Dari cerita di pagi hari tadi, ada dua pelajaran berharga yang bisa saya petik :

    1. Perhatian kecil yang tulus kita berikan pada orang lain yang kita anggap biasa, bisa jadi suatu penghargaan yang tak terkira bagi orang lain.
    2. Walaupun sudah tidak lagi berada di tempat kerja yang sama, namun jalinan pertemanan dan rasa persaudaraan tersebut ternyata masih kuat.

    Memang, jalinan pertemanan yang didasari ketulusan terasa lebih berkesan daripada semata-mata karena adanya suatu kepentingan.