Hanya Bertanya dan Dapat Hadiah

Saya sudah beberapa kali mengikuti pelatihan, kursus atau diklat. Acaranya kurang lebih sama. Di dalam ruangan ada presentasi dari masing-masing instruktur atau tutor dan forum tanya jawab. Setelah itu ada juga yang dilanjutkan dengan praktek di tempat yang berbeda.

Ada satu acara training yang pernah saya ikuti dan suasananya cukup menarik. Salah satu dealer alat-alat berat mengadakan program Customer Care di camp. Posisi saya pada waktu itu bukan sebagai peserta, tetapi diminta mewakili pimpinan untuk memberikan sambutan. Pesertanya adalah para mekanik dan operator alat berat. Beberapa karyawan dealer yang memiliki keahlian menyajikan materi yang berbeda. Ada yang presentasi bagaimana merawat alat berat, cara mengganti spare part, sampai mengatasi kerusakan alat.

Sebelum acara dimulai, setiap peserta diberi satu tas warna kuning yang berisi modul, t-shirt, topi, kartu peserta dan pulpen. Kemudian masing masing peserta diminta menggunakan kaos selama mengikuti acara tersebut. Seorang teman kerja mendesak saya supaya memakai t-shirt, namun saya tolak karena saya saat itu mengenakan seragam kantor.

Acara dimulai sekitar jam 9 pagi. Diawali perkenalan masing-masing tutor dan dilanjutkan dengan presentasi. Satu session selesai kemudian acara tanya jawab. Nah, di sinilah acara ini jadi menarik. Kebiasaan saya kalau dikasih kesempatan bertanya, saya usahakan angkat tangan. Saya terkejut ketika MC bilang bahwa bagi yang bertanya akan mendapatkan suvenir dari panitia. Sambil berbicara, dia mendekati saya sambil memberikan souvenir gantungan kunci dengan tulisan nama dealer alat berat tersebut.

Wow, baru kali ini saya ikut acara training dan bertanya kemudian dapat hadiah 🙂 . Biasanya hadiah diberikan kepada yang bisa menjawab pertanyaan panitia, ”Ayo siapa yang bisa menjawab pertanyaan ini? Nanti dapat hadiah”. Peserta lainnya yang bertanya juga menerima hadiah berupa buku catatan, miniatur alat berat atau gelas minuman.

Kejutan yang diberikan panitia tidak hanya itu. Selesai session presentasi yang lain, panitia menyodorkan gulungan kertas, meminta saya  mengambil salah satu dan membacanya. Modelnya sama seperti arisan. Bagi yang namanya beruntung disebut, akan mendapatkan hadiah dari panitia. Acara ini diulang tiga kali hingga sore hari.

Saya pikir ini cara kreatif panitia membuat suasana training menjadi menarik. Selain materi presentasi yang baik dan cara penyampaian yang informatif, kejutan-kejutan seperti itu terkadang diperlukan dalam sebuah pelatihan. Agar presentasi terasa tidak membosankan dan peserta tidak mengantuk atau malah sibuk dengan gadgetnya.

Dapat Hadiah Buku tanpa Lomba

Lho, kok bisa dapat hadiah tanpa ikut lomba? Mungkin itu pertanyaan yang muncul saat baca judul di atas. Bisa saja, karena minggu lalu saya dapat kiriman buku dari Surabaya. Kiriman buku dari sesama blogger. Karena masih tugas ke lapangan, paket buku itu istri saya yang terima di Pontianak. Jadi maaf kalau gambar atau foto bukunya belum saya posting.

Adalah mbak Indri Hapsari, blogger super produktif dalam menulis yang berbaik hati sudah bela-belain kirim buku tanpa syarat. Ya, tanpa syarat. Tanpa saya harus bikin postingan atau syarat lain seperti yang biasanya diminta pemberi hadiah.

Terus, kenapa kok sampai dia mau kasih hadiah buku? Dugaan saya, diam-diam si mbak yang juga dosen ini mengamati blogger lain yang sering berkunjung ke blognya. Inilah yang namanya bekerja dalam diam. Diam-diam memperhatikan  siapa saja yang rajin membaca dan berkomentar. Dan dalam diamnya itulah penilaian dilakukan. Saya nggak menyangka, rupanya kebiasaan blogwalking di blognya membawa berkah.

Dan dari hasil pengamatannya itulah, katanya sih saya termasuk salah satu diantara 10 orang yang mendapat hadiah buku. Hadiah sebagai tanda ucapan terima kasih sudah sering membaca dan berkomentar di postingannya. Judul bukunya pun boleh dipilih.

Wow, baru tahu rupanya, bukan hanya yang menang lomba atau ngontes saja yang dapat hadiah. Blogger yang rajin membaca dan berkomentar pun dapat penghargaan, dihadiahi buku. Inilah salah satu bukti indahnya jalinan pertemanan di dunia blogging. Makasih banyak lho, mbak.

Hadiah “Very Inspiring Blogger”

very-inspiring-blogger-award

Sekitar seminggu ini nggak posting. Kerjaan offline memang mendesak untuk diprioritaskan. Jadi waktu libur Tahun Baru Imlek ini baru buka blog lagi dan baca komentar teman-teman. Nah, waktu baca satu persatu komentar, ada juga teman blogger yang tinggal di Purworejo, mbak Ika Koentjoro yang memberikan hadiah.

Kalau orang Cina biasa kasih angpao alias amplop merah yang isinya duit waktu tahun baru Imlek, hadiah mbak Ika ini bentuknya berupa pengakuan blogku sebagai “Very Inspiring Blogger”.

Senang juga kalau dinilai dan dapat hadiah seperti itu. Minimal apa yang saya tulis sesuai dengan apa yang dilihat, dirasakan dan dialami bermanfaat buat orang lain. Syukur-syukur setelah dibaca ada sedikit perubahan bagi pembacanya ke arah yang lebih baik.

Yang namanya hadiah tentunya nggak gratis didapatkan. There is no free lunch, nggak ada makan siang yang gratis. Ada harga yang harus dibayar kalau mau dapat sesuatu. Ada penilaian dan juga tugas selanjutnya yg perlu dikerjakan.

So, coba tugas ini dikerjakan satu persatu, sesuai peraturan yang ada, ya mbak. Kusediakan waktu satu jam, selesai nggak selesai dikumpulkan.

1. Copy and place the award in your post. Sudah dipasang di atas postingan
2. Thank the person who nominated you and link back to their blog. Sudah disebut di postingan.
3. Tell 7 things about yourself. Ada penjelasannya di bawah ini.
4. Nominate 15 fellow bloggers for the award, tell them by posting a comment on their blogs. Coba ya

7 hal tentang diri saya :

1. Suka olahraga dan membaca.
Makanya badannya nggak gemuk-gemuk sejak jaman SMA sampai menikah. Itu komentar teman SMA yang sekarang  jadi dokter dan bertugas di Kalsel. Timbangan terakhir, 9 Pebruari 2013, berat badan 60 kg dengan tinggi 172 cm (kalau yang ini nggak bakal nambah). Kalau udah baca bisa lupa waktu dan cuek dengan lingkungan di sekitar.

2. Kalau ada kerjaaan nggak cepat-cepat diselesaikan, sering jadi pikiran.
Ini juga yang mungkin bikin badan susah gemuk, karena terus jadi pikiran dan pengin cepat-cepat diselesaikan. Kayak kemarin waktu antar mama Dea ke Polresta, karena SIM A-nya sudah habis tiga minggu lalu. Yang habis SIM-nya mama Dea, yang kepikiran malah suaminya. “Nanti kalau ada masalah ketahuan SIM-nya sudah mati, risiko dan urusannya lebih panjang” saya jelaskan.

3. Nggak suka lihat rumah atau ruang kerja kotor
Mungkin sudah didikan orangtua terutama dari Bapak. Jadi kalau lihat sampah sedikit kayak bungkus permen atau kulit jeruk dibuang sembarangan, sama-anak-anak, saya bilang” Pungut dan masukkan kantong plastik”

4. Mudah iba dan kasihan
Lihat pengemis di traffic light, ingin langsung kasih sumbangan. Meski ada yang bilang kalau ngasih sumbangan ke pengemis itu bikin mereka manja dan nggak mendidik. Ya biarlah, wong niatku cuma menyumbang. Kalau nggak kasih padahal punya duit, rasa penyesalannya nggak mudah hilang. Bahkan susah tidur, sering jadi pikiran dan diprotes si hati nurani. Wong punya duit kok nggak mau kasih sumbangan.

5. Susah nolak kalau ada yang minta tolong
Kalau ada teman yang minta tolong, termasuk paling susah kalau nolak atau bilang nggak bisa. Ini yang kadang-kadang dikritik oleh mamanya Dea, karena waktu sering habis kepakai untuk mengurus orang lain katanya. Waktu untuk keluarga malah kurang.

6. Punya banyak cita-cita, impian dan harapan
Tahun ini saja sudah ada sekitar 13 poin yang jadi resolusi. Di antaranya ikut lomba ngeblog, jadi blogger yang menginspirasi, ganti laptop, jalan-jalan ke luar negeri, jadi presentator yang mencerahkan, pulkam gratis. Salah duanya sudah terealisir di bulan Pebruari ini, apa itu? Ikut dua kali lomba ngeblog atau GA walaupun belum menang, dan menjadi blogger yang menginspirasi.

Memang namanya orang hidup itu harus ada rencana, cita-cita dan harapan. Jadi apa yang kita lakukan tujuannya jelas. Ibarat dari Jogja mau pergi ke Jakarta. Kalau sudah ada tujuan, langkah berikutnya lebih terarah. Kalau mau ke Jakarta, mau naik apa, berangkat tanggal berapa, sudah pesan tiket belum. Masalah nanti pesawatnya kena delay atau penerbangannya ditutup karena banyak utang, jalanan macet atau rel kereta apinya roboh kena longsor, itu sudah risiko.

7. Senang ikuti trend anak muda.
Bukan apa-apa, karena anak pertama, Nadia, sudah beranjak remaja dan kelas tiga SMP. Jadi perkembangan remaja juga orangtua perlu ikuti. Kalau mereka ngomong pakai istilah sotoy, kepo juga perlu tahu apa artinya. Ini juga ada kaitannya dengan ngeblog. Karen yang baca blog ini khan bukan cuma yang berusia 40 up, tapi juga semua kalangan dan usia. Bergaul dengan anak muda bikin, aura, jiwa dan semangat terasa awet muda terus.

Time is over, waktunya sudah lebih dari target penyelesaian tugas. Targetnya satu setengah jam, sudah lewat 34 menit. Kalau sudah bercerita memang susah distop. Masalahnya, masih ada kerjaan lain di hari minggu ini, apalagi kalau bukan bersih-bersih di rumah.

Oh, iya, poin terakhir, hadiah ini juga dipersembahkan untuk teman-teman blogger lain yang menginspirasi seperti :

1. Mbak Ely Meyer
2. Mbak Ina
3. Mbak Indri Hapsari
4. Mas Wong Cilik
5. Mas Febrian Hadi

Selamat Ulang Tahun, Sayang

hadiah ultah

Suara adzan subuh membangunkan saya pagi ini. Spontan saklar lampu kamar di atas tempat tidur saya nyalakan. Black Berry yang tadi malam saya bawa ke tempat tidur, pagi-pagi sudah mengingatkan kalau hari ini (17/1) adalah ulang tahun istri.

Selesai sholat dan mengaji satu halaman, cepat-cepat saya telepon. Ingin rasanya menjadi orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun bagi istri tercinta. Jangan sampai malah keduluan dengan anak-anak, ibu mertua atau ibunya. 🙂

Keinginan itu tercapai juga. Sekitar jam 5 pagi, ucapan selamat ulang tahun saya sampaikan. Sambil mendoakan mudah-mudahan panjang umur, diberikan rezeki yang banyak dan sehat wal afiat. Aamiin

Ucapan selamat di pagi hari itu, ternyata mengejutkan istri. Surprise sekali, karena dia lupa kalau hari ini adalah hari ulang tahunnya. “Makasih, atas doanya Mas,” ujarnya. Lupa dengan hari kelahirannya? Wah, mungkin karena terlalu sibuk mengurusi anak-anak dan urusan rumah tangga lainnya, sampai nggak ingat dengan hari ulang tahunnya sendiri.

Meski sekadar ucapan selamat ulang tahun, namun terasa seperti hadiah yang sangat indah dan berarti bagi istri. Itu yang saya rasakan waktu menyampaikannya. Seandainya saya pada posisi seperti istri, tentunya bahagia sekali ada orang lain yang pagi-pagi meluangkan waktu memberi perhatian, meski hanya sebaris ucapan selamat ulang tahun.

Pikiran saya waktu itu sederhana saja. Kalau untuk teman di dunia nyata dan di dunia maya saja masih sempat mengucapkan selamat ulang tahun atau ucapan yang lainnya, masa untuk istri sendiri nggak disempatkan.

Selamat ulang tahun, Sayang.

Sumber gambar :

jakartacity.olx.co.id

Sunshine Award : Hadiah di hari Minggu

sunshine-award1

Walaupun minggu itu hari libur, kalau punya PR harus dikerjakan. Apalagi PR itu hadiah dari teman blogger. Sebentuk “Sunshine Award”  yang menunjukkan kalau pemberi hadiah mengakui keberadaan saya (emangnya selama ini apa nggak diakui ?).

Awalnya sih blogwalking ke para follower, sekalian kasih komen ke setiap tempat yang disinggahi. Mulai dari blognya mbak Ely, Sang Dewi sampai ke mbak Ina.

Setelah baca postingan terbaru mbak Ina “Sunshine Award”, rupanya nama saya masuk ke urutan ke 10 penerima hadiah. Kok tahu sih mbak Ina, kalau nomor favorit saya 10. Untung saya bacanya sampai akhir, mbak. Kalau nggak, lolos deh nama saya dari pengamatan.

Namanya PR kalau cuma dibaca saja, kapan selesainya? Makanya, coba saya jawab satu per satu. Pertanyaan bahasa Inggris, tapi jawabannya pakai bahasa persatuan bahasa Indonesia :

1. Include the award’s logo in a post or on your blog
Sudah dipasang di atas.

2. Thank the person who gave this award.
Makasih, mbak Ina atas hadiahnya di hari Minggu.

3. Answer the questions below.
Tentu

4. Pass on the award to 10 fabulous bloggers.

Siap

5. Let them know you awarded them.
Mudah-mudahan setelah baca postingan ini

6. Well, Here are the answers:

• Favorite Color : Biru, karena melambangkan kedamaian hati dan jiwa.

• Favorite Animal : Orangutan, ini primata khas kebanggaan negara kita.

• Favorite Number : 10, karena saya hobi sepakbola. Nomor ini yang sering saya pilih kalau beli kaos.

• Favorite Drink : Teh hangat dan air putih.

• Facebook or Twitter : Jarang facebookan lagi, lebih sering ngeblog atau menulis di Kompasiana.

• Your Passion : Membaca dan Menulis

• Giving or Getting Presents : Lebih suka memberi. Perhatian dan kepedulian juga bentuk hadiah yg tak kalah indah.

• Favorite Physical Activity : Jalan kaki.

• Favorite Day of the Week : Semua hari tergantung gimana kita mengisinya.

• Favorite Flower : Bunga melati, bunga ini tumbuh di depan rumah dan kalau berbunga sering diminta tetangga. 🙂

Soal-soal sudah dijawab, sekarang giliran untuk membagikan hadiah ini ke teman-teman blogger yang lain. Siapa saja ya 10 orang yang akan menerima hadiah ini?

1. Ely Meyer

2. Ikakoentjoro

3. pelancongnekad

4. Febrian Hadi

5. Wong Cilik

6. Cumakatakata

7. H Onny S Sandi

8. Kusumah Wijaya

9. Sang Dewi

10. Fiaz

Tuntas sudah PR-nya di akhir tahun. Tahun depan masih ada nggak yang mau kirim hadiah  lagi? 🙂