Menelepon dan nggak Dijawab? Jangan Kesal Dulu

Pernah kan menelepon  dan setelah ada nada sambung nggak dijawab? Gimana rasanya? Apalagi kalau sudah dua atau tiga kali telepon. Dan nggak ada respon. Kesal?

Jangan buruk sangka dulu kalau kita menelepon saat jam-jam normal dan nggak langsung dijawab. Ada beberapa kemungkinan. Bisa saja dia sedang di perjalanan dan handphonenya ditaruh di dalam tas. Yang dihubungi sedang menyetir. Sedang meeting atau presentasi. Atau sedang di toilet.

Nah, kalau sudah seperti itu berarti panggilan miscalled. Harapannya, kita akan ditelepon balik. Atau beberapa menit atau jam kemudian kita akan menelepon lagi.

Sempat terpikir sih, seandainya saja di handphone kita ada fitur atau aplikasi khusus. Yang bisa memberitahukan apa yang dilakukan orang yang sedang kita telepon saat itu. 🙂

Iklan

Sedang Makan, Handphone Berbunyi dan Keluar Ruangan

Beberapa kali saya melihat teman yang lagi asyik sarapan, makan siang atau malam, tiba-tiba keluar ruangan saat handphonenya berbunyi. Padahal, nasi dan lauknya belum habis.

Pernah ada kejadian lucu, karena dianggap sudah selesai makan oleh mbak di dapur, piring itu langsung dibawa ke dapur. Mungkin mbaknya berpikir yang lagi makan itu nggak lagi selera dengan menunya, jadi makannya nggak habis. Saat balik ke ruangan, dia terkejut melihat piring makannya sudah nggak ada di tempat. 😦

Saya termasuk jarang menerima telepon waktu makan. Pernah sekali waktu makan malam, bos menelepon. Tapi waktu itu saya nggak keluar ruangan. Tetap duduk di kursi, letakkan sendok dan garpu, ambil handphone di kocek, bicara seperlunya dan setelah itu makan lagi.

Mungkin teman-teman yang terima telepon dan buru-buru keluar ruangan itu nggak ingin pembicaraannya didengarkan orang lain. Lha, tapi kita kan nggak mungkin dengar suara orang yang menelepon. Paling hanya bisa nebak-nebak topik pembicaraannya. Apakah urusan pekerjaan, keluarga atau urusan lain. Itupun bagi yang mau kepo. Tapi kan nggak semua punya sifat seperti itu.

Pernah juga lihat ada suara handphone berdering, rupanya notifikasi SMS masuk. Teman yang lagi makan langsung meletakkan sendok garpu dan membalas pesan SMS. Kalau melihat hal seperti itu, saya nggak komentar. Cuma mengamati saja dan dalam hati berkata mungkin SMS itu penting sekali dan perlu jawaban segera.

Kalau menurut saya sih, ada baiknya saat kita menelepon seseorang dan dia menjawab panggilan, kita perlu menanyakan dia sedang apa. Apakah sedang makan, berada di kendaraan atau menyetir. Kita perlu tahun kondisi lawan bicara kita dan situasi data itu yang dihadapi. Apalagi kalau kita ingin berbicara panjang lebar dan nggak to the point.

Pernahkah teman-teman mengalami seperti itu, ditelepon ketika sedang makan?

Menelepon dan nggak Dijawab Apa Sebabnya?

Ketika kita menelepon seseorang dan saat itu belum menjawab, jangan kesal. Saat kita SMS dan si penerima belum langsung membalas, jangan sewot. Bisa jadi ketika kita menelepon, orang tersebut sedang mengemudikan kendaraan dan untuk menjawab dia harus menepikan kendaraan dulu. Mencari tempat untuk berhenti sebentar. Kalau dia tidak sendirian di dalam mobil bisa saja dia serahkan handphone ke orang di sebelahnya untuk menjawab panggilan itu.

Hal seperti itu pernah saya alami ketika pada malam hari sedang berada dalam perjalanan. Bersama keluarga malam itu rencananya mau makan di luar. Belum sampai lima menit, terdengar dering telepon dan langsung saya serahkan ke istri karena saya pada posisi menyetir mobil. Rupanya bos yang menelepon. Sementara istri menjawab panggilan telepon, saya menepikan kendaraan dan berhenti sebentar. Akhirnya gantian istri yang menyetir dan saya duduk di sampingnya.

Pembicaraan terus berlangsung sekitar 10 menit dan sekitar 5 menit kemudian kami sampai di warung bakso yang menjadi favorit keluarga. Syukurlah akhirnya dua kegiatan bisa berjalan lancar. Menjawab panggilan telepon dan makan malam di luar rumah juga tetap bisa dinikmati.

Bisa saja pada malam itu saya menghentikan mobil dan menerima panggilan telepon. Berbicara sampai selesai, baru berangkat lagi. Tapi gimana dengan anak-anak dan istri yang ada di mobil? Saya nggak mau kalau mereka harus menunggu saya selesai bicara.

Saya nggak mau menjawab telepon dan berbicara sambil nyetir mobil, baik pada posisi mobil berjalan atau berhenti sementara di perempatan. Resikonya itu, lho. Pernah waktu saya berhenti di pertigaan jalan dan menjawab panggilan telepon kena marah polantas. Saat itu mobil saya pada posisi berhenti di urutan pertama dan menunggu giliran lewat. Telepon berbunyi dan saya terima. Nggak saya sadari kalau lalu lintas dari arah saya sudah boleh lewat. Gara-gara mobil yang seharusnya sudah boleh jalan tapi saya masih berhenti, akibatnya antrian kendaraan di belakang tambah panjang.

Memang kalau kita menelepon atau kirim SMS, kita ingin supaya segera direspon. Segera dijawab dan dibalas. Namun kalau kenyataannya justru sebaliknya, telepon belum dijawab dan SMS belum dibalas, berprasangka baik saja. Bisa jadi si penerima telepon atau SMS itu sedang mengerjakan sesuatu hal yang penting. Bukannya dia tidak mau menjawab panggilan atau membalas SMS. Kalau saya mengalami hal seperti itu, ada panggilan telepon masuk dan nggak bisa langsung saya jawab, asalkan dari nomor yang dikenal langsung saya telepon balik.

Bersikap positip dan berprasangka baik juga nggak ada salahnya kita lakukan saat menelepon dan mengirim SMS.

Bahagianya Bisa Menelepon

Menelopon

Bagi sebagian orang yang tinggal di kota, menelepon adalah hal yang biasa. Menelepon bukan dianggap kegiatan yang istimewa dan spesial. Menelepon bisa dilakukan di mana saja, di rumah, di kantor atau di dalam kendaraan. Wajar, karena di kota, sebagian besar lokasi bisa dijangkau sinyal handphone, baik GSM, CDMA atau HSDPA.

Beda dengan di daerah pedalaman. Untuk mendapatkan sinyal, orang-orang harus mencari sebuah titik dan meletakkan handphone di tempat itu. Titik sinyalnya bermacam-macam, ada di dekat jendela, di depan pintu rumah atau di tepi jalan. Bergeser 1 meter sudah nggak bisa lagi terima sinyal.

Kalau di kota, menelepon pakai headset gunanya supaya tangan nggak pegal pegang handphone. Di sini, headset dipakai supaya sinyalnya stabil, karena posisi handphone nggak berubah-ubah. Kalau menelepon sambil pegang handphone, tangan dan badan bergerak, sinyalnya juga ikut goyang-goyang. Nggak selalu full, kadang-kadang dua atau tiga balok, bicaranya pun terputus-putus. Ternyata memang nggak mudah untuk menelepon.

Proses yang ribet memang kudu dijalani untuk menelepon. Mulai meletakkan handphone di dekat jendela, menunggu dapat sinyal, sampai menelepon pakai headset. Namun setelah mendengar suara dari seberang sana, keribetan itu seakan hilang dan berganti dengan kegembiraan.

Ya, sebentuk kegembiraan dan kebahagiaan yang dirasakan, karena mensyukuri masih bisa menerima sinyal handphone dan berbicara dengan orang-orang tercinta.