Rencana Tiga Reunian di Akhir 2019

Akhir tahun ini teman-teman sekolah mengajak reuni. Jadwalnya berurutan tiga bulan terakhir tahun 2019.

Reuni dengan teman-teman kuliah rencananya tanggal 19-20 Oktober di Jogjakarta. Tanggal 30 Nopember 2019 jadwal reuni dengan teman-teman SMA di Cirebon. Dan bulan Desember teman-teman SD juga ingin  mengadakan reuni di Tulung Agung. Kalau reuni SMP sudah dilakukan tahun 2017 lalu di Cirebon.

Saya masih belum putuskan mau hadir di reuni yang mana. Apakah reuni dengan teman-teman kuliah, teman-teman SMA atau teman-teman SD. Setelah lulus, dengan teman kuliah pernah bertemu di kampus waktu saya ke Jogja. Pernah juga bertemu waktu  acara seminar. Ada juga teman yang bertemu saat berkunjung ke tempat kerja saya.

Kalau SMA, saya punya dua almamater. SMA 1 Cirebon dan SMA 2 Yogyakarta. Kelas 1 dan 2 di Cirebon. Kelas 3 pindah ke Jogja. Dengan teman SMA 1, saya pernah bertemu waktu dia kuliah di Semarang. Waktu saya kuliah di Jogja dan pulang menengok ortu, saya sempatkan bertemu. Sekarang dia sudah lulus jadi dokter dan bekerja di Banjarmasin.

Ada juga bertemu teman yang diterima kuliah di  Jogja. Untuk sementara tinggal di rumah ortu sebelum dia pindah ke tempat kostnya.

Namun masih banyak yang belum bertemu lagi setelah saya pindah ke Jogja. Waktu reuni perak tahun 2014 di Cirebon saya juga nggak bisa hadir. Nah, tahun ini  mau adakan reuni mutiara, 30 tahun, 1989 – 2019. Rencananya di Cirebon. Sudah dibuat kepanitiannya. Juga jadwal kegiatannya. Sampai beberapa teman sudah bikin foto jaman dulu dan foto sekarang. 🙂

Dengan teman-teman SMA 2, saya juga belum pernah hadir di acara reuninya. Setelah lulus, saya kehilangan kontak dengan mereka. Namun, kemarin waktu lebaran ada satu orang yang datang ke rumah mertua di Jogja. Janjian bertemu sebelum dia pulang ke Jakarta dan akhirnya terlaksana juga.

Awalnya bertemu di FB. Waktu saya update status, dia komentar. Ngobrol ngalor ngidul. Ujung-ujungnya ingin bertemu. Waktu sama-sama pulang ke Jogja.

Bertemu teman-teman lama bagi saya memang mengesankan. Seperti ada semangat dan suasana baru yang hadir.

Rasanya malah seperti mimpi bisa bertemu lagi. Rasanya baru kemarin sama-sama sekolah. Sama-sama kerjakan tugas di rumah. Sama-sama latihan vocal grup, pramuka dan olahraga.  Sampai ada yang masih ingat kalau dia pernah minjam gitar saya berbulan-bulan gak dikembalikan. Saya sendiri malah sudah lupa 🙂 Padahal itu sudah 30 tahun berlalu. Namun semua kenangan itu menguat kembali saat bercerita tentang satu kata: REUNI.

Bertemu lagi Asisten Dosen Setelah 21 Tahun

“Dulu Yudhi ini yang bantu waktu praktikum penyakit hutan”kata seorang wanita diantara belasan tamu yang datang ke camp awal bulan lalu.

Wanita yang bernama Dr. Sri Rahayu itu bercerita kepada kolega-koleganya yang berprofesi sebagai dosen dan peneliti saat kami menyambutnya di Camp km 35. Baru pertama kali  dia datang ke camp tempat saya kerja. Datang belakangan dibanding koleganya dari UGM yang pernah ke camp.

Mbak Yayuk, begitu beliau akrab disapa ketika kami masih jadi coass di laboratorium penyakit tanaman hutan Fakultas Kehutanan UGM. Kalau kita lihat foto di atas, mbak Yayuk yang berdiri paling kanan.

Waktu itu di semester akhir tahun 1993-1994, saya dan dua teman seangkatan: Gunawan dan Istiono sama-sama mendaftar coass praktikum dan diterima. Dipanggil mbak, karena umurnya  dengan kami hanya selisih dua atau tiga tahun

Tugas kami membantu mbak Yayuk menyiapkan bahan-bahan praktikum. Mulai menyiapkan preparat, membacakan pre test sebelum praktikum, menilai hasil pre test sampai mendampingi mahasiswa-mahasiswi yang lagi praktikum.

Setelah lulus tahun 1994, sesekali waktu saya ke Jogja singgah di kampus. Waktu nikah tahun 1997 saya undang dosen-dosen dan asisten dosen. Dan mbak Yayuk datang waktu resepsi pernikahan. Setelah itu saya dapat kabar beliau teruskan S3 di Malaysia dan kami gak pernah bertemu lagi.

Setelah 21 tahun, akhirnya kami bertemu lagi di hutan. Bersama 14 dosen dan 6 orang dari Kementerian LHK, mbak Yayuk berkunjung ke tempat kerja saya. Dia  salah satu pakar penyakit tanaman hutan yang bertugas mengevaluasi ancaman penyakit pada penanaman Dipterocarp dengan sistem Tebang Pilih Tanam Jalur (TPTJ) dan Silvikultur Intensif (SILIN).

Surprise. Reunian lagi sama mbak Yayuk. Dia cerita, dulu waktu praktik kalau ada mahasiswa yang badannya gede, kami coass yang cowok yang disuruh menghadapi.

Sayangnya, kunjungan mba Yayuk hanya 2 hari di camp dan pulang duluan karena harus menghadiri acara di Korea.

Reuni SMPN5 Cirebon Angkatan 86

Sing Penting Teka

Seperti itu slogan yang terpilih untuk acara reuni teman-teman SMP.

Awalnya obrolan di grup WA dengan teman-teman SMP 5 Cirebon angkatan 86. Angka 86 ini merujuk pada tahun kelulusan. Jadi masuknya tahun 83/84. Setelah itu ada yang punya ide untuk adakan reuni, karena sudah 30 tahun lebih nggak bertemu.

Disepakati tanggalnya 26 Maret 2017 dari jam 09.00-14.00. Tanggapan teman-teman pun hampir semuanya setuju. Tidak terasa sudah lama berpisah, akhirnya dipertemukan lagi lewat WA.

Satu persatu teman gabung di WA, teman yang jadi Admin menambahkan nomor HP  teman lain yang baru ditemuinya. Ada juga tim blusukan yang domisilinya di Cirebon rajin mencari teman-teman yang hilang kontak. Ada yang datang ke rumahnya sesuai alamat yang tercantum di buku raport. Nah, pas datang ke rumahnya nggak langsung ketemu, karena teman yang dicari sudah pindah. Akhirnya tim blusukan tanya ke tetangga atau pak RT. Juga hubungi saudaranya.

Ada juga berita sedih karena beberapa teman sudah meninggal, ada yang sedang dirawat di rumah sakit menjalani terapi.

Teman-teman pun berdebat dalam hal penyelenggaraan reuni. Beberapa orang berpendapat bikin saja panitia. Ada ketua, sekretaris, bendahara dan nanti panitia ini yang mengadakan acara reuni.

Yang lainnya punya ide serahkan saja reuni ke Event Organizer (EO), biar panitia nggak repot mengatur persiapan acaranya. Mulai sewa tempat, isi acara, konsumsi, dokumentasi dan lain-lainnya. Akhirnya voting dan banyak yang setuju acara diserahkan ke EO. Nggak hanya itu penentuan tempat reuni juga dilakukan pemungutan suara. Ada dua hotel yang diusulkan panitia. Anggota WA pada hari dan jam yang ditentukan diminta memberikan suaranya di grup. Keputusan lokasi reuni pun tuntas sudah.

Nah, buat anggota grup juga diminta iurannya. Minimal 200 ribu per orang. Bagi yang ingin menjadi donatur alias menyumbang diluar iuran itu juga dibuka kesempatan seluas-luasnya. Terutama bagi yang secara finansial berkecukupan. Para donatur diharapkan mensubsidi teman-teman lainnya yang belum mampu.

Acara reuni kurang lengkap tanpa kehadiran guru-guru yang saat itu mengajar kami. Panitia berinisiatif  blusukan lagi silaturahmi ke rumah guru-guru. Alhamdulillah, sebagian besar masih bisa ditemui langsung di rumahnya. Ada sekitar 10 orang yang masih sehat dan semoga hadir di acara reuni.

Ada pak Andi guru matematika yang sangat disiplin, bu Tati guru bahasa Indonesia yang jadi favorit saya ketika di kelas 3. Pak Effendy yang cara mengajarnya membuat saya suka pelajaran bahasa Inggris dan beliau pun ingat betul dengan saya saat itu hingga kata teman nama saya pun dimasukkan dalam soal cerita ulangan 🙂

Menyimak kegiatan teman-teman di WA untuk menyiapkan reuni akbar ini membuat saya terharu. Ternyata 30 tahun lebih berpisah, tak menyurutkan niat dan langkah untuk bertemu. Mengingat kenangan dan persahabatan ketika masih memakai seragam putih biru.

Semoga Allah SWT memudahkan teman-teman angkatan 86 SMP 5 Cirebon bertemu kembali di acara reuni.

Saya yang kerja di hutan pun berusaha hadir, bertemu dengan teman-teman dan para guru. Karena bagaimana pun kondisi kita, selawase tetep sedulur..

Nostalgia SMA Kita

#
Nostalgia SMA Kita
Indah Lucu Banyak Cerita
Masa-masa Remaja Ceria
Masa Paling Indah

Nostalgia SMA Kita
Takkan Hilang Begitu Saja
Walau Kini Kita Berdua
Menyusuri Cinta
#

Pernah dengar bait-bait di atas.? Itu adalah sepenggal refrain lagu yang pernah dipopulerkan oleh Paramitha Rusadi sekitar tahun 80-an. Lagu kenangan ketika masih remaja dan berseragam putih abu-abu. Warna seragamnya masih sama dengan anak SMA sekarang. Bedanya, kalau dulu seragam itu dipakai mulai hari Senin sampai Sabtu. Pakai dasi pendek yang disilangkan dan bentuknya seperti huruf X, warnanya juga juga abu-abu.

Anak SMA sekarang contohnya anak saya, Nadia, nggak tiap hari pakai seragam abu-abu. Hari-hari lainnya pakai baju batik khas daerah. Kemudian hari Jumat pakai baju pramuka. Terus untuk cewek-ceweknya, waktu itu roknya yang abu-abu nggak panjang seperti anak SMA sekarang dan nggak ada yang pakai jilbab.  Beberapa cowok-cewek lengan bajunya juga biasa digulung.

Sekarang setelah kerja, masih pakai seragam juga. Cuma warnanya udah ganti jadi putih hitam-hitam, baru terasa deh kalau udah tua :-). Ingatan masa SMA kembali muncul pagi ini, melihat di blog yang isinya rencana teman-teman yang mau ngadain reuni. Judulnya sih mantap: Reuni Perak Smansa Cirebon Angkatan ‘89. Ingin lihat selengkapnya, silakan klik disini. Waktunya tanggal 1 Nopember 2014. Ini maksudnya angkatan yang masuk SMAnya tahun 1986 dan lulusnya tahun ’89 lho. Jadi kalau dihitung-hitung sudah 25 tahun yang lalu. Nggak terasa waktu berjalan begitu cepat. Sudah 1/4 abad.

Baru lihat di blog saja rasanya sudah senang sekali. Apalagi kalau bisa datang dan ikut acaranya ya….Teman-teman SMA ini rupanya sudah bikin acaranya rinci banget. Bikin panitia, ada ketua plus seksi-seksinya. Tempatnya juga sudah ditentukan. Nggak diadakan di hotel, gedung atau restoran yang perlu biaya sewa segala. Tapi di lapangan basket sekolah…..melibatkan adik-adik kelas dan guru-guru.

Acaranya pun dirancang persis seperti ketika masih sekolah. Ada upacara bendera, menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan baca doa. Semua petugasnya, kecuali Inspektur upacara ya teman-teman yang mau reunian, bukan adik-adik kelas. Wow… jadi inget lagi deh ketika tiap hari Senin harus ikut upacara bendera. Terus tiap kelas dapat giliran untuk jadi petugas upacara.Waktu itu dapat tugas jadi apa ya…ehm . Jadi pemimpin barisan. Maksudnya pemimpin yang nyiapin barisan masing-masing kelas…hahaha. Semuanya…siap grakk, istirahat di tempat grakk… bubar jalan. 🙂

Acara reuni memang perlu. Karena acaranya nggak sekedar untuk pamer keberhasilan. Namun yang lebih penting adalah rasa kebersamaan dan kepedulian kepada sekolah dan adik-adik kelas. Acara reuni yang nggak hanya kangen-kangenan dengan teman-teman lama dan guru-guru, tapi juga sekaligus memberikan bantuan untuk sekolah dan adik-adik kelas yang berprestasi. Salut deh dengan teman-teman  yang punya ide seperti itu. Ah, jadi ingin sekali datang di acara itu…