Berlibur dan Berwisata di Tempat Kerja, Kenapa Tidak?

P1010124a

Berbahagialah para orangtua yang di akhir tahun ini dapat berlibur dan berwisata dengan keluarga dan buah hati tercinta. Akhir tahun biasanya memang bertepatan dengan liburan anak sekolah. Bagi orang tua yang bekerja, akhir tahun juga merupakan saat yang tepat untuk mengambil cuti atau ijin untuk sejenak keluar dari rutinitas pekerjaan. Refreshing, menikmati suasana baru bersama keluarga adalah momen berharga dan penting sebelum kembali bekerja.

Namun bagaimana dengan orangtua yang tidak bisa cuti atau ijin, sementara anak-anak menginginkan bisa berwisata selama liburan? Haruskah keinginan anak-anak untuk berlibur dan menyegarkan pikiran setelah disibukan dengan belajar, les dan ekstrakurikuler batal gara-gara orangtua tidak bisa ikut? Adakah cara lain agar anak-anak tetap dapat berwisata sementara orangtuanya tidak meninggalkan tempat tugas?

Sebenarnya dua kepentingan antara orangtua yang bekerja dan keinginan anak-anak berwisata selama musim liburan bisa saja berjalan bersama. Kita lihat tak sedikit orangtua yang bekerja di beberapa obyek wisata atau tempat yang memiliki potensi wisata. Kenapa tidak memanfaatkan tempat kerja orangtua tersebut untuk kegiatan anak-anak selama liburan?

Berlibur dan Berwisata  di Tempat Kerja Orangtua

Saat ini telah berkembang bermacam jenis wisata di tanah air mulai dari wisata alam, wisata kuliner, wisata sejarah, wisata budaya, wisata belanja sampai wisata religi.

Bagi yang orangtuanya bekerja di tempat-tempat wisata bernuansa alam seperti taman margasatwa, kebun binatang, taman nasional, atau taman hutan raya, tak ada salahnya anak-anak memanfaatkan waktu liburan untuk berkunjung ke lokasi tersebut. Anak-anak dapat menikmati suasana alam pegunungan, hutan, flora-fauna dan pemandangan yang selama ini mungkin hanya didapat dari buku bacaan atau internet. Anak-anak yang aktif di organisasi pecinta alam dan punya hobi berpetualang tentu akan senang berwisata di tempat-tempat seperti ini.

Tak hanya itu, orangtua yang bekerja di situs-situs budaya seperti seperti museum dan bangunan peninggalan sejarah, liburan sekolah adalah saat yang tepat untuk memperkenalkan anak-anak akan riwayat sebuah situs budaya. Tak hanya itu, anak-anak yang orangtuanya berkarier sebagai dosen atau akademisi, bisa saja mengenalkan kampus sebagai tempat wisata pendidikan bagi anak-anaknya. Berjalan-jalan ke fakultas tempatnya mengajar, melihat ruang perpustakaan, mengamati berbagai percobaan atau riset di laboratorium adalah pengalaman berharga untuk mengenalkan dunia pendidikan tinggi kepada anak-anak.

Berwisata kuliner di dengan belajar membuat masakan khas juga bisa dilakukan anak-anak saat mengisi liburan sekolah. Orangtua yang bekerja di perusahaan katering, rumah makan, restoran bisa saja mengajak buah hatinya untuk mempelajari seluk beluk bagaimana suatu masakan di buat. Mulai dari pemilihan bahan, proses memasak hingga menghidangkan. Dengan demikian tak hanya para mahasiswa saja yang diberikan kesempatan oleh perusahaan untuk praktek atau magang. Karyawan yang telah bekerja belasan hingga puluhan tahun sudah selayaknya anak-anaknya juga diberikan kesempatan.

Penghargaan bagi Karyawan

Kesempatan liburan bagi anak-anak di tempat kerja orangtuanya tersebut bisa dijadikan sebagai salah satu bentuk penghargaan kepada karyawan. Bila selama ini perusahaan memberikan reward bagi karyawan berprestasi dalam bentuk uang, voucher belanja atau tiket pesawat, tak ada salahnya pada kesempatan berikutnya mengundang anak-anak untuk menikmati berlibur di tempat sang ayah bekerja. Penghargaan semacam ini tentu akan bermanfaat bagi perusahaan, karyawan dan keluarganya.

Bagi karyawan, penghargaan perusahaan dengan memberikan fasilitas agar anak-anaknya dapat bertemu dengannya adalah sebuah kebahagiaan yang tiada terkira. Pernah kan lihat iklan teh celup di televisi yang menceritakan seorang ibu yang bekerja di sebuah restoran di negeri jiran? Setelah bekerja dia teringat dengan anak-anaknya di rumah saat menonton televisi. Rasa rindu dengan anak-anaknya membuatnya merenung di tempat kerja. Hingga akhirnya tanpa diduga dari balik pintu munculah anaknya didampingi kakek neneknya. Rasa haru pun dirasakan oleh sang ibu. Sambil meneteskan air matanya, ibu itu memeluk anaknya erat-erat. Bila melihat iklan itu, saya terkadang ikut juga terharu.

Bagi perusahaan yang bergerak di dunia pariwisata, kepuasan wisatawan adalah nomor satu. Biasanya para wisatawan ini akan berjunjung ke suatu tempat setelah dia mencari informasi dan membaca testimoni wisatawan lain yang pernah berkunjung ke tempat tersebut.

Pengalaman dan kesan orang lain tersebut menjadi referensi utama wisatawan sebelum berkunjung ke sebuah obyek wisata. Mungkin ini juga yang kita lakukan sebelum kita bepergian ke suatu tempat. Mencari informasi di internet tentang situs wisata yang akan kita kunjungi. Juga membaca testimoni atau review suatu tempat wisata oleh wisatawan lain yang ditulis dalam blog.

Faktanya, testimoni atau review pengunjung lainnya tersebut yang justru lebih kita jadikan referensi dalam mengambil keputusan. Bukankan ini sebuah promosi yang ampuh bagi perusahaan pengelola obyek wisata? Tanpa diminta oleh pihak pengelola wisata, pengunjung akan menuliskan kesan-kesannya di blog dan dibaca oleh para follower atau yang telah subscribe di blog tersebut. Belum lagi pengunjung lainnya yang mendapatkan informasi dari mesin pencari. Ini akan memberikan keuntungan bagi pengelola wisata, karena promosi melalui internet akan lebih efektif dan memangkas biaya pemasaran bila dibandingkan dengan promosi secara offline.

Manfaat bagi Anak

Bagi anak-anak, berlibur di tempat kerja orangtua juga akan mendekatkan hubungan batin dan psikologis dengan ayah atau ibunya. Apalagi bila sang ayah atau ibu tak setiap hari dapat bertemu dengan buah hatinya. Terkadang hanya bisa seminggu atau sebulan sekali bertemu. Berlibur di tempat orangtua bekerja juga secara tidak langsung akan mengenalkan budaya bekerja kepada anak.

Tak hanya itu, manfaat lainnya bagi anak adalah bertambahnya wawasan dan pengetahuan anak. Untuk hal ini pernah anak saya yang masih SD diminta oleh gurunya bercerita selama liburan. Karena dia pernah berlibur di tempat kerja saya di tengah hutan, apa yang dia alami selama di camp itulah yang dia ungkapkan. Mulai bermain di sungai, menangkap ikan-ikan kecil dan dipelihara di toples, hingga memberi makan ikan di kolam semuanya dia tuliskan. Membaca tulisan anak saya yang menarik, gurunya memberikan apresiasi dengan memasang tulisannya di dinding kelasnya.

Saat ini kegiatan berwisata dan berlibur sudah menjadi kebutuhan bagi keluarga. Namun bila orangtua tak dapat menemani anak-anaknya mengisi waktu liburan, tak ada salahnya juga memberikan kesempatan anak-anak berlibur di tempat kerja orangtuanya.

Hari Libur, kok Kerja?

Hari ini bertepatan dengan hari kelahiran Nabi Muhammad SAW adalah tanggal merah atau hari libur nasional. Benarkah kalau hari libur itu identik dengan nggak bekerja?

Secara umum pendapat itu benar. Bagi karyawan, yang menganut sistem hanya bekerja pada saat tanggal-tanggal berwarna hitam, tanggal merah berarti libur. Hari minggu dan hari besar nasional lannya berarti nggak bekerja dan bisa santai di rumah, berkumpul dengan keluarga atau jalan jalan ke tempat wisata.

Namun bagi orang-orang yang kerjanya melayani orang lain seperti di tempat wisata, toko, rumah makan, supermarket, bandara, rumah sakit, stasiun, terminal, media cetak dan elektronik, tanggal merah belum tentu mereka libur. Di saat orang lain bersama keluarganya menikmati hari libur, justru mereka bekerja lebih keras daripada biasanya. Mereka terlihat lebih sibuk pada saat hari libur dibandingkan pada hari kerja biasa.

Mengapa? Karena pada saat hari libur, biasanya jumlah orang yang berkunjung ke tempat wisata lebih banyak. Jumlah penumpang di bandara meningkat, pelanggan yang mendatangi restoran atau rumah makan favorit sampai antri untuk bisa dapat tempat. Di rumah sakit, pada saat libur terkadang jumlah korban yang mengalami kecelakaan atau menderita sakit juga lebih banyak daripada hari biasa.

Itulah sebabnya ada dokter jaga terutama di UGD dan keberadaannya memang sangat bermanfaat. Ini yang pernah saya alami bulan lalu ketika terkena demam. Setelah minum obat, sehari kemudian ternyata suhu badan nggak turun. Kalau sudah seperti itu, harus berobat ke dokter. Namun masalahnya hari itu adalah hari minggu, hari libur bagi dokter langganan yang praktek di dekat rumah.

Apa mau menunggu sampai hari Senin untuk berobat? Tampaknya kalau sudah sakit, demam nggak mau turun artinya harus cari tempat atau dokter lainnya untuk berobat. Saat itu juga saya langsung berobat ke rumah sakit swasta di pusat kota. Setelah tanya ke petugas bagian pendaftaran, malah disarankan langsung ke UGD karena dokter yang biasa praktek pada hari-hari biasa juga libur. Nah, bayangkan kalau nggak ada dokter jaga yang bisa mengobati pasien saat itu juga.

Contoh lainnya, lihat saja pada saat kita berlibur dan datang ke tempat wisata. Ada karyawan yang tetap bertugas membersihkan sampah yang berserakan. Ada tukang parkir, petugas penjualan tiket, penjaga pintu masuk, satpam, penjual cindera mata, tukang foto langsung jadi hingga pemandu wisata.

Semua justru terlihat sibuk bekerja melebihi hari-hari biasa. Karena bagi sebagian dari mereka, hari libur dan tanggal merah adalah peluang memperoleh pemasukan lebih tinggi daripada biasanya.

Saya salut dengan orang-orang seperti itu. Orang-orang yang berprofesi melayani orang lain pada saat-saat hari libur adalah orang-orang yang profesional dan bekerja penuh totalitas Mereka juga termasuk orang-orang yang memiliki mental baja dan ketegaran jiwa. Di satu sisi mereka meninggalkan anak-anak dan istri di rumah dan pada saat yang sama mereka bekerja melayani orang lain yang berkumpul bersama keluarganya menikmati hari libur.

Akhirnya, Jadi juga ke Jogja (2)

IMG01374-20130827-0951

Hari kedua di Jogja, 27 Agustus 2013, dua obyek wisata jadi sasaran kunjungan. Bonbin Gembira Loka dan Taman Pintar.

Tiba di Gembira Loka sekitar jam setengah sepuluh siang. Suasana di bonbin masih sepi pengunjung. Harga tiket masuknya 15 ribu per orang. Setelah membayar 60 ribu untuk 4 orang, kami mendapat tiket plus sebuah peta. Cukup informatif petanya. Bisa menjadi panduan rute kunjungan dan juga setiap obyek yang dilihat.

Pengelolaan Bonbin Gembira Loka saat ini terlihat lebih profesional. Ada obyek-obyek kunjungan baru, seperti Diorama flora dan fauna serta taman burung. Nah, di dua obyek ini, anak-anak terlihat senang sekali.

IMG01363-20130827-0942

IMG01370-20130827-0948

Di Diorama fauna, kita bisa melihat koleksi hewan-hewan laut dan serangga yang sudah diawetkan di dalam botol atau kotak kaca. Juga ada diorama mengapa kecoa bisa betah hidup di kamar mandi. Rupanya kondisi kamar mandi yang jorok yang mengundang kecoa berkembang biak dan berada di situ .

Di taman burung, obyeknya juga bagus sekali. Kami berempat masuk ke sebuah bangunan tertutup yang terbuat dari besi dan berfungsi sebagai sangkar raksasa. Di dalamnya ada pepohonan dan tumbuh-tumbuhan alami. Di sangkar raksasa itulah burung jalak, rangkong bebas beterbangan dan hinggap di pohon.

IMG01385-20130827-1027

IMG01387-20130827-1033

Di batang pohon dan dinding bangunan juga dibuat semacam tempat bertelur. Terbuat dari bambu yang dilubangi di tengahnya. Beberapa burung terlihat sedang makan pisang yang ditempatkan di atas batang tanaman yang mengering.

Dari beberapa obyek di Gembira Loka, lokasi sarang burung raksasa ini menurut saya yang terbaik. Namun, kalau sedang melihat burung-burung di lokasi ini, jangan kaget kalau tiba-tiba… plok, ada kotorannya yang jatuh dan kena badan atau kepala kita.

Puas menikmati obyek ini, kami meneruskan ke lokasi pertunjukkan satwa. Di arena ini, setiap jam sebelas siang selama setengah jam, beberapa satwa unjuk kebolehan. Berang-berang yang mengerek spanduk Gembira Loka, berjoget dan mendorong gerobak hingga jatuh ke sungai. Juga beruang madu yang berjalan di atas drum yang berputar. Kesempatan yang paling berkesan di arena pertunjukkan satwa ini, adalah saat berfoto bersama orangutan di akhir acara.

IMG01391-20130827-1131

Selesai dari Gembira Loka, tujuan selanjutnya Taman Pintar. Kami menumpang Trans Jogja 1B dari shelter Gembira Loka ke shelter Senopati 1.

Ongkosnya 3 ribu per orang. Bayarnya di shelter. Setelah membayar, petugas shelter akan memasukkan kartu dan kita baru boleh masuk ke ruang tunggu. Sayang ruang tunggunya sempit. Bangkunya nggak cukup untuk penumpang yang sedang menunggu di shelter.

Bisnya ber-AC dan di dalamnya dilengkapi peta rute Trans Jogja plus lokasi shelter di setiap jalan yang dilewati. Bis ini hanya berhenti di shelter yang sudah ditentukan. Setiap menjelang berhenti di shelter, kondektur yang kebetulan perempuan selalu memberitahu penumpang. Ongkosnya memang murah. Dengan 3 ribu, bisa keliling Jogja sepuasnya.

Bagi pengunjung, khususnya anak-anak dan pelajar, Taman Pintar adalah obyek wisata yang menarik. Selain berlibur, anak-anak juga seperti belajar di laboratorium. Banyak alat peraga yang berada di tempat ini. Semuanya berkaitan dengan pelajaran di sekolah. Setiap kali ke Jogja bersama anak-anak, lokasi ini selalu jadi tempat favorit untuk dikunjungi.

IMG01401-20130827-1337

Anak-anak bisa belajar sejarah, matematika, fisika, kimia, dan biologi di tempat ini. Ada satu hal yang baru di tempat ini, gedung Memorabilia. Tiket masuk ke gedung Memorabilia dan gedung Oval 15 ribu untuk orang dewasa dan 8 ribu unntuk pelajar. Waktu terakhir datang tahun 2010, saya dan keluarga belum pernah melihat tempat ini

Di gedung Memorabilia, koleksinya lebih menampilan sejarah nasional. Mulai Sejarah Keraton Jogja, nama kecil Sultan HB I hingga HB X, hingga periode mulai bertahta.

Di tempat ini ditampilkan pula foto-foto masa awal kemerdekaan bangsa Indonesia. Foto presiden RI yang pertama hingga saat ini juga terpasang dengan urut dan rapi. Yang menarik adalah satu kotak kaca yang berada di dekat pintu keluar. Kotak tersebut berisi koleksi pakaian seragam pramuka presiden SBY, disertasi S3, dan buku-buku karangan SBY.

IMG01419-20130827-1358

IMG01410-20130827-1352

Lokasi berikutnya adalah gedung Oval. Alat-alat peraga, foto dan simulasi yang berkaitan dengan pelajaran sains banyak ditampilkan disini. Mulai dari prinsip cara terbang helikopter, sistem tata surya, proses pembuatan susu bubuk, prinsip kerja kendaraan roda dua dan roda empat hingga proses pemanfaatan energi.

IMG01442-20130827-1445

Alat-alat peraga itu memudahkan anak-anak untuk memahami pelajaran yang diterima di sekolah. Orangtua juga bisa belajar di tempat ini. Berwisata sambil belajar seperti ini rasanya nggak membosankan.

Waktu pun terasa cepat berlalu. Nggak terasa sampai di tempat peraga olahraga, waktu sudah jam setengah empat. Saya dan anak-anak pun buru-buru keluar, karena lokasi Taman Pintar ini tutup jam 4 sore.

So, kalau sobat blogger ke Jogja bersama anak-anak, jangan lupa berkunjung di Gembira Loka dan Taman Pintar.

Give Away – Yudhi Hendro Berbagi Cerita

Hari ini, 23 Maret, tepat satu tahun blog ini berumur. Tak terasa waktu setahun berjalan begitu cepat. Rasanya seperti baru kemarin belajar ngeblog. Mulai daftar, pilih theme, mengisi widget, bikin postingan pertama, sampai belajar istilah dalam ngeblog seperti blogwalking, page rank, SEO.

Di ulang tahun yang pertama ini, coba-coba ikut Give Away  (GA) yang diadakan blok Tomkuu. Info ini saya dapat dari hasil jalan-jalan ke blognya beberapa teman. Ini GA ketiga yang aku ikuti. Dibandingkan dua GA sebelumnya, GA kali ini berbeda. Kalau dua GA sebelumnya  diminta untuk bikin postingan yang temanya ditentukan oleh yang punya blog.

GA Tomku ini, kita hanya diminta mencantumkan link postingan yang isinya mereview topik-topik yang beraneka ragam, seputar makanan dan minuman, produk kecantikan, buku, kesehatan, teknologi informasi, atau tempat wisata. Bisa pilih salah satu tema yang kita inginkan. Jadi nggak perlu lagi bikin postingan baru.

Kebetulan ada salah satu tema menarik, mereview tempat wisata. Nah, waktu lebaran tahun 2012 lalu, saya dan keluarga travelling ke obyek wisata di  Singkawang. Semua pengalaman, mulai dari persiapan, terus  perjalanan dari Pontianak dan kunjungan ke obyek wisata, saya tuangkan dalam postingan. Agak panjang juga ceritanya.

Ingin menyimak? Ini dia judulnya :

 https://yudhihendros.wordpress.com/2012/08/24/berlibur-ke-sinka-island-zoo-paduan-wisata-pantai-dan-kebun-binatang/

Hitung-hitung sekalian berbagi cerita dan merealisasikan resolusi tahun 2013. Apa itu? Ikut lomba ngeblog. Cuma itu? Nggak juga sih, sekalian membantu memasarkan potensi wisata di daerah. Terus, siapa tahu panitia GA tertarik dan memberikan balasan yang setimpal  :-).