Bergerak Dulu

Apa yang datangnya dari arah yang tidak disangka-sangka bukan berarti tiba-tiba datang begitu saja meski kita sedang tidak melakukan apa-apa. Bergerak terlebih dahulu, kerjakan sesuatu dan kejarlah Target. Boleh jadi nanti di tengah perjalanan akan datang hal istimewa yang tidak disangka-sangka.

Seperti pagi ini ada teman kerja yang menemui saya dan menyerahkan Kartu Indonesia Sehat saya yang hilang.Untuk mencari kartu itu, saya tadi malam menyusuri jalan dari mess ke masjid. Tadi pagi habis subuh saya menyusuri lagi jalan dari masjid ke mess dengan rute yang berbeda. Lebih jauh karena jalanya memutar. Hasilnya? Kartu itu belum saya temukan juga. Saya pasrah.

Sampai akhirnya tadi pagi ketika saya di ruang kerja, ada teman yang mengetuk pintu. Saya buka pintu dan dia bilang, “Ini saya nyampaikan titipan Fauzi, dia nemukan kartu bapak yang jatuh di halaman masjid. Dia nunggu-nunggu bapak di logistik kok gak ketemu”

Alhamdulillah. Semoga Allah SWT membalas kebaikannya.

Sponsored Post Learn from the experts: Create a successful blog with our brand new courseThe WordPress.com Blog

WordPress.com is excited to announce our newest offering: a course just for beginning bloggers where you’ll learn everything you need to know about blogging from the most trusted experts in the industry. We have helped millions of blogs get up and running, we know what works, and we want you to to know everything we know. This course provides all the fundamental skills and inspiration you need to get your blog started, an interactive community forum, and content updated annually.

Belajar Bikin Konten Video

Biasanya saya bikin konten dalam bentuk tulisan atau foto. Kali ini belajar bikin konten video. Nggak mudah lho. Untuk dapat tayangan sekitar 2 menit saya harus ulang-ulang sampai 7 kali.

Kalau nulis ada kata-kata yang salah kita nggak harus nulis ulang dari awal. Kata yang salah itu saja yang diganti. Kalau motret kita bisa ambil beberapa jepretan, terus kita pilih foto yang terbaik.

Tapi kalau bikin video nggak bisa seperti itu. Sekali salah ngomong, ya kudu dulang dari awal lagi. Makanya saya salut sama orang -orang yang bisa bikin film sampai berjam – jam. Pasti mereka bikinnya nggak sekali shooting langsung jadi. Ada adegan yang salah, yang harus diulang.

Tapi untuk sesuatu yang baru memang perlu belajar dan praktek. Ya kayak saya belajar ngevlog ini. Pengin bikin konten sendiri yang ori. Awalnya sih nggak mudah, tapi setelah bikin satu kok malah pengin bikin lagi yaaa.. Ketagihan deh 😄😄

Keran Dwi Fungsi

Di depan kantor di base camp dipasang keran air untuk cuci tangan sebelum masuk kantor. Melaksanakan program 3 M untuk mengendalikan penyebaran Covid-19. Dibuatkan juga semacam meja kecil untuk meletakkan sabun.

Setelah jadi, keran itu nggak hanya untuk cuci tangan. Teman-teman yang sholat ashar di kantor juga memanfaatkan keran itu untuk wudhu. Jaraknya lebih dekat dengan ruangan sholat dan posisi kerannya sejajar dengan badan. Biasanya mereka berwudhu di keran tempat cuci pakaian di dapur. Lokasinya memutar kantor dan posisi kerannya lebih rendah.

Di era pandemi ini, cuci tangan perlu sering dilakukan. Selain memakai masker dan jaga jarak. Dengan keran air yang dipasang di tempat yang mudah dijangkau, secara langsung juga memudahkan kita lakukan 3 M, khususnya mencuci tangan.

Bis Pontianak-Pinoh Singgah ke Sintang Dulu

Biasanya saya naik bis malam kalau pulang dari Pontianak ke camp. Sampainya di camp besok siangnya sekitar jam12. Sesuai saran rekan kerja, saya coba naik bis yang pagi tanggal 25 Oktober yang lalu.

Sampai di camp jam 10 malam. Berangkat dari kantor Damri jam 7.15 diantar bis shuttle sampai terminal Ambawang. Bis Damri berangkat dari terminal jam 8 menuju ke Sintang dulu. Perjalanan cukup lancar. Istirahat di Sosok sekitar jam 10.30. Setelah itu perjalanan ke Sintang. Sampai di sana sekitar jam 3 sore. Bis menurunkan penumpang tujuan Sintang.

Perjalanan dilanjutkan ke Nanga Pinoh dan sampai sekitar jam 16.30. Saya dijemput mobil langganan, Dua Putri, yang sebelumnya sudah dipesan untuk antar ke camp. Ada dua rekan kerja lain yang ikut ke camp.

Di Pinoh, saya makan sore dulu di terminal Sidomulyo. Sholat Maghrib juga. Setelah jemput dua penumpang lain kami pun berangkat ke logpond. Di logpond sudah menunggu mobil perusahaan. Kami pun melanjutkan perjalanan ke camp km 35.

Tidak hanya bis Damri yang ke Sintang dulu sebelum meneruskan perjalanan ke Pinoh. Saya juga pernah naik bis Maju Terus (Marus). Berangkatnya dari terminal Sudarso jam 7 malam. Sampai di Sintang sekitar jam 2 pagi. Sebelum ke Pinoh, bis ini juga singgah dulu ke Sintang untuk turunkan barang dan penumpang.

Pengalaman teman yang berangkat dari Pinoh pagi hari naik Damri juga sama. Bis yang sebelumnya berangkat jam 9 dimajukan jadi jam 8 pagi karena harus ke Sintang dulu.

Bisa jadi kedua perusahaan otobus itu menempuh kebijakan seperti itu untuk efisiensi karena jumlah penumpang yang berkurang. Biasanya rute Pontianak – Sintang dan Pontianak – Pinoh pp bisnya berbeda.

Meski harus singgah dulu ke Sintang, harga tiket tidak ada perubahan. Ini yang saya apresiasi.

Lokasi Wisata di km 37 Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya

 

Kunjungan tamu ke lokasi wisata km 37 Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya (TN BBBR) semakin ramai seiring dengan peningkatan fasilitas wisata. Juga peran beberapa pengunjung yang mengunggah foto-foto kunjungannya ke medsos.

Hari libur tanggal 20 Agustus 2020 yang bertepatan dengan 1 Muharram 1442 Hijriyah ada dua mobil dari Menukung  ke lokasi tersebut. Waktu tempuhnya sekitar 1,5 jam. Ada juga pengunjung yang datang naik sepeda motor. Beberapa karyawan perusahaan juga ke lokasi tersebut mengisi hari libur. Bahkan ada guru-guru yang camping. Merasakan suasana hutan alam tropis.

Lokasi wisata yang berjarak hanya 2 km dari fasilitas menara Base Tranceiver Station (BTS) di base camp km 35 memungkinkan pengunjung berkomunikasi melalui internet.

Biasanya selain berkunjung ke km 37, beberapa tamu juga singgah ke base camp perusahaan km 35 untuk berfoto di taman dan kolam ikan di depan kantor. Bahkan pernah juga saya lihat dua orang berfoto di samping BTS dengan latar belakang TNBBBR.

Pemandangannya cukup bagus. Saya yang karyawan perusahaan saja beberapa kali memotret nggak pernah merasa bosan. Apalagi tamu-tamu dari luar yang baru pertama kali datang.

Maka nggak heran ketika saya unggah foto-foto di FB, ada teman kuliah yang komentar,”Itu tempat kerja atau tempat wisata?” 🙂

 

Beli 10 Tiket Gratis 1 Tiket

Sebulan sekali saya biasa pergi dari Pinoh – Pontianak PP. Naik bis malam Maju Terus (Marus). Maju Terus itu singkatan dari Mantap Jujur Tertib Usaha. Sekilas kita mendengar atau membacanya seperti dua kata, padahal akronim.

Untuk  menarik perhatian penumpang, Marus promosi beli tiket 10 gratis 1. Setiap penumpang dibuatkan kartu monitoring. Ada namanya kemudian 10 bulatan yang akan ditandai kalau penumpang tersebut melakukan perjalanan. Kartu itu sehari-hari dibawa penumpang dan baru diserahkan ketika dia beli tiket. Di halaman sebaliknya akan dicatat rute perjalanannya dan tanggal keberangkatan. Juga paraf petugas tiketing.

Jika 1 tiket seharga Rp 175.000, maka kalau kita beli 10 tiket dihitung 9 tiket. Berarti 1 tiket dihargai  157.500. Lumayan, menghemat Rp 17.500 per tiket.

Saya memilih bis ini selain ada promosi tersebut juga bis Marus menunggu penumpangnya di terminal Sudarso, bukan di terminal Antar Bangsa Ambawang.  Jaraknya lebih dekat dari rumah ke terminal Sudarso. Bis Marus tetap singgah ke terminal Ambawang untuk lapor dan difoto oleh petugas Dinas Perhubungan.

Tak hanya itu, pelayanannya cukup bagus. Pernah waktu pulang ke camp setelah mudik lebaran idul fitri, penumpangnya hanya dua orang. Saya dan teman kerja. Bis Marus tetap berangkat ke Pinoh. Bisa jadi karena mereka juga membawa barang-barang yang harus segera diantar ke Pinoh.

Jika saya dan penumpang lain naik dari  agen di jalan Tanjungpura, ada mobil shuttle yang siap melayani. Mengantar penumpang ke terminal Sudarso. Sopirnya ramah dan ringan tangan.

Semoga bis Maju Terus tetap terus maju. Meski di awal-awal pandemi covid-19 jumlah penumpang turun, tapi tetap beroperasi. Salut.

Bergaul dengan Penjual Minyak Wangi atau Pandai Besi?

Sejak membaca artikel tentang motivasi dan pengembangan diri, saya rasakan ada yang berubah dari diri ini. Apalagi setelah saya juga ikuti training High Class Response Kang Harri Firmansyah yang ditujukan buat leader-leader dan mitra-mitra ARMINA DAILY. Rasanya suasana hati lebih tenang, pikiran juga lebih fokus, tidak terganggu dengan macam-macam kondisi lingkungan.
Apa rahasianya? Saya praktekkan ilmunya, salah satunya adalah memilih bacaan-bacaan dan informasi di internet. Saya pilih bacaan dan informasi yang tidak membikin hati panas, gelisah atau cemas.
Dulu, hampir setiap berita online saya baca, tayangan berita di televisi saya lihat. Karena ingin update dengan kondisi terbaru, supaya tetap bisa menyambung kalau diajak ngobrol.
Tapi saat ini saya batasi lihat televisi. Saya utamakan lihat acara olahraga yang live. Namun, selama covid belum ada lagi siaran langsung olahraga.
Bacaan di internet juga saya benar-benar pilih. Hanya yang berpengaruh menambah skill dan pengembangan diri yang saya baca. Juga postingan-postingan di medsos. Saya selektif baca postingan di FB, IG, Twitter dan WA.
Alhamdulillah, yang awalnya saya melahap semua jenis informasi, sekarang lebih selektif. Saya lebih fokus mengoptimalkan menu-menu yang ada di FB, IG maupun WA. Yang selama ini saya abaikan karena waktunya tersita membaca beragam informasi.
Saya jadi ingat pesan Nabi Muhammad SAW, “Permisalan teman yang baik dan teman yang buruk ibarat seorang penjual minyak wangi dan seorang pandai besi. Penjual minyak wangi mungkin akan memberimu minyak wangi atau engkau bisa membeli minyak wangi darinya, dan kalaupun tidak engkau tetap mendapatkan bau harum darinya. Sedangkan pandai besi, bisa jadi (percikan apinya) mengenai pakaianmu dan kalaupun tidak, engkau tetap mendapatkan bau asapnya yang tak sedap.” (HR Bukhari 5534 dan Muslim 2628)
Teman di hadits di atas kalau boleh saya artikan tidak hanya teman atau kawan kita secara fisik atau virtual, namun juga berupa derasnya informasi yang kita terima setiap hari.
Kalau kita sering membaca informasi-informasi yang banyak kandungan hoaknya, maka kita juga akan mendapatkan percikan api yang bisa menyulut pertentangan dengan pihak lain. Apalagi sebelum cross check kita langsung share informasi tersebut ke orang lain atau grup.
Pengaruhnya tak hanya itu, di hadits di atas disebutkan dua hal akibat kita bergaul dengan pandai besi: terkena percikan apinya atau mencium bau asapnya.
Kita tahu bagaimana rasanya menghirup bau asap dari besi-besi yang sedang ditempa dan dipanaskan. Napas terasa sesak, pengap dan terkadang bikin mata pedih.
Demikian juga saat kita terima informasi yang bersifat hoak, kekerasan, kriminal. Saya merasa dada saya jadi sesak, hati cemas, pikiran tambah stress dan susah berkonsentrasi.
Sebaliknya, saat saya melihat tayangan yang berkualitas, inspiratif dan memotivasi, hati berubah menjadi lebih optimis, semangat dan bahagia.
Benar sekali apa yang disabdakan kanjeng nabi, dan beliau juga bijaksana. Memberikan perumpamaan dalam memilih teman.
Beliau menawarkan dua pilihan beserta resikonya. Beliau tidak memaksakan kehendak, namun menyerahkan kepada kita untuk memilih. Beserta konsekuensi dari pilihan tersebut.
Semoga bisa konsisten nulis seperti ini

Semua Berawal dari Pikiran

Dalam surat Ar Rad ayat 11 disebutkan bahwa sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Petikan ayat di atas memberikan pemahaman bahwa yang bisa mengubah nasib kita adalah diri kita sendiri. Allah hanya mengikuti apa yang sudah kita lakukan untuk mengubah nasib itu. Jadi kendalinya ada di dalam diri kita.

Jika kita ingin nasib kita ubah, yang pertama kali harus hijrah atau berubah adalah pikiran kita terlebih dahulu. Karena pikiran kita akan menentukan perbuatan atau tindakan kita.

Misalnya saya rencana hari ini akan menulis di blog ini. Itu adalah hasil dari pikiran saya bahwa saya hari ini punya rencana menulis.

Setelah punya pemikiran menulis, tindakan saya adalah buka laptop atau ponsel dan mengetikkan kata demi kata hingga terangkai menjadi sebuah kalimat, paragrap dan cerita.

Kalau saya tidak punya pikiran mau menulis, tangan tidak akan bergerak merangkai kata dan mengungkapkan gagasan. Bisa jadi saya malah gunakan tangan untuk keperluan yang lainnya.

Jika saya menulis beberapa kali atau bahkan rutin misalkan minimal seminggu sekali, maka menulis bisa menjadi kebiasaan. Dan membangun kebiasaan ini nggak mudah. Karena dipengaruhi faktor dalam diri kita dan faktor luar.

Misalkan saya belum menemukan ide menulis atau faktor luar karena sinyal internet mengalami gangguan. Seperti yang terjadi beberapa hari lalu ketika 19 jam koneksi internet terputus.

Untuk mengatasi tantangan faktor internal, saya harus rajin mencari ide apa yang mau ditulis. Sumbernya bisa dari mana saja, dari apa yang saya lihat, saya baca, saya rasakan, bahkan komentar teman di postingan pun bisa jadi ide tulisan.

Kebiasaan yang dilakukan secara rutin itu akan membentuk karakter diri kita. Dari yang sebelumnya kurang produktif gunakan waktu menjadi berusaha mengisi waktu dengan hal yang bermanfaat. Setelah punya kebiasaan menulis, waktu yang ada lebih sering digunakan hal yang produktif misalkan mencari ide menulis, membaca tulisan-tulisan orang lain yang menginspirasi, dan mengikuti komunitas yang memotivasi.

Seperti yang saya lakukan saat bergabung menjadi mitra Armina Daily. Di komunitas tersebut selain saya bertemu dengan mentor yang sudah terbukti sukses dan memotivasi diri saya untuk sukses.

Saya juga mendapatkan training-training pengembangan diri seperti training High Class Response, training Magnet Rezeki. Saya juga bertemu dengan mitra-mitra lain yang punya semangat bersilaturahmi.

Jika karakter kita sudah terbentuk dan kita mendapatkan lingkungan atau situasi yang mendukung maka potensi diri kita akan berkembang.

Keunggulan diri kita akan melejit. Kelebihan diri kita akan menemukan jalannya. Di titik ini peran diri kita akan meluas dan lebih bermanfaat bagi orang lain. Dan ketika orang lain merasa terbantu dengan kehadiran kita, merasa kita bisa menjadi problem solver maka nasib kita sudah berubah.

Kita yang sebelumnya hanya berpikir untuk diri sendiri, untuk kepentingan pribadi maka dengan meluaskan niat kita menolong orang lain, nasib kita pun akan berubah

 

Dua Anak Tetap di Jogja

Dua anak cewek yang sedang kuliah di Jogja belum bisa pulang ke Pontianak saat wabah Covid-19 ini. Si sulung, Nadia, sedang sibuk menyusun skripsi.

Waktu saya  WA kemarin (26/4) tanya perkembangan skripsinya, bab tiga analisis statistik harus diperbaiki sesuai permintaan dosennya. Karena sibuknya, sampai tidak sempat baca apalagi komen postingan saya dan mamanya di grup WA keluarga. Dia memang fokus ke penyelesaian skripsi supaya bulan Mei nanti bisa ujian.

Anak kedua, Aysha, bulan Maret lalu hampir saja pulang ke Pontianak. Sudah cari tiket Jogja – Pontianak. Waktu mamanya tanya pendapat saya, keputusan pulang tidaknya saya serahkan ke Aysha. Setelah sering telepon mamanya, keputusannya berubah. Tetap tinggal di Jogja.

Dia juga mikir kalau pulang ke Jogja pasti buku-bukunya juga harus dibawa. Ini berarti tambahan bagasi di pesawat. Meski kuliahnya online, namun tugas-tugasnya cukup banyak dan perlu buku referensi.

Meski kami berjauhan. komunikasi tetap berjalan lewat WA. Pernah dia dapat tugas statistika. Tentang programasi linier. Dia kirim soalnya ke mamanya untuk cari cara pengerjaannya. Mamanya teruskan soal itu ke saya malam hari jam sepuluh dan bilang tugasnya dikumpulkan besok pagi. Mungkin mamanya sudah berusaha kerjakan dan ingin tahu gimana jawaban saya.

Waktu itu saya sudah tidur dan baru buka WA paginya. Sampai di kantor saya belum sempat kerjakan tugas Aysha itu. Baru sekitar jam 10 saya kerjakan, saya foto tulisan di kertas dan saya kirim ke mamanya Aysha.

Setelah itu ada jawaban, “Sayang tugasnya sudah dikumpulkan  ke dosennya”

 

Hari Pertama Ramadhan Diiringi Hujan

Hari ini 24 April 2020 bertepatan dengan tanggal 1 Ramadhan 1441 H. Di camp, hari pertama bulan Ramadhan Allah SWT turunkan hujan sejak jam 5 pagi.

Udara bertambah segar dan sejuk. Bisa jadi inilah berkah bulan Ramadhan. Meski sudah memasuki bulan April yang biasanya musim kemarau, namun masih ada hujan.

Bahkan sampai dengan jam 7 pagi ketika masuk kerja, hujan masih turun.  Bisa jadi nanti siang jam 11 cuaca berubah cerah dan hangat. Kondisi cuaca saat ini memang tidak mudah diprediksi dan cepat berubah.

Selamat melaksanakan ibadah puasa Ramadhan 1441 H. Semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita.